Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Berita Nasional

Berita Nasional (14)

Tuesday, 10 April 2018 07:09

Ratusan Sopir Dan Kenek Demo Ke Pemda Kediri

Written by

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Berkumpul dikawasan Simpang Lima Gumul Kediri Para sopir MPU di Kabupaten Kediri mengruduk Kantor Pemkab Kediri. Para Sopir MPU merasa dikecewakan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam aksi pertamanya. 

 

 

Lebih dari 100 orang sopir MPU jurusan Kediri-Pare bersama kendaraan mengepung Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Mereka mendesak Kepala Daerah turun tangan menyelesaikan konflik MPU dengan angkutan online.

 

 

 

"Dinas Perhubungan tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Mereka hanya mengaku, melarang angkutan online, tetapi tidak bisa melakukan tindakan penertiban. Oleh karena itu, hari ini kami minta Kepala Daerah mengakomodir tuntutan kami untuk membubarkan aplikasi angkutan online dan menertiban," kata Joko Santoso, salah satu sopir MPU Kediri-Pare,  Selasa (10/4/18).

 

 

 

Para sopir resah dengan kehadiran mobil angkutan berbasis aplikasi internet. Mereka merasa lahannya kini diserobot. Sejak kehadiran angkutan online, pendapatan mereka turun drastis. Selain lebih murah, sopir angkutan online dapat menaikkan penumpang di sembarang tempat.

 

"Sebelum ada taxi online, grab dan lain sebagainya kami bisa membawa uang pendapatan Rp 75 ribu dalam sehari. Tetapi saat ini, untuk mendapatkan uang Rp 20 ribu saja sulit. Padahal kami setor ke majikan, karena bukan kendaraan pribadi," keluh Joko.

 

 

Joko membandingkan tarif MPU dengan angkutan online. Untuk tarif MPU Kediri-Pare senilai Rp 10 ribu per penumpang. Sedangkan tarif angkutan online Kediri-Pare Rp 60 ribu bisa rombongan. Sehingga penumpang lebih memilih angkutan online.

 

 

 

 

 

Imbuh Joko, selain penghasilannya turun drastis, para sopir MPU masih diwajibkan melakukan uji KIR dan izin trayek. Sementara angkutan online tidak. Padahal, setiap angkutan umum wajib memenuhi seluruh kewajiban tersebut.

 

 

 

"Sekarang ini kami ingin beli ban saja kesulitan, dan bayar  Sekolah  saja kesulitan, " keluhnya

 

 

Sejak Senin (9/4/18) sore hingga pagi ini, para sopir MPU Kediri-Pare melakukan aksi mogok beroperasi. Mereka mengancam melakukan aksi mogoknya hingga tuntutannya dipenuhi. Jika tidak ada keputusan para kawan kawan akan melakukan aksi dan mungkin akan melakukan sweping. 

 

"kalau memang ngak ada keputusan, kami juga akan beraksi kembali dan dimungkinkan kami juga akan melakukan aksi sweping terhadap operasional kendaraan berbasis online, "tegas Joko mengakhiri keluhannya. (em/ga) 

Tuesday, 03 April 2018 11:49

Prinsip Lesbumi Obah, Tapi Ora Owah

Written by

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Gelaran Harlah Lesbumi Ke-56 dan Sekaligus Harlah NU ke-95 di Kantor PC NU Kabupaten Kediri Jalan Imam Bonjol 38 Kota Kediri Jawatimur, Selasa (3/4/18) malam dihadiri sejumlah tokoh. Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Ng Agus Sunyoto membuka langsung Pameran Pusaka Nusantara, Foto Pesantren dan Lukisan Cekakik.

 

Kegiatan yang mengangkat tema, 'Dengan ber-Saptawikrama NU Menyongsong Jaman Milenial' ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (3-4 April 2018).Kegiatan dari bagian semangat Saptawikrama, yang berartikan Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara yang di gaungkan PBNU itu dihadiri para pengurus Lesbumi dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

 

"Lesbumi punya prinsip obah, tapi ora owah, artinya kita bergerak dinamis mengikuti zaman tetapi tidak bergeser dari nilai-nilai Islam Nusantara," kata Agus Sunyoto usai membuka pameran. 

