Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Friday, Feb 09 2018

Kediri ( radiomadufm.com) - - - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyerahkan secara langsung Ijin Mendirikan Bangunan kepada takmir masjid dalam Sosialisasi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk Tempat Ibadah, Jumat (9/2/18) bertempat di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri yang diikuti oleh 150 takmir masjid di Kota Kediri. Saat ini masih 18 masjid maupun musholla yang baru memiliki IMB dari 167 masjid maupun musholla di Kota Kediri.

 

Menurut walikota yang populer disapa Mas Abu ini, sosialisasi ini sangat penting bagi tempat ibadah untuk memiliki IMB agar terhindar dari berbagai permasalahan. Ketika masjid maupun musholla makan dapat didirikan yayasan.

 

"Saya ingin semua masjid atau musholla memiliki IMB. Setelah nanti ada yayasan bisa meminta bantuan dari provinsi maupun pemda," ujarnya.

 

Mas Abu juga telah mempermudah dan menggratiskan untuk pengurusan IMB bagi rumah ibadah. "Saya mohon njenengan semua untuk melengkapi persyaratan-persyaratannya. Saya berikan kemudahan untuk mengurus IMB," ungkapnya.

 

Mas Abu juga menjelaskan saat ini semua musholla di Kota Kediri sudah bersih. Pembangunan musholla ini juga bisa dicover menggunakan dana Prodamas.

 

Dalam kesempatan ini, walikota berusia 37 tahun tersebut juga mengungkapkan bahwa revolusi mental terbaik dilakukan di masjid. Mas Abu menginginkan anak-anak di Kota Kediri memiliki pendidikan dan kesalehan yang berdampingan.

 

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Kediri KH.Abu Bakar Abdul Djalil, Kepala Kemenag Kota Kediri Ahmad Zuhri, Kepala Bagian Kesra Kota Kediri Ardi Handoko dan Kepala DPMPTSP Anang Kurniawan..(sj/ga)

Saturday, Feb 10 2018

Kediri ( radiomadufm.com) - - - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyerahkan secara langsung kunci kepada Sumadji, warga Kelurahan Rejomulyo yang memperoleh bantuan Program Bedah Rumah dari Baznas, Sabtu (10/2/18).

 

Dalam sambutannya  walikota yang akrab disapa Mas Abu ini mengapresiasi program Bedah Rumah dari Baznas ini, karena dapat membantu meringankan beban bagi masyarakat yang tidak mampu di Kota Kediri.

 

Mas Abu menjelaskan, Pemerintah Kota Kediri juga memiliki program semacam ini. Namun yang tidak tercover dapat dicover dengan program dari Baznas ini.

 

"Pemkot memiliki program Rumah Tidak Layak Huni. Namun untuk yang belum tercover bisa dicover melalui program Bedah Rumah ini," ujarnya.

 

Walikota berlatarbelakang pengusaha ini menuturkan bila program dari Baznas ini berasal dari Infaq dan Shodaqoh. "Semoga kedepan Infaq maupun Shodaqoh yang diproleh Baznas semakin meningkat. Sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu," ungkapnya.(sj/ga) 

Friday, Feb 09 2018

Kediri ( radiomadufm.com) - - - Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Asisten, Kabag Pemerintahan Un Achmad Nurdin, Camat Mojoroto M Ridwan, Lurah, LPMK, RT RW dan masyarakat penerima manfaat bansos Prodamas tahun 2018 di Kelurahan Sukorame dan Campurejo, Jum'at (9/2/18).

 

Ning Lik, sapaan akrab Wakil Walikota Kediri ini menyampaikan berkat Prodamas berbagai kegiatan masyarakat bisa terfasilitasi dengan baik.

 

"Hal yang terpenting adalah Prodamas bisa bermanfaat untuk mensejahterakan masyarakat Kota Kediri. Untuk itu saya minta tolong pak Lurah, RT RW dan LPMK untuk menjaga Prodamas agar berjalan dengan baik dan lancar," ujar Ning Lik.

 

Di sisi lain, berselang seusai menjalankan ibadah Shalat Jum'at di Masjid Al Ula Kelurahan Campurejo, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyerahkan secara langsung bantuan sosial dari dana Prodamas di Kelurahan Lirboyo, Bandar Lor, Bandar Kidul, Banjarmlati dan Tamanan.

