Breaking News
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Puluhan Massa Datangi Kantor Dewan - Friday, 02 February 2018 07:06

Dinas Binamarga Jatim Pastikan Normalisasi Jalur Trenggalek-Ponorogo

Trenggalek (radiomadufm.com), Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Provinsi Jatim berencana memasang jembatan darurat "bailey" di samping jembatan Nglongsor yang patah menjadi tiga bagian akibat pondasi ambles, guna menormalisasi akses lalu lintas antar kota Trenggalek-Ponorogo.

 

"Rencananya dalam pekan ini (jembatan_ bailey akan kami pasang," kata Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas PU-Binamarga Jatim, Agung Teguh saat berkunjung ke Trenggalek, Kamis.

Ia, bersama sejumlah staf teknik dinas PU Binamarga telah memeriksa kondisi Jembatan Nglongsor yang nyaris runtuh, untuk evaluasi terakhir kebutuhan bentang jembatan darurat yang dibutuhkan serta teknis perencanaan pemasangannya.

"Diperkirakan pemasangan (jembatan) bailley ini memerlukan waktu kurang-lebih sebulan," kata Agung.

Ia memastikan, jembatan darurat sepanjang 30 meter yang dipasang di samping jembatan nglongsor yang runtuh, mampu menopang beban semua jenis kendaraan, baik roda dua maupun empat.

Namun ia tetap mengimbau pada dinas perhubungan daerah agar mengatur/membuat pembatasan kendaraan, maksimal beban 10 ton.

"Meski secara konstruksi kuat, sebaiknya jangan dilintasi kendaraan berat dengan tonase lebih dari 10 ton," ujarnya.

Terkait rencana pembangunan kembali Jembatan Nglongsor secara permanen, Agung mengisyaratkan kebutuhan anggaran mencapai Rp15 miliar.

"Pembangunan jembatan permanen baru bisa dilakukan tahun depan. Tahun ini kami fokus dalam penyusunan detil perencanaan pembangunan serta aspek teknis lain yang dibutuhkan," terangnya.

Jembatan Nglongsor di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Trenggalek putus setelah salah satu fondasi ambles sedalam 1,3 meter tergerus banjir sehingga menyebabkan badan jalan di permukaan jembatan patah menjadi tiga bagian, pada Kamis (12/3) dini hari.

Putusnya jembatan ini menyebabkan jalur antarkota Trenggalek-Ponorogo putus. Pengendara terpaksa menggunakan jalan melingkar melewati perkampungan untuk beraktivitas dari arah Trenggalek menuju Poonorogo ataupun sebaliknya.

Jembatan Nglongsor yang patah/putus dibangun pada 1963. Selain faktor usia, bupati Trenggalek, Mulyadi Wr memperkirakan amblesnya fondasi jembatan ini dikarenakan lapisan sedimen pasir-batu di Sungai nglongsor tergerus air banjir akibat pembukaan pintu air Bendungan Niama, di Tulungagung selatan yang berjarak lebih dari 40 kilometer. (antara)

 

 

 

Read 1193 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Daerah

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us