 

Menurutnya, benda-benda yang dipamerkan ini seperti ratusan keris dari berbagai daerah dan foto-foto lama pesantren merupakan bagian dari upaya agar masyarakat khususnya warga nahdliyin tidak lupa sejarah.

 

"Jangan sampai kita tercerabut dari akar budaya sendiri, kita harus punya pijakan budaya," ungkap kiai asal Malang ini.

 

 

Selain Pameran Pusaka Nusantara berupa keris, foto lama pondok pesantren dan lukisan cekakik, ada juga Sarasehan Budaya dengan Narasumber KH Agus Sunyoto, serta esok hari ditutup dengan pentas seni dari para seniman Lesbumi se-nusantara dan pencak dor.

 

Dalam kegiatan itu Ketua Lesbumi PC NU Kabupaten Kediri H.Abu Muslich juga hadir mendampingi Ketua Lesbumi PBNU maupun Ketua PCNU Kabupaten Kediri Dan Kota Kediri serta Para tamu yang hadir seperti Slamet Budiono selaku Direktur SDM PT.Gudang Garam Kediri.

 

Sebelum dilakukan pembukaan, penampil ratusan santri dengan terbangnya juga menambah kesan religi dalam suasana kebersamaan.

 

"kondisi ini perlu diuri-uri untuk kedepannya generasi milineal ini tidak hanya terjerumus pada perkembangan budaya yang kebarat baratan.Diharapkan generasi saat ini juga menguri budaya agama tempo dulu dengan tidak melupakan sejarah yang terkadung didalamnya,"ungkap Firnanda salah satu pengunjung.(em/ga) 

Kediri ( radiomadufm.com ) --Tiyang besi alias Ting Fiber Star yang dipasang di Kota Kediri Jawatimur sebabkan saluran air pdam bocor, tepatnya di sekitar perempatan Bandar Ngalim Kecamatan Mojoroto depan Warung Sate milik Hari. Pemasangan tiyang yang tidak berijin warga sekitar dan Dinas terkait juga telah membuat trotoar rusak.

 

 

Pemasangan tiyang jaringan fiber star ini mulai dikeluhkan warga , selain pemasangan tidak permisi terhadap warga sekitar, pemasangan tiyang alias ting itu juga belum mengantongi perijinan dari Dinas terkait di pemerintah Kota Kediri// Sejumlah warga mengaku geram dengan pemasangan tiyang hitam yang dipucuknya bercat merah muda tersebut karena dianggap seenaknya memasang di trotoar, ditambah lagi membuat saluran air pdam mengalami kebocoran dan merusak bangunan paving disekitar trotoar.

 

Hari salah satu warga di kecamatan mojoroto kota kediri mengaku, pihaknya tidak pernah diberitahu pemasangan tiyang tersebut dan sempat memperingatkan petugas dari tiyang yang memasang jaringan kabel untuk segera memperbaiki kebocoran saluran air pdam namun hanya dijawab akan melaporkannya ke atasan terlebih dahulu// 

 

"tidak taren (ijin) mas pasangnya dan sempat saya beritahu untuk segera membenahi pipa yang bocor, namun malah dijawab akan diberitahukan atasannya,"ungkapnya.

 

Lebih lanjut Hari menuturkan jika kebocoran pipa saluran PDAM itu sudah terjadi sekitar 7 Hari lamanya dan sampai saat ini belum juga dibenahi hingga melebar merusakkan trotoar hingga amblas dan pecah.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perijinan Terpadu Pemerintah Kota Kediri Anang Kurniawan melalui pesan whatshapnya mengakui jika pemasangan tiyang dan jaringan fiber star tersebut belum berijin.

 

"belum,"jawabnya singkat, Senin (2/4/18)

 

Sekedar diketahui, sesuai pantauan disejumlah wilayah di Tiga Kecamatan di Kota Kediri, pemasangan tiyang dan jaringan fiber star tersebut merata diwilayah Kecamatan Mojoroto yang berjalan kurang lebih sebulan lalu . Dan pemasangan sudah sampai kesejumlah pelosok gang diwilayah Kecamatan Mojoroto Kota Kediri yang semakin marak terpasang tiyang berwarna hitam dengan cat merah muda dipucuknya, dan beberapa waktu lalu juga sempat diketahui warga sempat merusak trotoar bangunan Taman Sekartaji ketika berkunjung ditaman.(em/ga)

Kediri ( radiomadufm.com ) --- Seorang narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri ditemukan tewas gantung diri. Korban kendat di ruang isolasi. Pelaku bunuh diri ini bernama Nova Surya Putra bin Bambang Suparno. Dia merupakan tahanan kasus perdagangan manusia alias tarfficking.Korban diduga depresi usai mengetahui oknum salah satu perangkat desa yang juga sempat satu tahanan atas kasus yang diketahuinya. 