 

Dalam kesempatan itu, Walikota yang akrab disapa Mas Abu itu menyampaikan terimakasih kepada RT RW yang telah menjalankan Prodamas dengan baik. "Terimakasih panjenengan sudah menjalankan Prodamas selama 3 tahun ini. Saya minta rembug warga harus diikuti semua warga agar hasilnya bisa bermanfaat untuk panjenengan semua," ujarnya.

 

Mas Abu juga mempersilahkan bagi warga yang ingin meminjam barang Prodamas. "Silahkan digunakan dengan baik dan bijak. Kalau punya acara mau pinjam kursi, sound system Prodamas silahkan. Asal dijaga dan digunakan dengan baik-baik," terang Mas Abu kepada warga.

 

Terakhir, Mas Abu berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga keharmonisan dan suasana kondusif di Kota Kediri agar program-program yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kota Kediri dapat berjalan dengan baik dan membawa keberkahan kepada masyarakat Kota Kediri," ujarnya.

 

Perlu untuk diketahui, dalam penyampaian bansos Prodamas hari ini total penerima manfaat berjumlah 482 penerima manfaat di Kelurahan Sukorame, 226 penerima manfaat di Kelurahan Campurejo, 1349 penerima manfaat di Kelurahan Lirboyo, 314 di Kelurahan Bandar Lor, 182 penerima manfaat di Kelurahan Bandar Kidul, 380 penerima manfaat di Kelurahan Banjarmlati dan 382 penerima manfaat di Kelurahan Tamanan.(sj/ga)

Friday, Feb 09 2018

Kediri (radiomadufm.com) - - - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar membuka Sosialisasi Transaksi Non Tunai kepada 550 guru Madin, TPQ/TPA dan sekolah minggu, Jum'at (9/2/18) di Aula Dinas Pendidikan. Memang di tahun 2018 ini insentif guru Madin, TPQ/TPA dan sekolah minggu akan diberikan secara non tunai melalui PD.BPR Kota Kediri.

 

Dalam sambutannya, walikota muda berusia 37 tahun ini mengungkapkan tahun ini ada perubahan semua transaksi dilakukan secara non tunai.

 

"Untuk itu panjenengan semua dikumpulkan karena ada perubahan dalam pemberian insentif akan diberikan secara non tunai," ujarnya.

 

Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini juga mengungkapkan bahwa tahun 2018 insentif bagi guru Madin, TPQ/TPA, dan sekolah minggu dinaikkan dari 250ribu menjadi 300ribu. Tentunya dengan naiknya insentif ini, guru Madin, TPQ/TPA, dan sekolah minggu memiliki metode belajar yang semakin berkembang.

 

Mas Abu juga menghimbau agar guru Madin, TPQ/TPA, dan sekolah minggu memiliki program belajar yang baik dan memiliki target dalam mengajar. Apalagi dalam era globalisasi ini kenakalan remaja semakin membahayakan.

 

"Disini kita harus mengambil peran. Saya ingin anak Kota Kediri itu pintar dan memiliki kesalehan. Jadi pendidikan umum dan pendidikan agamanya berjalan beriringan," ungkapnya.

 

Dalam kesempatan ini, Mas Abu juga mengimbau agar guru Madin, TPQ/TPA, dan sekolah minggu terus berkomunikasi dengan orang tua. Agar anak menerapkan ilmu yang didapat dari Madin, TPQ/TPA, dan sekolah minggu di rumah.

 

Dalam kesempatan ini hadir Kepala Dinas Pendidikan Siswanto, Direktur PD.BPR Kota Kediri Sugianto dan perwakilan dari Kantor Kementrian Agama Kota Kediri.(sj/ga) 

Wednesday, Feb 07 2018

Kediri ( radiomadufm.com) - - - Perdana di tahun 2018, Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) kembali lagi memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Kediri. Siang ini, Wakil Walikota Kediri menyerahkan bantuan sosial dari dana Prodamas di Kelurahan Jamsaren. 

 

Disampaikannya, program prodamas memang diperuntukkan oleh masyarakat paling bawah sesuai dengan kesepakatan warga melalui rembug warga. Ning Lik, sapaan akrab Wakil Walikota Kediri ini kembali mengingatkan warga untuk terus melakukan rembug warga dalam menjalankan Prodamas.

