Tuesday, Feb 03 2015


Kediri (radiomadufm.com), Kawanan sindikat pencuri motor beraksi di tempat praktek dokter Setiawan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri - Jawa Timur.

Pelaku berjumlah lebih dari dua orang berhasil membawa kabur sepeda motor korban, setelah berpura-pura menjadi pasien. Akibat kejadian itu, korban menanggung kerugian jutaan rupiah.

Friday, Jan 30 2015

 

 

 


Kediri (radiomadufm.com),Wabah penyakit demam berdarah yang menyerang masyarakat di Kabupaten Kediri - Jawa Timur langsung mendapat perhatian serius dari Pemda setempat.  Pemkab Kediri, melalui petugas di Puskesmas melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah kawasan endemis demam berdarah.

Thursday, Jan 29 2015


Kediri (radiomadufm.com), Petugas Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kediri menemukan banyak daging sapi yang dijual dengan kadar air di atas ambang batas dalam inspeksi mendadak di pasar tradisional Setono Betek, Rabu (28/1/2015).


 

Kebanyakan daging yang diperjualbelikan tersebut juga tidak melalui rumah potong hewan yang resmi.  Namun petugas hanya memberikan himbauan, tanpa sanksi kepada para penjual.

Dalam sidak, petugas menggunakan alat meat mouisture.  Alat ini untuk mengukur kadar air dalam daging.  Selain itu,  alat tersebut juga dapat mendeteksi adanya virus maupun bakteri penyebab penyakit di dalam kandungan daging sapi.

Petugas menemukan sejumlah pedagang yang memperjual-belikan daging dengan kadar air tinggi,  melebihi ambang batas. Daging tersebut ditengarai karena daging sembelihan dan disimpan dalam mesin pendingin.  Daging-daging tersebut kebanyakan tidak melalui proses pemotongan di rumah potong hewan.

Kepala  Dispertan Kota Kediri  mengatakan,  sidak dilakukan untuk mengantisipasi peredaran daging gelonggong dan daging terinvesi penyakit anthrax.  Sejumlah daging ditemukan dalam kadar air melebihi ambang batas 70-75 persen.  Daging tersebut berkadar air antara 80-82 persen.(vaisal ardinata)

Thursday, Jan 29 2015

Kediri (radiomadufm.com), Status kepemilikan Gunung Kelud sampai sekarang masih menjadi teka-teki, baik dari sejumlah elemen mulai dari rakyat hingga pejabat.  Perebutan wilayah antara  Pemerintah Kabupaten Kediri dengan pemerintah Kabupaten Blitar berpotensi menimbulkan gesekan.  


 

Bahkan, kalau sejumlah pihak berwenang kurang sigap dalam  menanggapi hal ini,  maka berpotensi terjadi konflik horizontal.

Terkait hal ini,  jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0809 Kediri mulai  mengantisipasinya. Sejumlah personil sudah disiagakan, baik dengan pola  pengamanan terbuka dan tertutup.  

Menurut Komandan Kodim 0809 Letkol Infrantri Purnomosidi, potensi konflik  walaupun kecil pasti ada. Untuk itu,  pihaknya sudah mengambil tindakan preventif  berupa sosialisasi dan himbauan agar masyarakat tenang.  

Untuk pengamanan terbuka, pihaknya mengoptimalkan peran Babinsa, sedangkan pengamanan tertutup dengan menempatkan intelegen.

Sementara itu, dari kalangan DPRD Kabupaten Kediri meminta agar Pemkab Kediri  menghentikan segala proses penganggaran yang berkaitan dengan infrastruktur Gunung Kelud.  

Alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kediri sebesar Rp 1 milyar yang sudah digedok, diminta dewan supaya dialihkan ke objek wisata lain.

Status kepemilikan Gunung Kelud kembali menjadi sengketa paska dicabutkan SK Gubernur Jawa Timur.  Sejauh ini pemerintah Kabupaten Kediri masih pasif, dan  beralasan belum menerima surat tembusan dari pemerintah propinsi.(vaisal ardinata)

Thursday, Jan 29 2015


Trenggalek (radiomadufm.com), Seluruh Kepala Desa (Kades) beserta perangkatnya yang ada di Kabupaten Trenggalek melakukan aksi unjuk rasa di depan pendopo Kabupaten Trenggalek  dan di depan kantor DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (27/1/2015).


 

Ribuan perangkat desa se-Kabupaten Trenggalek ini unjuk rasa di jalan raya depan pendopo daerah setempat dan DPRD, menuntut pencabutan PP no. 43/2014 yang mengatur kesejahteraan dan penghasilan tetap perangkat, karena dinilai tidak memihak kepentingan mereka.

Aksi yang berlangsung mulai pukul 10.00 wib itu sempat memicu kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan protokol tersebut. Didukung seperangkat sound sistem yang diangkut menggunakan sebuah truk,  massa yang datang dari berbagai penjuru daerah mengendarai sepeda motor sempat berkonvoi dari titik pemberangkatan di stadion Menaksopal menuju halaman pendopo Kabupatenm, serta DPRD setempat.

Unjuk rasa yang berlangsung kurang lebih dua jam itu sempat membuat Bupati Trenggalek  Mulyadi kewalahan meladeni permintaan perangkat saat menanggapi aspirasi warganya tersebut.

Kendati sebenarnya telah disiapkan forum dialog resmi di dalam pendopo kabupaten bersama perwakilan kades dan perangkat, kegiatan itu akhirnya batal digelar karena massa yang terdiri dari anggota Asosiasi Kepala Desa (AKD) dan Persatuan Perangkat Desa (PPD) memilih berorasi di luar.