 

Anggota Polsek Mojoroto mendatangi lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan Olah TKP dengan mengidentivikasi jenazah bersama dokter. Petugas menemukan sarung yang telah dirobeki korban untuk diurai menjadi tali. Tali dari kain sarung inilah yang dipakai pelaku gantung diri.

 

Jenazah pria asal Jalan Veteran, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini pertama kali diketahui oleh dua taping lapas yang sedang mengantarkan makanan. Petugas telah menaruh curiga, karena usai pintu sel isolasi, diketuk tidak ada respon. Ternyata korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

 

Kapolsek Mojoroto, Kompol Didit Prihantoro mengatakan, setelah menerima laporan dari lapas, pihaknya mendatangi lokasi kejadian dengan mengidentifikasi jasad pelaku. 

 

"Kami masih melakukan berita acara pemeriksaan terhadap seorang taping alias tahanan pendamping yang diperbantukan menjaga napi dan salah satu sipir Lapas," jelas Kompol Didit Prihantoro, Sabtu (31/3/18).

 

Sekedar diketahui, korban berada di ruang sel isolasi blok tiga Lapas klas II A Kediri atas permintaanya, dengan alasan takut berada disel yang banyak penghuninya. 

 

Terlebih lagi merasa ketakutan jika bertemu dengan salah satu oknum Kades yang juga ikut ditahan atas kasus yang sama. Mereka bersama-sama memperdagangkan gadis dibawah umur.(em/ga)

Wednesday, 14 March 2018 09:52

LSM IJS Akan Tuntut Dan Demo Bank BRI

Written by

 

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Munculnya fenomena saldo nasabah BRI berkurang membuat LSM IJS ( Indonesia Justice Society ) membuka posko pengaduan dan berencana akan melakukan tuntutan ke pihak Bank BRI serta akan melakukan gerakan massal bila tidak segera memenuhi keinginan nasabah yang menjadi korban atas hilangnya saldo tabungan.

 

Ketua Umum IJS dan Praktisi Hukum Moh.Mahbuba mengaku, sejauh ini pihak IJS akan membuka posko pengaduan terhadap korban ( nasabah ) yang benar benar dirugikan atas fenomena berkurangnya saldo tabungannya di BRI.Berkantor di Ruko Brawijaya  A 5 Mahbuba panggilan akrab Ketum LSM IJS dan Praktisi hukum ini menegaskan,pihaknya akan melakukan tuntutan terhadap Bank BRI.

 

"Tuntutan kita adalah: Pertama: Meminta kepada pihak BRI untuk segera mengembalikan uang nasabah dalam waktu 3 kali 24 jam.Kedua:melaporkan BRI ke Pihak OJK atas kelalaian yang menyebabkan kerugian terhadap nasabah.Dan Ketiga: dari kedua hal tersebut tidak segera diselesaikan oleh BRI maka LSM IJS akan melakukan gerakan aksi di kantor BRI sekaligus melaporkannya.

 

 

Lebih lanjut Buba panggilan akrab praktisi keren yang berkantor di Ruko Brawijaya itu menegaskan, kalau memang berkurangnya dana nasabah akibat tindakan skiming  namun BRI harus tetap bertanggung jawab untuk mengembalikan dana. Apakah bisa nasabah melakukan gugatan? Dengan santun Mabuba mengaku bila pihak Bank telah mengembalikan penuh untuk celah hukum pidananya tipis.

