Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Umum

Umum (17)

 

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Tambang "Raksasa" Galian C di Dusun Gunung Bothak, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri sebabkan salah seorang operator alat berat tewas setelah terjatuh dari tebing.Korban bernama Kasno (55). Operator alat berat jenis Doser ini beralamat di Desa Wilangan, Kabupaten Nganjuk.

 

Dari data yang dihimpun pihak Kepolisian, Peristiwa ini terjadi di lokasi pertambangan milik Siswanto (48),  pada Minggu (20/5/18) sekitar pukul 13.00 WIB. Awalnya, Slamet widodo (30) asal Dusun Gunung Bothak, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, karyawan bagian pengisian BBM solar ini mencari keberadaan alat berat jenis Doser ditempat kerja. Ternyata tidak ada. Dan mendengar suara keras brak sehingga melakukan pencarian dan didapati alat berat yang di cari jatuh dari tebing saat mau membawa ke tempat istirahatnya atau turun dari tempat kerja. Mengingat kontrak kerja kurang 4 jam habis. Korban tewas dengan posisi tertelungkup, kepala tertanam disamping alat kerja.

 

Kemudian Slamet Widodo menghubungi teman-temanya dan melaporkan kepada pemilik tambang Siswanto. Akhirnya Siswanto melaporkan kejadian ini ke Polsek Tarokan lewat telephon kepada Kapolsek AKP Sukarman.

 

Anggota Polsek Tarokan lantas datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Kemudian korban dievakuasi dan dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri.Tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Diduga karena kurang hati-hati sehingga tdk dapat menguasai alat kerjanya saat turun mengakibatkan terjatuh dari jalan menuju tempat istirahat.

 

 

Kapolsek kemudian menghubungi keluarga korban di Desa Wilangan, Kabupaten Nganjuk untuk dapatnya mesmastikan bila dia adalah anggota keluarganya untuk dapat hadir di RS Bhayangkara.(pd/ga)

Kediri ( radiomadufm.com )  ----Satreskrim Polres Kediri telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap Sunarti (39), ibu rumah tangga yang jasadnya ditemukan dikubur dengan telapak kaki "nyembul" diatas pemakaman lama TPU Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Pelaku seorang paranormal.

Pelaku berinisial NK, tinggal di Jalan Wilis Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabuaten Kediri. Pria 45 tahun ini masih menjalani serangkaian pemeriksaan di Polres Kediri.

"Pekerjan tersangka swasta. Katanya orang 'pinter'," ujar Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan, Sabtu (19/5/18).

Kapolres belum membeber identitas tersangka secara detail. Tetapi, dirinya menyebut tersangka adalah teman dari suami korban Mukayat, seorang kontraktor kaya yang berasal dari Desa Watudandang, Kabupaten Nganjuk.

Ditanya motivasi pelaku membunuh korban? Kapolres juga belum menjawab secara gamblang. Hanya berdasarkan pengakuan tersangka berkaitan dengan sebuah kegiatan spiritual.

Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap keterlibatan orang lain dalam pembunuhan korban. Petugas tengah meminta sejumlah saksi, termasuk suami korban.

Dari pemeriksaan sementara polisi, diketahui adanya luka di wajah korban. Sementara penyebab kematian korban kini masih dalam proses pendalaman, sembari menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara, Kota Kediri.

Sebagaimana diketahui, Sunarti dibunuh dan jasadnya dikubur diatas makan warga di TPU Desa Tegowangi. Sebelum nyawanya direnggut, ibu dua anak ini pamit suaminya pergi ke Kecamatan Pare untuk menemui temannya. Korban pergi bersama dua orang anaknya dengan mengendarai sebuah mobil. Korban sempat mampir di rumah mertuanya di Desa Watudandang, Nganjuk untuk menurunkan dua anaknya. Setelah itu, dia meneruskan perjalanan ke Pare.

