Tuesday, Mar 03 2015

Tulungagung (radiomadufm.com), Ribuan rumah keluarga miskin (gakin) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, hingga saat ini, belum menerima fasilitas penerangan listrik akibat kondisi geografis pemukiman serta faktor ekonomi.


 

"Untuk yang sudah kami ajukan saja ada sebanyak 2.870 KK untuk mendapat  jatah pemasangan instalasi listrik dari PLN," ungkap Kabid ESDM Dinas Pengairan dan Sumberdaya Energi Mineral Kabupaten Tulungagung, Harinto Triyoso di Tulungagung, Senin.

Ia tak merinci jumlah keseluruhan rumah tangga yang belum mendapat akses listrik. 

Namun mengacu data ajuan yang belum terakomodasi serta daftar tunggu, jumlahnya dia pastikan mencapai ribuan.

"Sampai saat ini kami terus menerima keluhan dari masyarakat yang ingin mendapat akses listrik," ujarnya.

Masalahnya, lanjut dia, kewenangan bidang energi dan mineral dinas pengairan dan ESDM di daerah telah dipangkas sejak 2 Oktober 2014.

Sebagai gantinya, kebijakan terkait energi dan mineral dikendalikan langsung oleh dinas tingkat provinsi.

"Bagaimanapun kami berharap agar bupati juga melakukan langkah untuk
kepentingan warganya yang belum memperoleh akses terhadap listrik," harapnya. 

Menurut Rinto, mayoritas rumah tangga yang belum teraliri listrik mayoritas berada di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung yang lokasinya bergunung-gunung.

Ada empat kecamatan yang mendominasi, antara lain Kecamatan Kalidawir, Tanggunggunung, dan Sendang.

Di Kecamatan Kalidawir, misalnya, keterbatasan akses energi untuk penerangan banyak disiasati warga dengan menggunakan meteran listrik bersama.

Caranya, beberapa rumah menyambung listrik secara gotong royong dengan menggunakan satu titik meteran yang dipasang di salah satu rumah warga terdekat dengan tiang/gardu listrik.

Pemandangan ini setidaknya terlihat di Desa Kalibatur dimana ada sekitar 480 KK di lima dusun yang sementara ini terpaksa berkelompok untuk menggunakan listrik bersama.

"Kami sudah ajukan agar 480 KK ini bisa mendapat sambungan listrik secara langsung," ujar Sokir, salah satu tokoh warga Desa Kalibatur.

Sokir mengatakan, dia dan warga sudah membuat proposal terkait pengajuan aliran listrik pedesaan ke dinas PU Pengairan dan ESDM sejak November 2014, namun hingga kini belum terakomodasi/terealisasi. (antara)

Sunday, Mar 01 2015

Magelang (radiomadufm.com), Ratusan seni tradisi dengan beragam kelompoknya sampai saat ini masih hidup dan berkembang di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kesenian tersebut masih tetap bertahan karena pelakunya terus mengembangkan diri dan memiliki anak muda sebagai penerusnya.  



Menurut Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Abbet Nugroho, sebagai salah satu upaya untuk tetap menjaga kesenian-kesenian tersebut, Lesbumi menampilkan mereka pada kegiatan bertajuk “Festival Seni Budaya untuk Revolusi Mental” di parkiran Candi Borobudur, pada Sabtu, (28/2).

Pada kesempatan itu, Abbet menyebut sekitar 500 seniman pemuda dan pemudia  di Magelang yang ikut terlibat, mulai dari seni tari kolosal, lukis, wayang, gerabah, patung, dan lain-lain. “Magelang salah satu penyangga budaya nusantara,” ungkapnya. 

Di Magelang, agama dan seni tradisi berjalan seiring tanpa saling menegasikan. Secara khusus Abbet mengapresiasi pesantren Tegalrejo yang diasuh KH Yusuf Chudori yang aktif turut mendukung keberadan ragam seni budaya tersebut. 

Lebih lanjut, Abbet mengatakan, pemuda tulang punggung bangsa. Karenanya  mereka harus diisi di segala sektor, tak hanya olahraga, tapi juga seni budaya. “Maka tidak berlebihan mulai hari ini, event ini bisa dilakukan tiap tahun,” harapnya. 