 

"kalau pihak bank telah mengembalikan penuh tipis untuk celah hukumnya, kalau berkait kenyamanan bisa menuntut atas kridibilas bank yang dipertaruhkan.Kalau aturan hukum dikembalikan selesai sudah namun kalau kenyamanan itu imaterial ,kalau adanyanya kelalaian bukan hukum namun kalau ngak dikembalikan itu pidana muncul,"tandas Moh.Mahbuba Ketua umum LSM IJS dan Praktisi Hukum di Kediri, Rabu (14/3/18).

Diberitakan sebelumnya,Puluhan nasabah Bank BRI di Kediri selatan kehilangan saldo tabungannya. Pembobolan saldo milik nasabah itu ditengarai ulah hacking yang melakukan sceming ATM milik nasabah Bank BRI di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri , Kras dan Ringinrejo.

 

Pimpinan Bank BRI Cabang Kediri Dadi Kusnadi membenarkan adanya pembobolan uang nasabah di dalam ATM. Pihaknya masih melakukan proses pendataan seluruh nasabah yang melakukan komplin dan menyelidiki kasus kejahatan ini. 

 

"Karena ini teknis, kami tidak tahu tiba-tiba uang nasabah hilang begitu saja. Maka kami lapor ke pusat. Kami duga ini adalah skimming, yaitu, ada penyadapan data nasbaah. Sehingga pada waktu transaksi PIN-nya bocor," ujar Dadi Kusnadi di Kantor BRI Cabang Kediri, Senin (12/3/18).

 

Ditambahkan Dadi, melihat nominal uang nasabah yang diambil secara misterius itu tidak bulat, maka ditengarai bahwa pengambilan uang ini dilakukan dari Luar Negeri. 

 

Diakui olehnya, pembobolan ATM nasabah ini, sebenarnya sudah berlangsung beberapa waktu terakhir. Hampir setiap hari, customer service (CS) BRI Cabang Kediri menerima komplin dari masyarakat. Jumlah saldo mereka yang berkurang antara Rp 2-3 juta.

 

"Setelah keajdian itu, satu bulan lalu, tim melakukan penertiban dan pembersihan barang kali ada hal-hal yang mencurigakan apa itu. Sejak tanggal 19 Februari kami melakukan penertiban tiap hari, petugas kami memastikan bahwa sudah clean dari alat skimmer di mesin ATM," jelasnya.

 

Bank BRI Cabang Kediri berjanji akan mengembalikan uang nasabah yang hilang akibat kejahatan ini secara utuh. Mekanismenya, nasabah melakukan pengaduan ke CS Bank BRI kemudian menyampaikan nomor rekening, jumlah nominal uang yang hilang.

 

"Data nasabah yang komoplin tadi, kemudian kita beri kode truble tiket. Kita sampaikan ke kantor Pusat untuk diproses, beberapa hari kemudian uangnya kembali," janjinya.

 

Dadi menyarankan, nasbah yang datang ke BRI untuk mengganti PIN ATM-nya. Tetapi, apabila masih kurang nyaman, dipersilahkan pergi ke CS BRI untuk dipandu petugas. Kemudian kepada nasabah lain yang belum mengetahui, diharapkan untuk segera melakukan pengecekan uangnya untuk memastikan aman dan tidaknya.(em/ga)

Wednesday, 14 March 2018 01:30

Pembobolan Dana Di ATM Membuat "Panik" Nasabah BRI

Written by

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Pembobolan uang di ATM milik puluhan nasabah BRI di Kediri secara massif membuat ketar - ketir alias khawatir. Sejumlah nasabah kini mulai melakukan pengosongan saldo di dalam ATM.Sejauh ini menurut Pengamat Hukum, Sejumlah nasabah juga bisa melakukan gugatan Perdata atas hilangnya saldo tabungan dengan dasar harus dapat dibuktikan kerugiannya.

 

Mariatun (40) warga Dusun Brenjuk, Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Dia adalah nasabah Bank BRI Unit Kras. Dia menjadi panik setelah mendengar kabar banyaknya nasabah BRI yang menjadi korban pembobolan.

 

Mariatun terburu-buru datang ke Bank BRI Kras. Dia langsung masuk ke ruang mesin ATM. Mariatun sempat melakukan pengecekan terhadap saldo ATM-nya. Meskipun dalam kondisi aman, uang saldo tidak berkurang, tetapi dia memilih untuk menguras seluruh isi ATM.