Diduga korban bertemu dengan pelaku, kemudian dihabisi. Sementara kabar kematian korban baru diketahui, setelah Diono (58) petani asal Desa Tegowangi menemukan jasadnya setelah melihat ada satu kaki keluar diatas makam. (pd/ga)

 
 
 
 
 

Kediri ( radiomadufm.com)  ---Peredaran Narkoba akhirn-akhir ini tidak hanya menjadi trend gaya hidup maupun ikut ikutan bagi oknum pemakai dan penjualnya saja,  namun saat ini merambah karena desakan kebutuhan untuk pemenuhan ekonomi rumah tangga seperti membeli susu anaknya. Dan itu dilakukan Hendra Solidarmanto (29) warga Kelurahan Burengan RT 3 / RW 13 Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Dia diringkus polisi dari rumahnya.

 

Dalam penangkapan tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Mojoroto mengamankan barang bukti uang tunai Rp 37 ribu dari hasil bisnis sabu dan pembalut dan susu anaknya.

 

Kapolsek Mojoroto Kompol Didit Prihantoro mengatakan, penangkapan Hendra Solidarmanto bermula dari pengembangan kasus peredaran sabu dengan tersangka Berdi Amarga Putra (30) konsumennya. 

 

Pria asal Perum Tugurejo Indah Blok G 7 Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri itu sebelumnya mengedarkan sabu dengan janjian di Alfamart Jalan Raung, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

 

"Dalam penggeledahan terhadap Berdi kami temukan barang bukti sabu seberat 0,03 gram dari dompetnya dan sebuah Handphone. Lalu kami kembangkan kepada tersangka Hendra yang kami amankan dari rumahnya," Ungkap Mantan Kasat Reskrim Polres Kediri ini dalam pers rilis.

 

Akibat perbuatannya, kedua tersangka kini harus meringkuk di dalam sel tahanan Polsek Mojoroto. Tersangka Berdi dijerat Pasal 112  UURI No 35 tahun 2009 tentang tentang Narkotika. Sedangkan Hendra Solidarwanto disangkakan melanggaP pasal 114 UURI No 35 tshun 2009  tentang Narkotika. (em/ga) 

Trenggalek ( radiomadufm.com) - - Gas Elpiji 3kg mulai mengalami "kelangkaan"  Tiga minggu menjelang bulan suci ramadhan. Kondisi itu dialami masyarakat di seputaran Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.  Gas elpiji tabung melon alami kelangkaan, sejak dua minggu terakhir.

 

Musrinah, salah seorang warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo mengaku, sulit mendapatkan elpiji melon untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa kios pengecer yang ia datangi, tidak memiliki stok elpiji. 

 

"Akhir-akhir ini sudah mendapatkan elpiji. Banyak kios kehabisan stok," keluhnya, Jumat (27/4/18). Kesulitan memperoleh elpiji melon ini dirasakan oleh hampir seluruh warga di Desa Tasikmadu, bahkan desa-desa lain di wilayah Kecamatan Watulimo. 

 

Warga berusaha mencari elpiji melon dengan mendatangi setiap kios yang menjual. Ada kios-kios tertentu yang masih memiliki stok, tetapi jumlahnya sangat terbatas. Salah satunya kios milik Mbok Kem, di Dusun Kebon, Desa Tasikmadu. 

 

Tetapi di kios ini, elpiji melon dijual dengan harga yang cukup tinggi yaitu, Rp 20 ribu per tabung. Penjual beralasan, pasokan dari pangkalan minim, sementara konsumen yang datang sangat banyak. 

 

"Itu tadi cuma dapat delapan tabung saja. Carinya sangat sulit. Kalau mau silahkan harganya Rp 20 ribu," kata Mbok Kem saat didatangi pembeli yang ingin menukar tabung kosongnya dengan tabung isi. 

 

Diakuinya, pasokan elpiji dari pangkalan tersendat. Selain itu, jumlahnya berkurang. Bagi kios-kios pengecer, mengaku, tidak memanfaatkan momentum ini untuk menaikkan harga, tetapi mengikuti kios lain dalam melepas elpiji melon kepada masyarakat. 

