Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Tuesday, 10 April 2018 10:37

Aloka Dukung Polres Kediri Tuntaskan "Dugaan Korupsi " Dalam Rekrut Perangkat Desa

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Aloka minta polisi memeriksa panitia penyelenggara seleksi perangkat desa, kepala desa, camat dan DPMPD serta pejabat –pejabat yang terlibat. Apabila kepolisian kesulitan, Aloka bisa membantu penyidik.Itu setidaknya sekelumit ungkapan yang dilontarkan saat melakukan aksi di Mapolres Kediri beberapa waktu lalu.

 

Masih ingatkan dengan kasus dugaan jual beli-beli jabatan dan suap dalam rekrutmen perangkat desa di Kabupaten Kediri 2018 yang ditangani Polres Kediri? Penanganan kasus tersebut seakan jalan di tempat.

 

Untuk itu, Aliansi LSM Ormas Kediri Raya (Aloka) akan menagih Polres Kediri. "Kami akan datang lagi ke Polres Kediri untuk menagih penanganan kasus penyelidikan terhadap seleksi perangkat desa. Sampai sekarang sudah sejauh apa perkembangannya," ungkap Khoirul Anam, Koordinator Aloka Kediri, Selasa (10/4/18).

 

Aloka bersama ratusan warga dari berbagai desa di Kabupaten Kediri berunjuk rasa di sekitar Markas Polres Kediri, Selasa (13/3/18) lalu. Mereka mendukung upaya kepolisian dalam mengusut dugaan jual-beli jabatan dan suap dalam rekrutmen perangkat desa tahun 2018.

 

Dalam mediasi dengan Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan dan jajaran, Aloka mendapatkan penjelasan bahwa penyidik segera menuntaskan kasus tersebut dalam beberapa minggu setelahnya. Tetapi karena hingga kini belum ada satupun orang yang ditetapkan sebagai tersangka, Aloka khawatir Korps Bhayangkara benar-benar 'masuk angin'.

 

"Jangan sampai kawan-kawan kepolisian masuk angin dalam kasus ini. Maka segera tuntaskan pengusutan kasus tersebut. Sebab kami akan segera menyambangi (datang) lagi kawan-kawan di kepolisian untuk mempertanyakan perkembangan dari penanganan kasus tersebut," imbuh pria yang identik dengan topi berwarna gelap ini.

 

Hampir satu bulan paska aksi unjuk rasa, serta dua bulan dalam penanganan di kepolisian, kasus tersebut belum menampakkan gejala adanya tersangka. Padahal penyidik telah memeriksa sejumlah saksi diantaranya, Kepala DPMPD Kabupaten Kediri Satirin, sejumlah Kepala Desa yang melantik peserta bukan nilai tertinti serta peserta seleksi perangkat desa nilai tertinggi yang tidak dilantik.

 

Sebagaimana penjelasakan Aloka, dari 52 desa di Kabupaten Kediri yang menyelenggarakan rekrutmen, lima desa melantik peserta bukan dari peringkat pertama. Mereka menilai pengisian perangkat desa tersebut cacat hukum. Sehingga Aloka mencurigai ada unsur korupsinya.

Sementara itu Kapolres Kediri AKBP.Erick Hermawan kepada sejumlah awak media mengaku, sejauh ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi saksi dan belum ada bukti yang kuat mengarah ke gratifikasi.

"belum ada bukti kuat dan mengarahnya ke Administrasi pelanggarannya serta rata -rata terjadi di Kecamatan Kayen Kidul,"tandasnya saat hadir disebuah acara di Hotel Grand Surya, Selasa (10/4/18) 

 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah peserta rekrutmen perangkat desa memiliki nilai tinggi tetapi tidak dilantik. Salah satunya adalah Amir Yahya. Dia pemilik peringkat pertama dalam seleksi perangkat Desa Nanggungan, Kecamatan Kayen Kidul, untuk jabatan kaur tata usaha . Kepala Desa justru melantik peserta dari peringkat ketiga.(em/ga)

Read 2717 times Last modified on Tuesday, 10 April 2018 11:28

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us