Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Saturday, 17 February 2018 12:42

Media Gathering PT. GG Kediri Tbk Ke Bali

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Bali ( radiomadufm.com)   - - - Sebagai bentuk  menyikapi krisis air yang terjadi disaat musim kemarau tiba, serta menurunnya kwalitas air bawah tanah, para Jurnalis se-Kediri Raya dan managemen PT Gudang Garam,TBK melakukan studi banding di Propinsi Bali.

 

Acara yang digelar 15-18 Februari 2018 tersebut, diikuti 45 Jurnalis dari berbagai media.Menariknya, ilmu yang diserap dalam momen itu kedepannya bisa diterapkan diwilayah Kediri.

 

Iwhan Tri Cahyono, Kabid Humas PT Gudang Garam,TBK,mengatakan, bahwa acara study banding yang dikemas ‘ Media Gatering-PT GG, sudah digagas sejak lama melalui alokasi dana atau Corporate Social Responsibility (CSR).

 

” Kami menggandeng IDEP Foundation yang berjalan melalui programnya Bali Water Protection Program. Dan, lembaga peduli lingkungan ini mampu menerapkan sumur resapan yang sudah berjalan 2 tahun ini ” ungkap Iwhan, Sabtu (17/2/18).

 

Menurutnya, dari program ini harapannya bisa diterapkan wilayah Kediri dalam menyikapi krisis air.Karena, IDEP Foundation terbilang berhasil dan mumpuni dalam menjalankanya.

 

” Secara positif, harapan dari ‘Media Gathering bersama IDEP Foundation akan penyikapan krisis air bisa berjalan” tutupnya.

 

Sementara, Komang Arya, pendiri IDEP Foundation, mengatakan, bahwa program pembangunan sumur difokuskan didua wilayah,yakni, Denpasar dan Kuta.Sejauh ini, berdirinya industri-industri yang ada di Bali dan munculnya bangunan masyarakat yang dibuat usaha menjadikan kebutuhan akan air semakin tinggi. Dengan kondisi itu kebutuhan air yang melimpah dengan kwalitas yang mulai menurun. 

 

” Fokus dibangunnya sumur resapan didua kota ini ( Denpasar dan Kuta), lantaran krisis air sudah mulai terjadi.Dimana, air laut sudah mulai masuk daratan berkisar 1-2 kilometer, hingga air yang dikonsumsi penduduk terasa payau” ucapnya

 

Komang menguraikan, fungsi sumur resapan dengan kedalaman 40-60 meter menampung air hujan, fungsinya sebagai Bank air agar air laut tidak terserap kedaratan.Didalamnya, terdapat filter, seperti batu,koral dan ijuk sebagai penatralisir air

 

” Sampai saat ini, sudah 16 titik sumur resapan yang dibangun , dengan asumsi bugdet Rp 100 juta, tiap titiknya yang sudah berdiri di Kota Denpasar dan Kuta, Kabupaten Badung ” pungkasnya.(em/ga) 

Read 3135 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us