 

Pangkalan Elpiji Muyani di Desa Tasikmadu mengakui, adanya kebijakan pengurangan pasokan dari depo belakangan. Hal tersebut menjadi penyebab kelangkaan elpiji melon di masyarakat. 

 

Seperti di Pangkalan Muyani ini, dari jatah sebanyak 1.800 tabung dikurangi hingga 300 tabu. Sehingga pasokan yang diterima kini hanya 1.500 tabung. Jumlah ini tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, karena pangkalan lain yang mengalami hal yang sama.

 

"Memang ada pengurangan pasokan. Itu merata di setiap pangkalan. Seperi saya dan pangkalan lain. Bisa dilihat saat ini kosong tidak ada stok sama sekali. Masyarakat banyak yang membutuhkan," beber Muyani ditemui di pangkalannya.

 

Kelangkaan elpiji melon yang mengakibatkan kenaikan harga hingga Rp 20 ribu ini cukup memberatkan masyarakat. Mengingat, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji subsidi pemerintah ini berkisar antara Rp 16-17 ribu per tabung. 

 

Masyarakat di seputaran Pantai Prigi mendengar kabar apabila kelangkaan elpiji melon ini disebabkan oleh rencana konversi elpiji melon ke tabung warna pink. Mereka berharap kebijakan tersebut tidak berdampak buruk terhadap mereka. Masyarakat juga meminta pemerintah kembali memperlancar pasokan elpiji melon sehingga harganya kembali normal. (em/ga) 

Thursday, 26 April 2018 06:13

Seorang Pria Paruh Baya Meninggal Mendadak

Written by

Kediri ( radiomadufm.com) - - -Diantar tukang becak, seorang pria paruh baya meninggal mendadak.  Dan  Satuan Reserse Kriminal Polresta Kediri menyelidiki kematian mendadak pengunjung Hotel Crown di Jalan Mayor Bismo, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri, Rabu (25/4/18) pagi kemarin. Korban menghembuskan nafas terakhirnya setelah bertemu dengan seorang perempuan kenalannya.

 

 

"Kami memintai keterangan dari para saksi diantaranya, teman perempuan korban, respsionis dan keluarganya, untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban," kata Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi, Kamis (26/4/18).

 

 

Data yang dihimpun menyebutkan, korban berinisial MJ (52) asal Dusun Dlopo, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri janjian bertemu dengan perempuan kenalannya UM (49) di Simpang Empat Jongbiru, Kecamatan Gamprengrejo, Kabupaten Kediri, Rabu (25/4/18) sekitar pukul 07.30 WIB.

 

 

Setelah menjemput UM, asal Karangrejo Selatan RT 03/07 Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, kemudian mereka berdua menuju ke Hotel Crown. 

 

 

Sekitar 1,5 jam kemudian keduanya masuk ke hotel. Mereka kemudian chek in menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik UM. 

 

 

Selanjutnya, mereka diantar oleh petugas hotel ke kamar yang dipesan. Sekitar 30 menit di dalam kamar, korban kemudian duduk di tempat tidur. 

 

 

Dia mengeluh dadanya sesak dan nafasnya tersengal-sengal kepada teman wanitanya. Merasa kebingungan UM kemudian memanggil resepsionis Hotel Crown Murniati. 

 

 

Resepsionis hotel lantas memanggil seorang tukang becak untuk membawa korban ke RS DKT Kota Kediri. 

 

 

Sesampainya di RS DKT, sekitar pukul 09.30 WIB tim medis memeriksa kondisi korban. Ternyata korban sudah meninggal dunia.

 

 

UM lalu menghubungi isteri korban dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Kediri Kota. Akhirnya polisi datang ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi korban serta melakukan olah TKP di Hotel Crown.

 

 

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim identifikasi Polresta Kediri, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia akibat serangan penyakit jantung.

 

 

Hal tersebut diperkuat oleh keterangan dari keluarganya, bahwa korban seorang perokok berat dan memiliki riwayat penyakit jantung. Keluarga mengakui, apabila korban sudah pamit istrinya saat ingin menemui UM, perempuan kenalannya.

