Breaking News
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Puluhan Massa Datangi Kantor Dewan - Friday, 02 February 2018 07:06

Disperindag Tulungagung Temukan Makanan Kemasan Impor Ilegal

 

 

 

Tulungagung (radiomadufm.com), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menemukan sejumlah produk suplemen impor tanpa disertai registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), saat menggelar razia makanan-minuman di sejumlah toko dan swalayan di daerah tersebut.

"Selain itu, tim juga menemukan zat pewarna tekstil yang masih digunakan untuk makanan kemasan," kata Kabid Perlindungan Disperindag Tulungagung, Nina Umi Hani'in di sela sidak mamin di salah satu swalayan di Tulungagung, Kamis.

Selain Disperindag, tim yang terlibat dalam sidak juga melibatkan petugas dari dinas kesehatan dan satpol PP. 

Mereka melakukan sidak di kawasan Pasar Boyolangu dan Bendiljati. 

Setibanya di lokasi, tim menyisir lapak pedagang yang menjual berbagai kebutuhan dapur seperti bumbu masak. 

Beberapa anggota tim memeriksa secara teliti barang dagangan yang diindikasikan mengandung zat berbahaya salah satunya pewarna tekstil. 

"Kami periksa setiap jenis dagangan yang ada di lokasi. Informasi dari petugas di lapangan, masih ada pewarna tekstil untuk makanan," ungkapnya.

Selain pewarna tekstil, tim juga membawa sampel dagangan berupa saus yang dibungkus plastic serta beberapa kerupuk dengan warna mencolok. 

Diindikasikan, makanan itu mengandung zat berbahaya selain pewarna tekstil. 

Hal itu dilihat dari warna yang cukup terang. 

"Kami membawa utnuk sampel dana kan diuji laboratorium. Jika nanti terbukti ada kandungan zar berbahaya diminta utnuk tidak menjualnya di pasaran," timpal Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Dinkes Tulungagung, Masduki. 

Selain pasar, tim juga memeriksa sejumlah apotek. 

Sasarannya suplemen yang mengandung zat berbahaya.

Dari pemeriksan itu, diperoleh suplemen yang belum memiliki regristrasi lengkap utamanya dari BPOM. 

Parahnya, ada beberapa produk susu kambing yang nakal, yakni tak mencantumkan sama sekali uji sampel. 

"Fokus kami yakni suplemen. Dan ternyata masih ada yang belum memiliki BPOM," jelasnya. 

Kendati menemukan sejumlah makanan dan minuman kemasan yang berbahya, tim tidak menarik semua produk tersebut. 

Menurut Masduki dan Nina, tim hanya memberikan peringatan kepada penjual dan diminta lebih berhati-hati menerima barang dari distributor. 

Setiap barang yang diterima wajib memenuhi persyaratan utamanya perijinan.

"Kami fokuskan pada penghasil dan distributor. Pasti akan kami runtut barang tersebut," kata Nina. (antara)

 

 

 

Read 970 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Daerah

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us