 

"Saya tahu dari Facebook dan group WhatsApp. Dimana, banyak nasabah komplain saldo tabungan tiba-tiba berkurang. Saya khawatir ikut menjadi korban. Daripada pikiran was-was, akhirnya saya ambil seluruh uang di saldo ATM," ujarnya.

 

 

Sementara itu, Eko Budiono Pengamat Hukum yang juga Pengacara saat dimintai komentarnya atas maraknya dana nasabah di BRI yang berkurang misterius, Eko mengatakan , Di bank dana kita harus aman, jika benar itu terjadi, pihak bank harus mengembalikan dana nasabah yang berkurang atau hilang tersebut, jika saja nasabah yang kehilangan uang btersebut mau menerima gantinnya. Bagai mana jika para nasabah tersebut mengalami kerugian dan meminta uang ganti rugi ??? Maka seharusnya pihak bank juga harus memberikan ganti rugi tersebut , selama pihak nasabah dapat membuktikan kerugiannya.

 

" jika pihak bank tidak memberikan ganti rugi,maka nasabah dapat mengajukan gugatan PMH terhadap bank untuk mencari keadilan, namun demikan bank ada lembaga pengawasnya yaitu OJK sehingga OJK dapat melakukan  pemeriksaan atas peristiwa yg terjadi dan jika hal tersebut benar benar terjadi oleh karena adanya sistim bank yang di bobol, itu adalah 100% tanggung jawab bank untuk mengembalikan dana yg hilang, kalau benar itu terjadi,"ungkapnya,Rabu (14/3/18).

 

Lebih lanjut Eko saat ditanya,apakah nasabah bisa melakukan gugatan imateriil atas persoalan itu? Eko dengan tegas menjawab Bisa,atas dasar KUHPerdata 1365,namun demikian harus dibuktikan kerugiannya.

 

Terpisah, Sumarsono bagian humas BRI Cabang Kediri saat dikonfirmasi terkait jumlah nasabah yang mengadu atau melapor kepihak BRI Cabang Kediri dengan tegas pihaknya tidak bisa memberikan komentar yang banyak atas persoalan itu dan sejauh ini telah diserahkan ke BRI Pusat.(em/ga)

Wednesday, 21 February 2018 07:56

Polresta Kediri Perketat Pemantauan

Written by

Kediri ( radiomadufm.com) - - - - Polisi menghinbau pondok pesantren untuk melakukan pengawasan dan pengamanan pondok. Langkah itu untuk menghindari orang asing berkeliaran di lingkungan pondok. Sejauh ini pihak Polresta Kediri khususnya telah melakukan upaya itu sebelum maupun usai adanya insiden yang terjadi di Ponpes di Mojo. 

 

Hal tersebut diutarakan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi di Mapolresta Kediri, Jalan KDP Slamet Kota Kediri, Rabu (21/2/18).

 

Dijelaskan Kapolresta,  bila waspadaan dan sistem keamanan pondok melalui Babinkamtibmas saat ini sudah terjaga. Namun kedepannya akan semakin diintensifkan, terutama saat ada orang asing yang berkunjung ke lingkungan pondok.

 

"Kedepannya akan semakin diintensifkan lagi komunikasinya, karena gangguan kamtibmas bakal semakin meningkat," ujar Anthon.

 

Untuk wilayah hukum Polresta Kediri tegas Anthon, selama ini kondisinya kondusif dan tetap terjaga. Tak hanya meningkatkan komunikasi antara anggota keamanan dan polisi saja, namun anggota Sat Sabhara Polresta Kediri juga sering melakukan patroli dialogis kepada pihak keamanan pondok.

 

Patroli dialogis dilakukan guna memberikan pemahaman pada masyarakat, sekaligus warga ponpes agar tidak mudah percaya dengan adanya kabar berita soal penyerangan kiai maupun teror pada ponpes.

 

"Jka menerima berita atau kabar adanya teror maupun penyerangan pada ponpes agar selalu dikomunikasikan dengan polisi," imbuh Anthon.

 

Ketua GP Ansor, Kabupaten Kediri, Munasir Huda pun tergerak untuk memberikan pemahaman kepada seluruh anggota GP Ansor dan Banser, untuk ikut menjaga kondusifitas pondok pesantren serta tidak mudah percaya dengan kabar yang belum tentu kebenarannya.

