Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Eksekusi Tanah di Tulungagung Berlangsung Ricuh

Tulungagung (radiomadufm.com), Eksekusi tanah dan bangunan oleh juru sita Pengadilan Negeri Tulungagung, Rabu berlangsung ricuh setelah keluarga yang telah dinyatakan kalah dalam sidang perdata di Pengadilan Tinggi Jatim, melakukan upaya perlawanan.



Antara di Tulungagung melaporkan, kericuhan terjadi setelah keluarga Karmijan yang menempati bangunan rumah di Desa Loderesan, Kecamatan Kedungwaru menyerang sejumlah polisi yang mengawal jalannya eksekusi.

"Kami dan petugas kepolisian yang mengawal jalannya eksekusi hanya menjalankan amar putusan banding Pengadilan Tinggi Jatim. Jadi rumah ini harus dikosongkan," kata juru sita Pengadilan Negeri Tulungagung, Supiadi di sela proses eksekusi.

Karena berupaya menghalangi proses eksekusi, sejumlah petugas dari unsur kepolisian dan TNI kemudian menangkap Karmijan dan beberapa anggota keluarganya secara beramai-ramai.

Mereka kemudian dikeluarkan secara paksa dari dalam rumah yang menjadi obyek eksekusi sebelum kemudian mengeluarkan seluruh barang yang ada di dalam bangunan berbentuk joglo tersebut.

Supiadi menjelaskan, sengketa tanah dan rumah yang melibatkan bapak dan anak ini berawal saat Karmijan menjual rumah dan tanah seluas 756 meter persegi kepada anak ketiganya, Sri Utami, tanpa ada kesepakatan tiga anaknya yang lain. 

Penguasaan tanah pada salah satu anak tersebut menyebabkan pembagian hak waris tidak bisa dilakukan karena kepemilikan telah berpindah tangan.

"Tiga anaknya yang lain tidak terima karena menganggap mempunyai hak waris atas rumah dan tanah tersebut. Namun dalam proses persidangan, pengadilan (majelis hakim) akhirnya memenangkan pihak tergugat Sri Utami selaku pemilik sah asset tanah dan bangunan tersebut," terangnya.

Karmijan bersama tiga anaknya melakukan gugatan hukum ke pengadilan pada 2009.

Namun baru pada 2014 Pengadilan Tinggi Jawa Timur memenangkan pihak tergugat Sri Utami sebagai pemilik tanah dan rumah. 

Eksekusi paksa terpaksa dilakukan oleh Sri Utami dengan meminta bantuan Pengadilan Negeri Tulungagung setelah ayahnya, Karmijan beserta tiga saudaranya menolak untuk pergi dari rumah keluarga yang sengketanya telah diputus pengadilan tersebut. (antara)

Read 1896 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Daerah

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us