Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Tuesday, 06 February 2018 06:47

Disdik Kota Kediri Gandeng Polisi Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomadufm.com) -  Munculnya  kejadian penganiayaan terhadap anak dibawah umur, Dinas Pendidikan Kota Kediri berupaya mewujudkan sekolah ramah anak. Pada Selasa (6/2/18) sosialisasikan Sekolah Ramah Anak dengan mengandeng  seluruh kepala sekolah di aula Dinas Pendidikan Kota Kediri dengan kepolisian Polresta Kediri.

 

Titik Susilowati, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri mengatakan, sosialisasi ini untuk mewujudkan suasana sekolah ramah anak. Menurutnya, sekolah ramah anak akan terwujud jika dilakukan secara sinergi bersama pihak kepolisian. 

 

"Peran pihak Kepolisian memang penting guna memberikan sosialisasi tentang permasalahan hukum dikalangan pelajar. Tujuanya, supaya anak-anak dapat memahami resiko jika terlibat dalam kenakalan remaja," kata Titik.

 

Menurutnya, sinergi yang dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi dimasing-masing sekolah dan akan dilakukan secara bersama. Karena, dengan hal ini, anak-anak akan mengetahui resiko dan diharaokan tidak terpengaruh dengan hal negatif.

 

Hal senada juga disampaikan Kasat Binmas Polresta Kediri, AKP Kus Sumardi yang menjadi narasumber. Menurutnya, sosialisasi tentang resiko hukum dan larangan-larangan kenakalan remaja harus terus diberikan ke semua siswa.

 

"Hal yang paling membahayakan adalah pengaruh gadget atau seperti game online. Sebab hal ini dapat memicu tindakan kriminal. Selain itu, pergaulan bebas akan penyalahgunaan internet. Inilah, yang akan terus kami sosialisasikan," kata perwira Polresta Kediri.

 

Dia juga menguraikan, sebenarnya sudah terbentuk keberadaan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sejak 2015 lalu. Namun, hal ini akan lebih solid kalau ditopang dengan pihak kepolisian yang lebih menonjolkan akan permasalahan hukum.(pd/ga) 

 

Read 1622 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us