 

"GP Ansor bersama Banser, juga ikut aktif menjaga kondusifitas ponpes meningkatkan kewaspadaan. Menghimbau santri agar tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya melalui sosmed," tegas Huda.

Sementara itu,  Artheria Dahlan Ketua Komisi Tiga DPR RI bidang Hukum memberikan apresiasi atas penanganan yang baik akan munculnya kabar adanya tindakan yang mengancam kyai di salah satu Pondok di Kediri. 

 

"Dalam paparan yang kami dengar secara langsung bila penanganan yang dilakukan sudah sangat komperhensif. Dan sejauh ini tadi kami dari komisi tiga juga melihat kesiap siagaan Polresta dalam penagamanan Pilkada di Kota Kediri dan Jawatimur. Sejumlah kendaraan dinas maupun piranti pengamanan Pilkada di kepolisian tadi juga sudah terlihat siap,"Ungkapnya saat berkunjung. (em/ga) 

Kediri ( radiomadufm.com) - - - Proses penyelidikan dan pengalian informasi adanya kabar penyerangan pengasuh pondok AL FALAH Ploso Mojo,  Kepolisian Resor Kediri Kota mendatangkan Dit Intelkam Polda Jatim hingga kordinasi sampek Selasa (20/2/18) pagi. Dalam rangkaian kordinasi dan pengumpulan bahan keterangan,  Cucu Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri KH Zainuddin Djazuli, Gus Abid Umar menjelaskan soal kabar teror dan ancaman penyerangan terhadap kiai dan masayyih di pondok.

"Yang beredar di whatsapp grup itu, kita perlu klarifikasi bahwasanya itu tidak benar. Apalagi saya tadi sempet baca juga ada yang masalah PKI (Partai Komunis Indonesia) dan yang lain sebagainya itu semua saya nyatakan tidak benar," kata Gus Abid Umar yang juga menjabat sebagai Sekretaris PW GP Ansor Jatim ketika ditemui di Markas Polresta Kediri, Selasa (20/2/18) dini hari.

Dia mengakui, menerima broadcas di grup whatsapp terkait pengancaman dan teror tersebut. Dimana dalam pesan grup itu ada beberapa santri dibantu anggota Polsek Mojo mengamankan seorang pria mencurigakan.

"Memang sempat ada teror ke salah satu keluarga di Pondok Pesantren Ploso, tapi sampai sekarang kita masih mendalami. Bahkan yang dibilang ada tiga tersangka dan satu tersangka sudah ketemu itu juga tidak bisa dipastikan," papar Gus Abid.

Gus Abid menambahkan, pihak pondok bersama kepolisian memang mengamankan seorang yang mencurigakan. Namun orang tersebut bukanlah yang disangkakan. Dengan kata lain, tiga orang yang disangkakan belum ada.

"Jadi tiga orang yang disangkakan memang belum ada. Ada satu orang diamankan, kini masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Kami menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian," ucapnya.

Gus Abid mengimbau semuanya untuk tetap waspada. Namun untuk meredam kepanikan, pihaknya menyampaikan apabila berita peneroran dan sebagainya tidaklah benar.

 

"Saya harapkan bijaklah dalam mensharing berita yang belum jelas kebenarannya," pintanya.

Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi mengaku masih menyelidiki. "Saya minta semua pihak tenang. Kita masih lakukan penyelidikan dan pendalaman. Jadi tolong jangan mudah terpengaruh dengan berita-berita yang sudah tersebar. Insyaallah Kota Kediri masih kondusif," ujar AKBP Anthon.

