Breaking News
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Puluhan Massa Datangi Kantor Dewan - Friday, 02 February 2018 07:06

HARGA MINYAK DI TULUNGAGUNG MELAMBUNG

TULUNGAGUNG - Kenaikan harga sejumlah komoditi di pasaran semakin tidak terkendali. Minyak tanah yang terjadi kelangkaan dan berakibat harga naik, kini giliran minyak goreng (migor). Harga di pasaran migor menembus rp 12.575 per kilogram.

Harga ini naik 7 persen dibanding harga normal Rp 9.500. Kenaikan migor diperkirakan masih akan terus terjadi. Tidak hanya untuk migor jenis curah, tetapi juga migor kemasan, seperti bimoli maupun lainya. Harga migor hari ini (kemarin, red) sebenarnya sempat turun antara Rp 50-75. tapi tidak tahu besok. Bisa jadi naik atau mungkin turun lagi, ujar Winny, kasir khusus penjualan migor di toko di Jl Adi Sucipto, Tulungagung.

Salah satu distributor minyak goreng terbesar di kabupaten Tulungagung ini mengalami penurunan permintaan konsumen hingga 5 persen akibat melambungnya harga 4 hari terakhir ini. "Sekali kiriman toko kami mendapat jatah tak kurang dari 60 drum atau sekitar 10.800 kilogram," terangnya.

Dalam kondisi normal persediaan migor tersebut baru habis dalam jangka waktu 2 atau 3 hari. Tapi dengan ketidakstabilan harga yang mencapai Rp 12.575 saat ini, permintaan sedikit berkurang. Hal ini terjadi karena konsumsi di tingkat masyarakat rumah tangga otomatis juga berkurang. "Banyak sekali pengaruhnya di masyarakat. Jika biasanya pembeli bisa memesan minyak goreng 0,5 atau 1 liter, dengan harga melambung seperti ini bisa tinggal separonya," tutur Muklas, pengecer asal Desa Sumberingin, Kecamatan Ngunut.

Kenaikan juga terasa untuk migor jenis oliin. dalam kondisi normal harga migor paling murah ini berkisar pada nilai Rp 8.500. Tapi sejak Sabtu kemarin harga terus merangkak naik dan puncaknya terjadi pada Senin (14/1)menembus harga Rp 9.650 per kilogram. Dan, Selasa kemarin harga sedikit menurun menjadi Rp 9.525. �gKalau pasokannya sih stabil. belum terjadi keterlambatan yang menyebabkan persediaan migor di pasaran langka. Kami tidak tahu pasti apa penyebab migor saat ini terus meroket.

sumber radar tulungagung

Read 1147 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Daerah
Tagged under

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us