 

 

 

"Dikarenakan menurut pihak keluarga atau ahli waris bahwa korban sebelumnya memiliki riwayat sakit jantung, serta pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau penganiayaan, maka pihak keluarga membuat surat permohonan dan pernyataan agar tidak dilakukan outopsi," imbuh petugas.

 

 

Atas kejadian tersebut pihak keluarga tidak menuntut pada pihak manapun. Maka selanjutnya jenasah korban setelah di visum di serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (em/ga) 

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Burengan, Kecamatan Kota Kediri mengalami kemacetan parah, karena ada sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti mendadak, Senin (23/4/18). Pengemudi dan satu penumpangnya tidak sadarkan diri. Mereka diduga mengalami keracunan.Polisi masih melakukan uji labfor dengan mengambil sampel mamin yang dikonsumsinya dirumah kedua 'sejoli' itu.

 

Satreskrim Polresta Kediri masih menyelidiki kasus keracunan yang dialami pengendara mobil dari Tulungagung ini. Petugas menggeledah mobil korban dan mengambil sampel muntahan di dalam mobil. Polisi akan memintai keterangan korban secara intensif, apabila kondisinya sudah membaik.

 

 

Identitas kedua pengendara usai polisi melakukan pengeledahan tas korban di mobilnya, sopir mobil Peugeot 306 dengan Nopol AD 7493 PA itu adalah Haris Prasetyo (45), warga Desa Rejo Agung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Sementara satu penumpang di sebelahnya adalah Ferida Eko Riyanti (35), warga Desa Tanggul Turus, Kecamatan Besuki, Tulungagung. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Baptis, Kota Kediri. 

 

Awalnya, mobil berwarna hitam itu melajut dengan kecepatan tinggi dari barat. Tiba-tiba mobil berhenti di tengah jalan. Karena berhenti mendadak, mobil di belakangnya sempat gugup. Akhirnya terjadi kemacetan panjang. Warga yang penasaran kemudian menghampiri sopir dan pengemudi. Ternyata mereka tak sadarkan diri. Dari mulutnya keluar muntahan.

 

Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi mengatakan, sopir dan pengemudi mengalami keracunan. Tetapi, penyebab keracunan masih belum dapat diketahui. Ada dugaan mereka keracunan minuman, karena sebelumnya mengkonsumsi juice. "Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik, mereka sudah sadar, dan kini masih menjalani perawatan," kata AKBP Anthon Haryadi.

 

Dijelaskan Kapolresta Kediri, korban berasal dari Kabupaten Tulungagung. Mereka menempuh perjalanan ke Kediri dengan tujuan Dusun Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Mereka mengantar sebuah barang kepada kenalannya. Setelah itu, mereka berniat kembali ke Tulungagung. Tetapi sampai di Jalan Letjen Sutoyo mereka mengeluh sakit kepala dan muntah-muntah.(em/ga)

 

Kediri ( radiomadufm.com - Ular Phyton sepanjang 4 meter menggegerkan warga Kelurahan Lirboyo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. saat ditemukan di rumah warga, ular tersebut sempat dikira ikan lele. Rabu (18/4) pagi.

 

Ular tersebut pertamakali ditemukan oleh Permini warga setempat saat hendak melaksanakan solat subuh. Parmini kemudian menyampaikan temuannya kepada Sholekan, hingga ahirnya solekan memanggil rekan-rekannya. Pada pukul 05.20 Sholekan bersama dengan warga berhasil mengamankan ular tersebut.

 

"Saya pas mau keluar bukakan pintu ibu itu melihat tidak ada apa - apa. Hingga ahirnya ibu keluar dan katanya melihat sesutu yang berkilauan, pertama - tama dikira lele, setelah di lihat lagi ternyata ular besar sekali. Sontak saya memanggil warga sekitar," ujar Andik anak dari Parmini.

