Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Tuesday, 03 April 2018 11:49

Prinsip Lesbumi Obah, Tapi Ora Owah

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Gelaran Harlah Lesbumi Ke-56 dan Sekaligus Harlah NU ke-95 di Kantor PC NU Kabupaten Kediri Jalan Imam Bonjol 38 Kota Kediri Jawatimur, Selasa (3/4/18) malam dihadiri sejumlah tokoh. Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Ng Agus Sunyoto membuka langsung Pameran Pusaka Nusantara, Foto Pesantren dan Lukisan Cekakik.

 

Kegiatan yang mengangkat tema, 'Dengan ber-Saptawikrama NU Menyongsong Jaman Milenial' ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (3-4 April 2018).Kegiatan dari bagian semangat Saptawikrama, yang berartikan Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara yang di gaungkan PBNU itu dihadiri para pengurus Lesbumi dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

 

"Lesbumi punya prinsip obah, tapi ora owah, artinya kita bergerak dinamis mengikuti zaman tetapi tidak bergeser dari nilai-nilai Islam Nusantara," kata Agus Sunyoto usai membuka pameran. 

 

Menurutnya, benda-benda yang dipamerkan ini seperti ratusan keris dari berbagai daerah dan foto-foto lama pesantren merupakan bagian dari upaya agar masyarakat khususnya warga nahdliyin tidak lupa sejarah.

 

"Jangan sampai kita tercerabut dari akar budaya sendiri, kita harus punya pijakan budaya," ungkap kiai asal Malang ini.

 

 

Selain Pameran Pusaka Nusantara berupa keris, foto lama pondok pesantren dan lukisan cekakik, ada juga Sarasehan Budaya dengan Narasumber KH Agus Sunyoto, serta esok hari ditutup dengan pentas seni dari para seniman Lesbumi se-nusantara dan pencak dor.

 

Dalam kegiatan itu Ketua Lesbumi PC NU Kabupaten Kediri H.Abu Muslich juga hadir mendampingi Ketua Lesbumi PBNU maupun Ketua PCNU Kabupaten Kediri Dan Kota Kediri serta Para tamu yang hadir seperti Slamet Budiono selaku Direktur SDM PT.Gudang Garam Kediri.

 

Sebelum dilakukan pembukaan, penampil ratusan santri dengan terbangnya juga menambah kesan religi dalam suasana kebersamaan.

 

"kondisi ini perlu diuri-uri untuk kedepannya generasi milineal ini tidak hanya terjerumus pada perkembangan budaya yang kebarat baratan.Diharapkan generasi saat ini juga menguri budaya agama tempo dulu dengan tidak melupakan sejarah yang terkadung didalamnya,"ungkap Firnanda salah satu pengunjung.(em/ga) 

Read 1525 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us