 

"Saya minta tolong Prodamas benar-benar di kawal dengan baik. Tolong bantu bapak ibu RT RW agar jangan sampai ada warga kurang mampu di Kota Kediri yang tidak terbantu oleh Prodamas," titip pesan Ning Lik kepada masyarakat Kelurahan Jamsaren.

 

Lebih lanjut, Ning Lik minta masyarakat untuk turut mendo'akan agar program-program Pemerintah Kota Kediri bisa selalu bersinergi dan bermanfaat untuk masyarakat Kota Kediri.

 

Hadir dalam penyampaian bansos Prodamas Kelurahan Jamsaren, Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Camat Pesantren Eko Lukmono Hadi, Lurah Jamsaren Zaki Zamani dan masyarakat penerima manfaat. (sj/ga) 

Tuesday, Feb 06 2018

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Terjangan Air Bah dialiran Sungai Brenggolo membuat Satu orang santri dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri ditemukan mati tenggelam di Sungai Dusun Gedangan, Desa/Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri itu. Sejauh ini satu teman sesama santri kini dalam pencarian. Peristiwa nahas ini terjadi, sekitar pukul 15.30 WIB. Korban adalah Ari Sulistyo (26) asal Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dan Kusuyi (23) asal Kabupaten Gresik. 

 

Ari Sulistyo masih dalam proses pencarian, sedangkan Kuyusi ditemukan dalam keadaan sudah mati.

 

Awalnya, empat orang santri, yakni Ari Sulistyo, Kusuyi, Lukayi, dan Junaidi datang ke rumah Lukman di Dusun Gedangan. Mereka ingin melihat berbagai jenis ikan milik Lukman.

 

Sesampai di tujuan kebetulan saksi Lukman tidak ada di rumah. Dia sedang mengail ikan di Sungai Brenggolo yang berada di belakang rumahnya.

 

Selanjutnya korban menyusul ke sungai. Saat itulah korban memang sudah mempunyai niat untuk mandi di bendungan atau dam yang kebetulan arus sungai kecil.

 

Tidak lama saat korban mandi, ternyata datang  Air Bah dari arah pegunungan hingga menyeret tubuh keduanya dan tidak dapat menyelamatkan diri.

 

Kedua temannya, Lukayi dan Junaidi, berhasil menyelamatkan diri. Kemudian mereka melaporkan kejadian itu kepada warga setempat, yang akhirnya diteruskan ke Polsek Mojo.

 

Bersama warga, petugas melakukan pencarian sepanjang aliran Sungai Brenggolo. Akhirnya petugas berhasil temukan Kusuyi dalam keadaan meninggal dunia. Jenazahnya langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara, Kota Kediri.

 

Kepala BPBD Kabupaten Kediri Rendy Agatha mengaku, masih melakukan assasment di lokasi. Pihaknya bersama masyarakat berusaha mencari keberadaan salah satu korban yang kini masih hilang.(ms/ga)

Monday, Feb 05 2018

Kediri  ( radiomadufm.com ) --- Pembuang bayi akhirnya dapat diamankan Polsek Pare.Bayi laki-laki tersebut ditemukan di bawah pohon mangga, Rabu (29/11/17) pagi lalu. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 03.45 WIB.Saat ini T (24) ibu muda pembuang bayi kandungnya. Perempuan asal Dusun Mulyorejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri ini baru saja diamankan polisi dari rumahnya.

 

Tersangka T mengaku, buah hatinya lahir di tangan dirinya sendiri. Dia melakukan persalinan di kamar mandi. Diakui T, apabila dia hamil di luar nikah, karena melakukan hubungan gelap (hugel).

 

"Motif pelaku membuang bayinya karena merasa malu. Dia hamil diluar nikah. Untuk menutupi rasa malunya, kemudian pelaku melakukan persalinan sendiri di kamar mandi, kemudian membuang buah hatinya tak jauh dari rumahnya," terang Kapolsek Pare AKP Mustakim.

 

 

Sebelumnya bayi ditemukan oleh Ramidi (45) warga setempat hendak menuju masjid di dekat rumahnya. Dia mendengar suara tangisan bayi. Karena penasaran, dia mencari sumber suara tersebut.

 

Suara tangisan bayi tersebut berasal dari pekarangan kosong. Ternyata benar, bayi tergeletak di dekat pohon mangga pekaran milik Sony. 

