Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Monday, 26 February 2018 13:53

Penebar Teror di Pondok Ploso Mojo Mengaku Khilaf

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Teror penyerangan kiai di Ponpes Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin (19/2/18) lalu ternyata  palsu alias hoax. Pihak Pondok akhirnya menerima permintaan maaf dari dalang penyebar isu penyerangan ulama. 

 

 

 

Riyantono Gempol warga Ngawi kelahiran 7 Oktober 1970 silam ini adalah tamu pondok yang  mengakui jika dirinya mengakui bila telah mengarang cerita fiktif tentang pengancaman terhadapnya yang dilakukan oleh tiga orang sosok pria berbadan kekar yang ingin membunuh salah seorang kiai.

 

 

 

Keterangan palsu ini terbongkar setelah pihak pondok memanggilnya  usai dipastikan gambarnya saat terekam cctv pondok dan adanya sejumlah pengakuan keterangan dari laporannya yang dikonfrontir dengan sejumlah saksi. Riyantono yang bertempat tinggal di rumahnya Desa Katikan RT 01 / RW 02 Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi dijemput paska membuat onar. 

 

 

 

Riyantono Gempol mengaku, khilaf telah mengarang cerita fiktif yang membuat gempar di negeri ini. Dia meminta maaf kepada seluruh keluarga besar Ponpes Al Falah Ploso, khususnya para kiai dan masyayyih serta masyarakat Indonesia.

 

 

 

"Kami memohon maaf atas kekeliruan yang sifatnya disengaja atau tidak disengaja. Kepada seluruh keluarga pondok pesantren, kepada masyarakat Indonesia dan kepolisiaj, dalam hal ini Polresta Kediri. Kesalahan ini mudah-mudahan menjadi pengalaman umat muslim yang saat ini sedang ramai dengan isu-isu yang sangat menegangkan," aku Riyantono Gempol sambil berurai air mata, di Ponpes Al Falah, Senin (26/2/18).

 

 

 

Riyantono tidak memiliki motivasi apapun dalam menyebarkan informasi yang tidak benar, melainkan hanya sekedar khilaf dan spontanitas. Sore itu, Minggu (19/2/18) dia sedang berkunjung sebagai tamu ke Ponpes Al Falah Ploso untuk menemui salah seorang kiai.

 

 

 

Dia mengarang cerita bohong kepada pihak keamanan pondok, bahwa baru saja didatangi tiga orang pria berbadan kekar. Dua diantara pelaku melumpuhkannya dengan cara menodongkan pisau dan menarik tangannya ke belakang. Sedangkan satu pelaku mengawasi.

 

 

 

Para pelaku mencari salah satu kiai untuk dibunuh. Tetapi, tiba-tiba pelaku mengibaskan sapu tangan ke arah Riyantono, sekejap mereka menghilang. Keterangan palsu ini juga disampaikan Riyantono saat di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh pihak kepolisian. 

 

 

 

Akibat keterangan palsu Riyantono Gempol ini, pihak keamanan ponpes akhirnya mengamankan salah seorang pria yang kebetulan ingin bertemu dengan kiai. Pria tersebut adalah Abdul Azis, asal Situbondo. Penangkapan Azis ini menjadi viral karena foto - fotonya dikirimkan ke berbagai media sosial.

 

 

 

Keluarga Ponpes Al Falah menghargai sikap terus terangnya Riyantono Gempol. Pihak ponpes menerima permintaan maaf tersebut dan tidak akan melakukan penuntutan.

 

 

 

"Pernyataan dari Bapak Riyantono mengenai kejadian yang telah membuat keresahan seluruh nusantara dan teman alumni dan santri. Itu tidak benar dan Bapak Riyantono sudah mengakuinya. Itu spontanitas dan kekhilafan. Kami mewakili ponpes, menyampaikan banyak terima kasih kepada jajaran kepolisian, Polresta Kediri yang sudah baik, cepat, dan luar biasa," ungkap Gus Thoif.

 

 

 

Gus Thoif menerangkan, Riyantono adalah  tamu pengunjung di pondok, bukan santri maupun alumni. "Beliau kebetulan berkunjung dan mengadakan hal-hal di luar kendali beliau sendiri," bebernya.

 

 

 

Keluarga besar Ponpes Al Falah mendukung penuh upaya kepolisian dalam menyelesaikan masalah ini sesuai Undang-undang.

 

 

 

"Sikap pondok sudah sepakat seluruh keluarga, yang namanya kekhilafan kami tidak akan menuntut dan tidak memperpanjang masalah ini. Karena beliau sudah minta maaf, kami yakin beliau tidak memiliki niat jahat atau niat yang kurang baik. Tidak ada melakukan penuntutan apa - apa," tutupnya.

 

 

 

Dalam konferensi pers ini dihadiri para gus Ponpes Al Falah. Diantaranya, Gus Reisy (putra Gus Tajud), Gus Makmun (Ketua PCNU Kabupaten Kediri,  Gus Thoif, Gus Kautsar, dan Gus Fahim. (em/ga)

Read 3722 times Last modified on Tuesday, 27 February 2018 01:08

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us