Super User

Super User

Friday, 24 April 2015 04:06

Tulungagung (radiomadufm.com), Sejumlah sopir MPU sekolah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengeluhkan minimnya dana kompensasi yang diberikan pemerintah daerah setempat, sebagai pengganti operasional angkutan gratis bagi pelajar SMP/SMA setempat.



"Kompensasi biaya yang kami terima tidak 'nyucuk' (sepadan) dengan operasional yang kami keluarkan," kata salah seorang sopir MPU sekolah di Tulungagung, Darminto, Kamis.

Setiap MPU sekolah yang ditunjuk dinas perhubungan komunikasi dan informatika setempat, ungkap Darminto, mendapat jatah kompensasi sebesar Rp90 ribu per hari.

Namun besaran anggaran itu dikatakan Darminto, sudah habis untuk membeli solar dan membayar setoran ke majikan atau pemilik MPU.

Totok, sopir MPU lain menjelaskan, setiap pulang-pergi MPU yang dioperasikannya membutuhkan BBM solar dengan biaya sekitar Rp35.000, sementara sisanya sebesar Rp50.000 wajib disetor kepada pemilik kendaraan, sebagai uang sewa mobil.

Sementara untuk ongkos makan, lanjut Totok, dirinya dan sejumlah sopir MPU lain harus mencari sendiri dengan menambah frekuensi jasa angkutan di luar program angkutan gratis sekolah.

"Semua sopir MPU sekolah banyak yang buruh sopir saja, atau tidak ada yang memiliki kendaraan sendiri. Itu sebabnya kami tidak bisa mendapat insentif banyak dari program ini, bahkan seringkali rugi," keluhnya.

Masalahnya lagi, lanjut Totok maupun Darminto, jumlah pengguna jasa angkutan gratis sekolah kini kian bertambah.

Jika sebelumnya penumpang hanya sekitar 12 siswa/pelajar, kini bisa mencapai 27 siswa. 

Akibatnya, beban kerja MPU sekolah semakin berat, karena berimbas pada volume bahan bakar serta risiko kerusakan kendaraan.

"Kami sudah mencoba membicarakan dengan pihak Dishub, dan masih menunggu selama 6 bulan terlebih dahulu, serta usulan para sopir akan dibahas kembali," ujarnya. (*)

Saturday, 18 April 2015 02:56

 

 

 

Tulungagung (radiomadufm.com), Puluhan anggota TNI dari Batalyon Infanteri 521/DY menebang ratusan pohon tanaman produksi milik penduduk yang ditanam di lahan sengketa TNI-warga di Dusun Kaligede Desa Panggungkalak Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat.

Saturday, 18 April 2015 02:55

 

 

 

Tulungagung (radiomadufm.com), Pihak Dishubkominfo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memastikan seluruh unit perahu penyeberangan yang beroperasi di sepanjang Sungai Brantas tidak satupun yang bersertifikasi laik sarana angkut, sehingga berstatus ilegal.

Tuesday, 14 April 2015 03:36

 

 

 

 

Tulungagung (radiomadufm.com), Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tulungagung, Jawa Timur saat ini lebih memprioritaskan pengadaan gabah kering giling dari petani, agar mutu beras tetap terjaga meski tersimpan di gudang dalam jangka waktu lama.

Tuesday, 14 April 2015 03:31

 

 

 

 

Kediri (radiomadufm.com), Bank Indonesia Kediri menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, lebih berani menambah destinasi wisata dan tidak hanya fokus pada pengembangan wisata Gunung Kelud (1.731 meter di atas permukaan laut).

Tuesday, 14 April 2015 03:29

 

 

 

 

Tulungagung (radiomadufm.com), Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Syahri Mulyo merasa bangga dan mengapresiasi atas penyelenggaraan ujian nasional "computer based test" di salah satu SMK negeri setempat, karena dianggap sebagai indikator kemajuan pendidikan di daerahnya.

Tuesday, 14 April 2015 03:20

 

 

 

 

Trenggalek (radiomadufm.com), Pelaksanaan ujian nasional hari pertama di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dipastikan berlangsung tertib dan lancar, meski tidak lagi melibatkan pengawasan aparat kepolisian maupun tim independen di masing-masing sekolah penyelenggara.

Monday, 13 April 2015 03:04

 

 

 

 

Banyuwangi (radiomadufm.com), Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akan mematenkan komoditas durian merah menjadi produk buah asli daerah itu.

Monday, 13 April 2015 02:39

Blitar (radiomadufm.com), Aparat Kepolisian Resor Kota Blitar, Jawa Timur, menahan tiga pejabat utama PT Dua Belas Suku (DBS) Blitar, terkait dengan dugaan penipuan berkedok dana investasi.



"Tiga tersangka saat ini sudah ditahan di markas. Mereka ditahan atas laporan dari para nasabah yang mengaku tertipu," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Blitar Iptu Soewoko di Blitar, Sabtu.

Ia mengatakan, tiga tersangka itu merupakan pejabat utama, yaitu HI, JR, dan LI. Mereka sebelumnya sudah diperiksa oleh penyidik terkait dengan aduan dari para nasabah. Aduan itu adalah belum keluarnya investasi berupa uang yang ditanamkan di perusahaan tersebut.

Pihaknya juga mengatakan, selain tiga orang yang merupakan pejabat di PT DBS Blitar itu, masih ada dua orang lagi yang belum ditahan. Keduanya adalah pasangan suami istri sebagai pemilik dari PT DBS, yaitu JE dan NA. 

Soewoko mengatakan, keduanya belum ditahan, setelah mengaku sakit. Mereka bahkan mangkir dari pemeriksaan dengan alasan itu, dengan memberikan surat keterangan sakit dari sebuah rumah sakit yang ada di Kota Blitar. Polisi menduga, surat keterangan itu hanya siasat, guna menghindari pemeriksaan. 

"Kami akan turunkan dokter dari kepolisian untuk melakukan pemeriksaan ulang," katanya.

Pihaknya juga mengatakan, sampai saat ini sudah memeriksa 16 orang korban investasi PT DBS Blitar. Nominal kerugian juga beragam, sampai miliaran rupiah. Setiap orang rata-rata mempunyai banyak akun, sampai puluhan yang merupakan titipan.

Polisi akan menjerat dengan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan. Selain menahan tiga tersangka itu, polisi juga menyita tiga kendaraan yang diduga hasil penipuan, yaitu dua unit mobil Toyota Camri, serta fortuner. Polisi saat ini juga masih melacak dua mobil lagi, yang diduga juga hasil kejahatan. (*)

Monday, 13 April 2015 02:23

 

 

 

 

Tulungagung (radiomadufm.com), PT Pos Indonesia cabang Tulungagung, Jawa Timur mulai menyalurkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) senilai Rp600 ribu per rumah tangga sasaran (RTS),diawali dari wilayah pusat kota setempat dengan jumlah penerima sebanyak 1.777 RTS.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us