Festival yang dibuka dengan pukulan bedug Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi tersebut dihadiri Ketua Pengurus Pusat Lesbumi Al-Zastrouw Ng, pengasuh Pesantren Tegalrejo KH Yusuf Chudori, perwakilan dari PCNU dan GP Ansor Magelang.  

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Pengurus Pusat Lesbumi dan Pengurus Cabang Lesbumi Magelang. (NU Online)

Sunday, Mar 01 2015

 

 

 

 

Banyuwangi (radiomadufm.com), Baksos Kesehatan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Banyuwangi memasuki pelaksanaan di titik ketiga dari lima titik kegiatan yang direncanakan. Pada kegiatan yang berlangsung di pesantren Minhajut Thulab, Sumber Beras, Muncar, Banyuwangi, Sabtu (28/2), ribuan pasien tampak mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis. Mereka yang tidak mendapatkan kupon panitia, bisa membawa KARTANU.

Saturday, Feb 28 2015

Kediri (radiomadufm.com), Karena dinyatakan tidak memenuhi persyarat tehnis berkendaraan di jalan raya , kendaraan modifikasi becak bermotor dilarang beroperasi di Kabupaten Kediri – Jawa Timur , mulai 1 Maret 2015 besok . Polisi mengancam akan menertikan seluruh becak bermotor , apabila diketahui masih berada di jalan raya .



Polres Kediri akan menertiban seluruh kendaraan modifikasi berupa becak bermotor , mulai 1 Maret 2015 besok . Penertiban kendaraan angkutan umum ini karena dinyatakan tidak memenuhi syarat tehnis berkendaraan di jalan raya . Tetapi , rencana penertiban tersebut menuai protes dari para tukang becak bermotor .

Menurut salah seorang pengemudi becak bermotor , rencana penertiban yang akan dilakukan petugas kepolisian terlalu berlebihan . Sebab , mereka hanya sekedar ingin mencari makan . Pengemudi becak bermotor terpaksa memodifikasi alat angkutnya, karena saat ini tidak mampu mengayuh becak.
 
“Becak bermotor merupakan kendaraan angkutan umum yang dimodifikasi , tetapi tidak memenuhi tehnis kelayakan . Oleh karena itu , becak bermotor akan ditertibkan dari jalan raya , untuk keselamatan masyarakat .” Kanit Bina Operasional satuan lalu-lintas Polres Kedir Iptu Bowo.

Berbagai langkah telah dilakukan jajaran Polres Kediri untuk melarang beroperasinya becak bermotor di jalan raya . Petugas sudah melakukan langkah preventif berupa sosialisasi . Petugas memberikan deadline waktu hingga 1 Maret besok . Apabila masih ada becak bermotor yang beroperasi di jalan akan dilakukan penertiban .
 
Untuk diketahui , selama ini ada beberapa titik mangkal para abang becak mesin ini diantaranya di depan RSUD Pelem Pare, di TMP di Alun Alun Pare dan beberapa lokasi lainnya. Jajaran kepolisian berharap, para abang becak bermesin ini mematuhi peraturan yang ada.

Sesuai pantauan di lapangan, ada dua jenis becak bermesin, yakni dari diesel selepan dan bekas sepeda motor. Berdasarkan data yang masuk sementara di Kepolisian di Kecamatan Pare ada 80 tetapi dalam waktu dekat polisi bakal mendata kembali. (vaisal ardinata)

Saturday, Feb 28 2015

Tulungagung (radiomadufm.com), Untuk mengantisipasi adanya aksi begal jalanan diwilayah kabupaten Tulungagung, jajaran kepolisian polres Tulungagung malakukan razia besar-besaran disejumlah jalan poros dini hari tadi (27/02). Hasilnya, polisi mengamankan satu kendaraan sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.


 

Meningkatnya kasus kejahatan jalanan atau aksi begal dan jambret yang mengancam keselamatan warga pengguna jalan, membuat jajaran kepolisian polres Tulungagung gencar melakukan razia di sejumlah ruas jalan poros di wilayah kabupaten Tulungagung.

Razia yang difokuskan kepada pengendara roda dua ini, bertujuan untuk menekan ruang gerak pelaku kejahatan jalanan. Dalam razia ini, olisi melakukan pemeriksaan barang bawaan milik pengguna kendaraan roda dua.