 

Sementara itu Kanit Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Kamid  membenarkan hal itu dirinya menjelaskan bahwa pada pagi tadi Satpol PP menerima laporan terkait penemuan ular Phyton di pemukiman penduduk.

 

"Langkah yang diambil Melakukan pengecekan TKP,  melakukan dialog dengan para saksi, penggalian informasi, dan juga menyampaian pemahaman bahwa ular phyton memang tidak berbisa namun lilitan dan gigitannya dapat mematikan sehingga dihimbau agar berhati-hati, dan sementara ularnya saat ini diamankan oleh warga," pungkasnya.(em/ga) 

Kediri ( radiomadufm.com ) ----Kebakaran hebat hingga meludeskan rumah Tukini dan dua unit sepeda motor terjadi di Desa Sidomulyo Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri Jawatimur. Warga Dusun Klodran Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen bahu membahu menjinakkan kobaran api yang begitu cepat meludeskan rumah yang terbuat dari papan kayu maupun anyaman bambu. Bunyi ledakan yang terjadi didalam rumah membuat warga ketakutan untuk menyelamatkan dua unit sepeda motor yang berada dilokasi. Melihat kejadian itu, pemilik rumah dan pengontrak sempat shock melihat kobaran api yang menghabiskan harta benda didalam bangunan.

 

Menurut Sokib yang melihat kobaran api yang berusaha memadamkannya menuturkan, munculnya api dari dalam rumah. Dan kobaran api semakin besar sehingga dirinya ketakutan berusaha meminta tolong ke warga yang lain untuk memadamkan api. Kemungkinan api berasal dari kompor gas yang menyala untuk memasak ayam kemudian ditinggal Mia dan Syaifudin selaku pengontrak ke kawasan Gor Jayabaya.

"Ini rumah ibu saya yang dikontrak oleh penjual bebek dan ayam goreng.Api dimungkinkan dari kompor yang meledak kemudian menyambar seisi rumah serta dua unit sepeda motor yang tidak berhasil diselamatkan,"jelasnya saat dilokasi kejadian,Minggu (15/4/18).

Saat peristiwa berlangsung, Puluhan warga bahu membahu mematikan kobaran api yang sudah membesar dengan alat seadanya hingga api baru padam ketika bangunan semi permanen di rumah itu habis terbakar bersama benda didalamnya termasuk dua unit sepeda motor honda beat dan honda supra.

Sementara itu AIPTU.Sugeng Kasi Humas Polsek Semen Polresta Kediri mengungkapkan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian usai ada laporan warga yang selanjutnya melaporkan ke intansi diatasnya untuk penanganan lebih lanjut.

"usai mendapatkan laporan warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan melaporkannya ke instansi diatasnya untuk penanganan lebih lanjut. Satu unit mobil PMK telah melakukan tugasnya dilokasi kejadian,"tandasnya.

Sejauh ini pihak kepolisian melakukan pemasangan garis polisi di lokasi kejadian untuk penanganan Olah Kejadian Perkara guna memastikan penyebab pasti kebakaran yang menimpa rumah tersebut.(em/ga)

 

 

Friday, 06 April 2018 07:46

Pelajar SD Diduga Terkena DBD

Written by

Kediri ( radiomadufm.com) - - - -  Menyusul, adanya salah seorang anak yang di diagnosa susfect Demam Berdarah Dengue (DBD).Dinas Kesehatan Kota Kediri melalui Puskesmas melakukan pengasapan di wilayah Jalan Penanggungan Kota Kediri tepatnya dikawasan Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto. 

 

Anak Bima Dika Sugiharto, berusia 12 tahun asal Jalan Penanggungan Lirboyo RT 1/RW5, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Kota Kediri.

 

"Pasien masuk rumah sakit, pada 29 Maret 2018 dan hingga saat ini belum pulang. Sewaktu masuk, pasien mengeluh demam tinggi. Kemudian sehari setelahnya, pada 30 Maret 2018 trombositnya turun hingga 96 ribu," kata Roni, Dinkes Kota Kediri usai melakukan fogging.