Alasan perangkat desa demo, karena ribuan hektar tanah bengkok yang selama ini dinikmati para kepala desa dan perangkat desa yang tersebar di 152 desa se-Kabupaten Trenggalek bakal diserahkan ke pemerintah. Kades maupun perangkat desa hanya akan mendapat pemasukan dari gaji yang telah diatur pemerintah.

“Kalau bengkok dimasukkan dalam kategori APBDES sebagaimana yang ada dalam pasal 100,   maka hak perangkat akan bengkok jadi hilang. “Padahal maksimal anggaran untuk gaji pegawai maksimal 30 persen,” ujar mereka.

PPDI berharap,   urusan bengkok tidak diatur oleh pemerintah pusat, melainkan diserahkan ke masing-masing daerah. Untuk itu, PPDI harus mengritisi pasal 100. Jika hal itu tidak dikritisi dan telanjur diterapkan, maka kerugian akan diterima kades dan perangkat, meskipun dimungkinkan adanya judicial review.

Kalau tuntunya mereka tidak dipenuhi, mereka akan mengajak demo di Istana Negara di Jakarta.(vaisal ardinata)

Thursday, Jan 29 2015

Harga-harga melonjak dirasakan pedagang sayur

Kediri (radiomadufm.com), Harga komoditas sayuran di beberapa Pasar Tradisional di Kota Kediri mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabe rawit yang menembus angka Rp 100 ribu per kilogram.


 

Cuaca buruk dan masuknya sejumlah jenis sayur dari luar daerah ditengarai menjadi pemicu lonjakan harga sayuran Ini.

Harga cabe rawit sebesar Rp 100 ribu per kilogram ini,  naik dari sebelumnya Rp 75 ribu per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada tomat yang sebelumnya Rp 4 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 6 ribu per kilogram.

Harga wortel yang semula Rp 8 ribu perkilogram kini menjadi Rp 10 ribu per kilogram, dan kacang panjang yang sebelumnya Rp 4.500 per kilogram, kini menjadi Rp 5.500 per kilogram.

Salah seorang pedagang mengaku, kenaikan komoditas sayuran, khususnya cabe rawit dipengaruhi oleh cuaca hujan yang turun sejak pertengahan Desember 2014. Cabe lokal nyaris tidak ada, dan pasokan cabe ke pasar berasal dari wilayah Kabupaten Blitar.  

Sementara itu, untuk cabe besar justru mengalami penurunan dari harga Rp 75 ribu per kilogram kini menjadi Rp 60 Ribu per kilogram.

Lonjakan harga sayuran khususnya cabe menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Bahkan,  pembeli yang berasal dari pedagang makanan mengaku,  terpaksa beralih membeli cabe busuk yang sudah dikeringkan untuk menekan biaya produksi. 

Menurut pembeli, kenaikan harga cabe sangat memberatkan, dan perlu mendapat penanganan dari pemerintah.

Tingginya harga komiditas sayuran terlebih cabe rawit ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga memasuki akhir bulan penghujan. Mengingat saat ini intensitas hujan yang turun di wilayah Kediri dan sekitarnya masih tinggi, dan petani lokal belum saatnya musim panen.(vaisal ardinata)

Thursday, Jan 29 2015

Kediri (radiomadufm.com), Karena sering terjadi keributan antar penghuni kos, petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),  TNI dan Polres Kediri kota melakukan razia ke sejumlah rumah kos di Kota Kediri.


 

Razia ini dilakukan untuk menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat yang resah, karena banyak penghuni kos yang bercampur dan kerap berbuat onar.

Razia difokuskan pada kawasan hunian kos di wilayah Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Petugas memeriksa dokumen pendirian tempat kos,  mulai dari surat izin mendirikan bangunan (IMB),  izin gangguan (HO) serta data identitas dari penghuni kos.

Dalam razia tersebut, tidak ditemukan penghuni yang mencurigakan maupun pemilik yang tidak mengantongi izin. Namun, petugas mengultimatum, kepada pemilik kos agar selektif dalam menerima calon penghuni, serta melakukan pengawasan secara baik.

Sementara itu, sejumlah warga di lingkungan tersebut mengakui sering terjadi keributan, karena pemilik kos umumnya tidak melakukan pengawasan secara ketat.

Menurut warga,  keributan yang terjadi mulai dari perkelahian, hingga tindak  asusila yang melibatkan penghuni kos.

Petugas berjanji akan terus melakukan berbagai monitoring hingga tindakan tegas, apabila nanti ditemukan penghuni yang terbukti menjadi biang onar, petugas juga tidak segan-segan menindak pemilik kos yang tidak mengantongi izin serta menerima penghuni kos mencurigakan.(vaisal ardinata)

Monday, Jan 26 2015



Tulungagung (25/1) - 
Penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto beberapa hari lalu oleh Bareskrim Mabes Polri memancing reaksi sebagian masyarakat Tulungagung. Dukungan untuk KPK pun terus mengalir salah satunya puluhan Rapper yang tergabung dalam Tulungagung Hip Hop Community (THC). 


 

Mereka menggelar aksi dukungan Save KPK kemarin di Jl. R.AKartini tepatnya di depan jalan masuk ke Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Mereka menilai Bareskrim Mabes Polri yang menangkap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto sebagai bentuk untuk melemahkan KPK.

Dalam aksinya anggota THC dan Rapper membagikan pamflet dukung KPK berisi ajakan kepada masyarakat Tulungagung untuk bersama – sama mendukung KPK dan mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi. 

Selain itu mereka juga menggelar aksi break dance yang sempat menarik perhatian masyarakat sekitar dan juga akan menggelar konser setengah tiang Save KPK ini sebagai wujud dukungan kepada KPK dalam memberantas KKN(Radio Madufm)

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us