Sunday, Apr 05 2015

 

 

 

Kediri (radiomadufm.com), Aparat Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, menahan seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi swasta di kota ini, karena terlibat dalam jaringan penjualan narkotika jenis sabu-sabu.

Friday, Apr 03 2015

 

 

 

Kediri (radiomadufm.com), Aparat Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, menembak enam orang pelaku kejahatan pencurian yang merupakan sindikat antarprovinsi.

Thursday, Apr 02 2015

 

 

 

 

Tulungagung (radiomadufm.com), Ratusan benda cagar budaya di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur terancam punah/hilang ataupun rusak akibat lemahnya pengawasan dan minimnya perawatan dari lembaga terkait, sehingga berpotensi dicuri ataupun dirusak oknum warga yang tidak bertanggung jawab.

Thursday, Mar 26 2015

Tulungagung (radiomadufm.com), Eksekusi tanah dan bangunan oleh juru sita Pengadilan Negeri Tulungagung, Rabu berlangsung ricuh setelah keluarga yang telah dinyatakan kalah dalam sidang perdata di Pengadilan Tinggi Jatim, melakukan upaya perlawanan.



Antara di Tulungagung melaporkan, kericuhan terjadi setelah keluarga Karmijan yang menempati bangunan rumah di Desa Loderesan, Kecamatan Kedungwaru menyerang sejumlah polisi yang mengawal jalannya eksekusi.

"Kami dan petugas kepolisian yang mengawal jalannya eksekusi hanya menjalankan amar putusan banding Pengadilan Tinggi Jatim. Jadi rumah ini harus dikosongkan," kata juru sita Pengadilan Negeri Tulungagung, Supiadi di sela proses eksekusi.

Karena berupaya menghalangi proses eksekusi, sejumlah petugas dari unsur kepolisian dan TNI kemudian menangkap Karmijan dan beberapa anggota keluarganya secara beramai-ramai.

Mereka kemudian dikeluarkan secara paksa dari dalam rumah yang menjadi obyek eksekusi sebelum kemudian mengeluarkan seluruh barang yang ada di dalam bangunan berbentuk joglo tersebut.

Supiadi menjelaskan, sengketa tanah dan rumah yang melibatkan bapak dan anak ini berawal saat Karmijan menjual rumah dan tanah seluas 756 meter persegi kepada anak ketiganya, Sri Utami, tanpa ada kesepakatan tiga anaknya yang lain. 

Penguasaan tanah pada salah satu anak tersebut menyebabkan pembagian hak waris tidak bisa dilakukan karena kepemilikan telah berpindah tangan.

"Tiga anaknya yang lain tidak terima karena menganggap mempunyai hak waris atas rumah dan tanah tersebut. Namun dalam proses persidangan, pengadilan (majelis hakim) akhirnya memenangkan pihak tergugat Sri Utami selaku pemilik sah asset tanah dan bangunan tersebut," terangnya.

Karmijan bersama tiga anaknya melakukan gugatan hukum ke pengadilan pada 2009.

Namun baru pada 2014 Pengadilan Tinggi Jawa Timur memenangkan pihak tergugat Sri Utami sebagai pemilik tanah dan rumah. 

Eksekusi paksa terpaksa dilakukan oleh Sri Utami dengan meminta bantuan Pengadilan Negeri Tulungagung setelah ayahnya, Karmijan beserta tiga saudaranya menolak untuk pergi dari rumah keluarga yang sengketanya telah diputus pengadilan tersebut. (antara)

Thursday, Mar 26 2015

Blitar (radiomadufm.com), Aparat Kepolisian Resor Kota Blitar, Jawa Timur, masih memroses aduan nasabah dari PT Dua Belas Suku (DBS) Blitar, karena uang yang mereka investasikan belum dikembalikan.



"Kami sudah terima laporan dari member dan sementara, kami masih dalam proses pemeriksaan saksi," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar AKP Naim Ishak di Blitar, Rabu. 

Ia mengatakan, jumlah nasabah yang melaporkan PT DBS Blitar mencapai belasan, dengan nominal yang beragam mulai jutaan, puluhan juta, hingga miliaran rupiah. Rata-rata, uang itu adalah milik orang lain yang ditititipkan. Mereka resah, sebab PT DBS ternyata tutup dan tidak bisa dikonfirmasi kejelasan kembalinya uang mereka.