 

Berdasarkan catatan Puskesmas Lirboyo, Bima mulai sakit, pada 26 Maret 2018 lalu. Tiga hari setelahnya, pasien dibawa ke rumah sakit. Pada 30 Maret 2018, Nina Susanti Catur Wulandari, ibunya menyusul masuk ke rumah sakit.

 

"Pasien Bima dirawat satu kamar bersama ibunya. Tetapi, untuk ibunya hasil labnya belum keluar. Sedangkan anaknya Bima sudah keluarga, didiagnosa susfect DB," imbuhnya.

 

Fogging kali ini dilakukan terhadap kurang lebih 60 rumah, yang berada di sekitar rumah penderita. Tujuannya untuk memberantas nyamuk aides aigepty yang diduga berkembang biak di musim penghujan ini..

 

Untuk diketahui, sesuai data Dinkes Kota Kediri, sejak awal Januari hingga awal April 2018 ini tercatat sudah ada 60 an penderita DB. Beberapa diantaranya kini tengah menjalani masa perawatan di rumah sakit, seperti RSUD Gambiran, RS Bhayangkara dan RS Baptis. (em/ga) 

Kediri ( radiomadufm.com)  -- Pemasangan tiang jaringan Fiber Star di Kota Kediri menuai keluhan dari masyarakat. Bahkan, pemasangan jaringan kabel internet ini diduga belum mendapatkan izin resmi dari dinas terkait.Satpol PP langsung bergerak cepat dengan menghentikan pemasangan kabel jaringan Fiber Star hingga batas waktu tertentu. 

 

 

 

Beberapa orang warga keberatan dengan pemasangan tiang berwarna hitam dengan puncak bercat merah muda tersebut. Sebab, penancapan tiang berada di trotoar jalan. Ada beberapa titik trotroal yang rusak akibat penggalian untuk medan tancap tiang.

 

 

Bahkan, di wilayah Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto sebuah saluran air PDAM rusak dampak dari pemasangan tiang. Sehingga suplay air sedikit terganggu karena kebocoran.

 

 

 

Hari, salah satu warga di Kecamatan Mojoroto mengaku, belum pernah mendapat pemberitahuan tentang pemasangan tiang jaringan fiber star. Dia sempat menegur petugas yang sedang melakukan penancapan tiang karena merusak saluran PDAM.

 

 

"Kami sempat memperingatkan petugas yang sedang memasang jaringan kabel untuk segera memperbaiki kebocoran saluran air PDAM. Namun hanya dijawab akan melaporkannya ke atasan terlebih dahulu," kata Hari, Rabu (3/4/18).

 

 

 

Kepala Satpol PP Kota Kediri, Ali Mukhlis menegaskan, pihak proveder belum mendapatkan izin dalam memasang tiang jarinhan fiber star. Itu sebabnya, Satpol PP memberikan teguran tertulis (SP1) untuk menghentikan.

 

 

 

Sementara itu, beberapa orang pekerja yang sedang memasangan jaringan kabel di Jalan Semeru, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojororo, Kota Kediri ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui persoalan izin. Mereka mengaku, hanya sebagai pekerja biasa yang ditugaskan untuk memasang tiang dan jaringan kabel fiber star.

Ali Muklis Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kediri menuturkan, pihaknya akan langsung menindak lanjuti keluhan itu dengan melakukan sidak kelapangan guna menghentikan pemasangan tiang maupun kabel jaringan Fiber Star tersebut. 

"anggota sudah bergerak kelapangan dan telah menghentikan pekerjaan pemasangan kabel di Jalan Semeru untuk upaya penindakan lebih lanjut hingga batas waktu yang belum ditentukan dengan melakukan kordinasi dengan dinas terkait, "ujarnya, Rabu (3/4/18)

 

 

 

Sekedar diketahui, sesuai pantauan, pemasangan tiang dan jaringan fiber star tersebut merata di wilayah Kecamatan Mojoroto. Proses pemasangan berjalan kurang lebih sebulan terakhir. (em/ga) 

Page 1 of 2

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us