Bagi pengendara yang kedapatan membawa senjata tajam, atau senjata api dan narkoba akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kaur bin ops satlantas polres Tulungagung aiptu sumaji mengatakan, selain melakukan pemeriksaan dalam razia ini polisi juga melakukan penilangan kepada pengendara yang tidak mempunyai kelengkapan .

Hasilnya, polisi mengamankan satu unit kendaraan sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan. (vaisal ardinata)

Saturday, Feb 28 2015

 

 

 

Tulungagung (radiomadufm.com), Sejumlah desa di perbatasan Kabupaten Tulungagung dan Blitar, Jawa Timur, diterjang angin puting beliung sehingga menyebabkan belasan rumah dan fasilitas umum rusak parah, Senin petang.

Saturday, Feb 28 2015

Jombang (radiomdsfm.com), Ratusan pasien melakukan pengecekan terhadap hasil operasi katarak gratis yang pernah diselenggarakan di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang. Jadilah pertemuan tersebut menjadi ajang reuni antarpasien dengan sejumlah relawan.



Halaman RSNU Jombang selama dua hari menjadi lokasi pemeriksaan pasca operasi katarak. Kegiatan yang diprakarsai Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT), Perhimpunan Indonesia Tionghoa atau INTI, serta RSNU ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang diselenggarakan dari tanggal 23 hingga 27 Januari lalu.

"Istilah medisnya adalah cataract surgical outcome monitoring," kata Nizar Rafi Almuttaqin dari LSPT, Jumat (27/2/).

"Setidaknya ada 588 pasien yang melakukan pengecekan pasca operasi," tambah pria kelahiran Jakarta, 13 Agustus 1992 ini. Mereka adalah pasien yang telah berhasil melakukan operasi katarak sebulan lalu, lanjutnya.
 
Kegiatan yang berlangsung sejak jam 08.00 WIB ini menurunkan relawan sebanyak 30 mahasiswa dari Stikes Icme, juga dari Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), puluhan staf LSPT, 5 mahasiswa STAIN Kediri, 6 dari INTI serta dokter Fatin Hamamah.
 
"Kami dapat merasakan bangga atas suksesnya pelaksanaan operasi katarak bulan lalu," kata Nizar, sapaan akrabnya. Hal ini dapat terlihat dari wajah sumringah yang dipancarkan para pasien dengan mengabarkan perkembangan penglihatannya yang semakin baik, lanjutnya.
 
"Prinsipnya, kegiatan operasi katarak yang diselenggarakan akhir bulan kemarin berjalan lancar dan para pasien bisa melihat kembali secara normal," kata Bapak Soewandi dari INTI.
 
Kegiatan ini hanya sebagai sarana untuk memonitor dari operasi yang dilakukan sebelumnya. "Bila tidak ada masalah, maka pasien bisa langsung pulang," tandas Nizar. "Namun kalau ternyata masih ada masalah, maka akan dilakukan pemeriksaan ulang oleh dokter yang ada," ungkapnya.
 
"Bagi pasien yang ternyata ada masalah dengan hasil operasi, maka disarankan untuk melakukan perawatan di RSNU," katanya. Dan selanjutnya, masih kata alumnus Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy'ari ini, para pasien akan dirawat oleh RSNU.
 
Kegiatan ini seakan menjadi "reuni" antara para relawan dan dokter dengan sejumlah pasien katarak. Tidak sedikit dari pasien yang mengajak foto bersama sejumlah relawan sebagai bentuk terimakasih atas jerih payah menyelenggarakan kegiatan ini.
 
Dalam pantauan media ini, tampak para pasien terlihat saling berbagi pengalaman kebahagian, cerita penuh haru yang disampaikan kepada relawan. "Alhamdulillah dan terimakasih," kata Ibu Musinah yang mengantar Sutiono, anaknya yang masih berusia 9 tahun dengan wajah berbinar. (NU Online)

Saturday, Feb 28 2015

 

 

 

Kediri (radiomadufm.com), Dua hari berada di tempat pengungsian, para pengungsi korban tanah longsor di Kabupaten Kediri - Jawa Timur mengeluhkan layanan kesehatan . Pengungsi sakit terpaksa berobat mandiri karena posko kesehatan belum berdiri .

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us