Polisi, kata dia, saat ini masih memeriksa para saksi, sementara untuk manajemen ke depannya juga akan dilakukan pemanggilan. Sampai saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

AKP Naim juga mengatakan, polisi juga koordinasi dengan otoritas terkait, yaitu dari OJK untuk mengetahui lebih detail terkait dengan PT DBS. Dalam koordinasi itu, PT DBS juga tidak bisa dijerat dengan UU Perbankan, sebab bukan di bawah pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami juga koordinasi dengan Bareskrim untuk penanganan kasus ini. Nantinya dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan, sebab ranah pidana khusus (UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan) belum masuk," jelasnya.

Sampai saat ini, kantor PT DBS yang ada di Jalan TGP Kota Blitar masih tutup. Para nasabah yang sudah terlanjur memasukkan uangnya merasa resah, sebab belum ada kejelasan kapan uang mereka kembali. Kantor itu juga sudah tidak beroperasional selama beberapa pekan, tanpa kejelasan dibuka kembali. 

PT DBS berdiri sejak Agustus 2014 dan berkantor di Kota Blitar. Sejak berdiri, ribuan nasabah memasukkan uangnya ke kantor tersebut. Prosedurnya, satu orang hanya satu akun dan maksimal Rp5 juta. Dari nominal itu, nasabah dijanjikan mendapatkan 30 persen selama satu pekan. 

Selama awal berdiri, sejumlah nasabah lancar dalam pengembalian uang, tapi di akhir-akhir, sudah tidak lancar, bahkan ada yang belum dikembalikan sama sekali. Mereka akhirnya melaporkan manajemen PT tersebut ke kantor polisi. (antara)

Thursday, Mar 26 2015

Kediri (radiomadufm.com), Empat pekerja pabrik minuman PT Esham Dima Mandiri, ditahan petugas Kepolisian Sektor Pesantren, Kecamatan Kota, Kediri, Jawa Timur, karena terlibat penggelapan uang perusahaan.


Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polsek Pesantren Aiptu Supeni, Rabu mengatakan empat pelaku itu dilaporkan oleh perusahaan. Mereka adalah Dol (45), seorang supervisor warga Kelurahan Wonokromo, Surabaya, Eka (33), warga Kelurahan Winongo, Madiun, Ded (24), warga Kelurahan Singonegaran, Kota Kediri, dan Kuh (28), warga Desa Kerep, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

"Mereka dilaporkan terkait dugaan penggelapan, yang diketahui setelah adanya audit total," katanya.

Ia mengatakan, audit itu dilakukan pada 17 Maret 2015 lalu, dimana ternyata ada selisih barang yang dikeluarkan, yaitu ada 846 krak minuman yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Total uang dari barang itu mencapai Rp421 juta.

Pihaknya juga menjelaskan, aksi itu ternyata dilakukan sejak Agustus 2013 dan baru diketahui saat ini, setelah adanya audit total. Perusahaan baru mengetahui, sebab dari laporan yang diberikan saat itu normal.

Namun, setelah diverifikasi, ternyata ada kejanggalan dan dilakukan audit total, hingga menemukan adanya selisih yang cukup besar tersebut. Temuan itu terjadi di gudang minuman yang ada di Kediri, tepatnya di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Kota, Kediri. Perusahaan akhirnya melaporkan supervisor yang bertanggungjawab, serta anak buahnya yang diduga juga terlibat dalam melakukan kejahatan tersebut.

Polisi akhirnya membawa para tersangka dan ditahan di kantor polsek. Mereka akan dijerat dengan Pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. (*)

Wednesday, Mar 25 2015

 

 

 

 

Trenggalek (radiomadufm.com), Festifal durian bertempat di halaman Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek yang diikuti puluhan peserta. Acara tersebut berlangsung ramai karena di hadiri Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR, M.MT dan dari berbagai kalangan masyarakat juga berbondong-bondong Untuk Menyaksikan.

Wednesday, Mar 25 2015

 

 

 

 

Kediri (radiomadufm.com), Ratusan petani yang berasal dari lereng Gunung Kelud , Kabupaten Kediri - Jawa Timur kembali meluruk kantor bupati , untuk menuntut distribusi tanah bekas perkebunan untuk dijadikan lahan garapan . Petani sepakat mengancam untuk memboikot Pilkada Kediri , apabila tuntutan mereka tidak segera dipenuhi .

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us