 

Saksi mengetahui kondisi bayi tersebut masih terdapat ari-ari. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke perangkat desa. Untuk merawat kondisi bayi tersebut pihak pamong langsung membawa ke bidan setempat. 

 

 

Petugas Unit Reskrim Polsek Pare berusaha mengungkap kasus pembuangan bayi ini. Setelah menelurusi dan mengambil keterangan para saksi selama kurang lebih dua bulan, akhirnya polisi berhasil mengungkapnya.(pr/ga)

Friday, Feb 02 2018

Kediri (radiomadufm.com)  ----Aksi unjuk rasa menuntut pembatalan pengangkatan perangkat desa di seluruh Kabupaten Kediri massa dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi(GERAK) dan Aliansi Ormas - LSM Kediri Raya (ALOKA) meluruk Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD).Puluhan massa bergerak usai mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Kediri.

 

Di kantor BPMPD yang berada di komplek Pendopo Kabupaten Kediri massa melakukan penyegelan. Mereka memasang rantai bergembok di pagar pintu gerbang dan poster bertuliskan bahwa kantor telah disegel. 

 

"Kami menemui bapak Satirin tidak bisa, akhirnya kami menyegel kantor BPMPD sebagai wujud protes keras terhadapnya. Sebab, BPMPD adalah pihak yang paling bertanggung jawab dalam rekrutmen perangkat desa serentak di Kabupaten Kediri ini," tegas Irham Abimanyu, Jumat (2/2/18).

 

Aksi penyegelan secara simbolis ini sempat dihalang-halangi oleh Satpol PP yang melakukan pengamanan. Tetapi massa mengabaikan. Mereka tetap memasang rantai bergembok di pintu gerbang. Massa juga membentangkan poster panjang berisi tentang aturan huku dalam proses pengangkatan kepala desa. 

 

Massa menuntut supaya pengangkatan perangkat desa dibatalkan, karena dianggap cacat hukum. Peraturan daerah (perda), peraturan bupati (perbup) dan peraturan desa (perdes) yang mengatur tentang mekanisme atau prosedur pelaksanaan proses penangkatan perangkat desa banyak yang tidak sesuai dengan Undang-Undang tentang Desa, PP Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Tahun 2015 dan direvisi tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

 

 

Sebelumnya, puluhan massa dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) dan Aliansi Ormas - LSM Kediri Raya (ALOKA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Kediri, Jumat (2/2/18). Mereka menuntut pembatalan seluruh proses pengangkatan perangkat desa di Kabupaten Kediri karena dinilai cacat hukum.

 

Kordinator aksi menilai, salah satu kekisruhan tes perangkat ini terjadi di Desa Lamong, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Dimana, meskipun peraturan desa (perdes) belum jadi, tetapi rekrutmen tetap dijalankan. Dia menuding di desa-desa lain yang menyelenggarakan rekrutmen sebanyak 52 desa ditengarai sama. 

 

"Contoh pada pasal 15, dimana ujian seharusnya dilaksanakan di kantor desa, atau kecamatan. tetapi di perdes tersebut tidak demikian. Ujian perangkat desa digelar serentak di Kabupaten Kediri. Menurut saya itu adalah kesalahan yang fatal," kecamnya. 

 

Menurutnya, kesalahan tersebut disengaja dan menjadi titik awal kecurangan. Karena kesepakatan awal tersebut, ujian, koreksi sampai pengumuman yang seharusnya dilaksanakan di tempat ujian (di desa atau di kecamatan), justru diadakan serentak di Simpang Lima Gumul (SLG) Kabpaten Kediri. Dan masyarakat atau peserta hanya bisa mendengarkan atau mengenai jumlah nilai tes mereka.  Prosedur yang dilanggar tersebut juga bertentangan dalam pasal 13. Dimana, rekrutmen perangkat desa seharusnya dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan bebas KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) justru diabaikan.

 

Massa tidak berhasil menemui Kepala BPMPD Kabupaten Kediri Satirin. Agung Joko Retmono, selaku Kepala Satpol PP setempat, mengatakan bahwa yang bersangkutan sedang tidak ada ditempat. Massa akhirnya membubarkan diri, tetapi mereka mengancam akan melaporkan kecurangan dalam pengangkatan perangkat desa ini ke Kejaksaan Negeri Ngasem, Kabupaten Kediri.(pd/ga)

Page 1 of 19

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us