Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Wednesday, 28 February 2018 08:05

Penyebar Teror dan Kabar Penyeragan Ulama Diserahkan Kekeluarganya

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Kediri  ( radiomadufm.com) - - - - Menyikapi adanya peryataan Khilaf yang diungkapkan Riyantono asal Ngawi atas tindakan spontan penyebaran teror dan ancaman terhadap ulama. Kapolresta Kediri AKBP Anthon Hariyadi memastikan jika teror yang terjadi di Ponpes Ploso Kediri adalah hoax, ini berdasarkan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Polresta Kediri pada beberapa saksi terkait adanya informasi ancaman atau teror di Ponpes tersebut.

 

 

Diungkapkan Kapolresta dari hasil pemeriksaan laporan oleh Riyantono terkait adanya ancaman yang dilakukan tiga orang di Ponpes Ploso Kediri, tidak memiliki cukup bukti yang cukup, dan tidak ada kesesuaian antara BAP dan CCTV yang ada.

 

 

" Dari hasil penyelidikan tidak ada dua bukti permulaan yang cukup, artinya tidak bisa meningkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap selanjutnya dan dari saudara RY juga sudah mencabut laporannya" kata Kapolresta AKBP Anthon Hariadi .

 

 

Lebih lanjut Kapolres mengatakan jika kepada pelaku pelaporan palsu pihaknya akan tetap menindak lanjuti meskipun pihak pondok telah memaafkan perbuatan pelaku " Karena sesuai aturan ini dapat dikategorikan laporan palsu, dan ini masih dilakukan pendalaman motif dari pelaku ini melakukan hal tersebut" tegasnya.

 

 

 

Sebelumnya penyebar informasi teror Riyantono Gempol (50) warga asal Ngawi, Jawa Timur telah mengaku jika apa yang dilakukan adalah hanya sebuah kekhilafan.Dari pengakuan Riyantono dihadapan para pemangku Ponpes Ploso dan wartawan jika tindakan yang dilakukan dengan menyebarkan informasi teror yang membuat gempar tersebut semata-mata karena kekhilafan nya.

 

 

," Saya tidak bermaksud melakukan hal hal diluar batas dan terus terang saya khilaf " kata Riyantono sambil sesekali mengusap air mata. 

 

 

" Semua keterangan yang saya berikan ke polisi pada awal laporan saya tidak benar dan itu tidak terjadi pada saya Saya mohon maaf terhadap semua, Romo Yai, dan semua Gus Ponpes Ploso, dan semua Masyarakat Indonesia atas hal ini " ungkapnya.

 

Sementara itu, menanggapi persoalan tersebut pihak Ponpes mengaku jika tidak akan memperpanjang persoalan tersebut, namun pihak mendukung penuh upaya kepolisian dalam merespon secara persoalan tersebut." Kita sudah dengar bersama apa yang dikatakan pak Riyantono atas informasi yang merisaukan tersebut adalah tidak benar, dan kami tidak memperpanjang persoalan tersebut" kata Gus Toif.

 

"sejauh ini kami telah menyerahkan Riyantono kepihak keluarganya dan sejauh ini untuk pendalaman lebih lanjut pihaknya menyerahkan ke Polda Jatim, "ungkap Kapolresta AKBP. Anthon Hariadi saat dikonfirmasi usai Sholat Dhuhur di Masjid Polresta Kediri.(em/ga) 

Read 3265 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us