Polresta Kediri selalu berjaga. Pihak keamanan ponpes juga berjaga. Antara ponpes dan kepolisian terus berkomunikasi. Pihaknya berpesan supaya tidak terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

"Yang pasti memang ada yang kita amankan sekarang satu orang, tapi masih kita dalami. Masih kita bidik latar belakangnya dan sebagainya. Untuk identitas satu orang yang kita amankan, belum bisa saya sampaikan. Itu masih proses penyelidikan dan pendalaman," tutupnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya,  Ponpes Al falah Ploso Mojo Kabupaten Kediri kedatangan tamu yang mencurigakan, sempat ada satu orang yang diamankan pihak Polsek Mojo bersama santri yang melakukan pencarian. (em/ga) 

 

Monday, 19 February 2018 16:32

Ponpes Al Falah Ploso Kemasukkan Tamu Mencurigakan

Written by

Kediri ( radiomadufm.com) - - -Adanya kabar tentang penyerangan terhadap pengasuh  salah satu pondok diwilayah Ploso Kecamatan Mojo oleh orang yang mencurigakan akhirnya menjadi viral disejumlah kalangan. Dan Sejumlah orang tak dikenal yang mencurigakan berhasil diamankan oleh keamanan Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri dan anggota Polsek Mojo Kabupaten Kediri.

 

Saat  berusaha mengkonfirmasi kebenaran kejadian ini, Kapolresta Kediri AKBP. Anthon Haryadi, tidak bisa memberikan  komentar akan kejadian ini..

 

Berdasar pantauan dan sumber dilingkungan ponpes, kejadian terjadi pada Senin, (19/2/18)  pukul 19. 00 Wib. Saat itu ada salah seorang tak dikenal mengenakan kemeja biru muda dengan celana katun gelap, dengan perawak tinggi, kurus dan berkumis, mencari salah seorang pengasuh Ponpes Al Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

 

Curiga dengan gerak gerik pria tak dikenal tersebut, sejumlah santri dibantu dengan pihak Polresta Kediri mengamankan pria yang diperkirakan berumur 45 Tahun tersebut  dan dibawa ke Polresta Kediri.

 

"Yang jelas kami dalam penyelidikan," Tegas pria yang pernah menjabat Wakapolres Kediri. ( em/ga) 

Saturday, 17 February 2018 12:42

Media Gathering PT. GG Kediri Tbk Ke Bali

Written by

Bali ( radiomadufm.com)   - - - Sebagai bentuk  menyikapi krisis air yang terjadi disaat musim kemarau tiba, serta menurunnya kwalitas air bawah tanah, para Jurnalis se-Kediri Raya dan managemen PT Gudang Garam,TBK melakukan studi banding di Propinsi Bali.

 

Acara yang digelar 15-18 Februari 2018 tersebut, diikuti 45 Jurnalis dari berbagai media.Menariknya, ilmu yang diserap dalam momen itu kedepannya bisa diterapkan diwilayah Kediri.

 

Iwhan Tri Cahyono, Kabid Humas PT Gudang Garam,TBK,mengatakan, bahwa acara study banding yang dikemas ‘ Media Gatering-PT GG, sudah digagas sejak lama melalui alokasi dana atau Corporate Social Responsibility (CSR).

 

” Kami menggandeng IDEP Foundation yang berjalan melalui programnya Bali Water Protection Program. Dan, lembaga peduli lingkungan ini mampu menerapkan sumur resapan yang sudah berjalan 2 tahun ini ” ungkap Iwhan, Sabtu (17/2/18).

 

Menurutnya, dari program ini harapannya bisa diterapkan wilayah Kediri dalam menyikapi krisis air.Karena, IDEP Foundation terbilang berhasil dan mumpuni dalam menjalankanya.

 

” Secara positif, harapan dari ‘Media Gathering bersama IDEP Foundation akan penyikapan krisis air bisa berjalan” tutupnya.

 

Sementara, Komang Arya, pendiri IDEP Foundation, mengatakan, bahwa program pembangunan sumur difokuskan didua wilayah,yakni, Denpasar dan Kuta.Sejauh ini, berdirinya industri-industri yang ada di Bali dan munculnya bangunan masyarakat yang dibuat usaha menjadikan kebutuhan akan air semakin tinggi. Dengan kondisi itu kebutuhan air yang melimpah dengan kwalitas yang mulai menurun. 

 

” Fokus dibangunnya sumur resapan didua kota ini ( Denpasar dan Kuta), lantaran krisis air sudah mulai terjadi.Dimana, air laut sudah mulai masuk daratan berkisar 1-2 kilometer, hingga air yang dikonsumsi penduduk terasa payau” ucapnya

 

Komang menguraikan, fungsi sumur resapan dengan kedalaman 40-60 meter menampung air hujan, fungsinya sebagai Bank air agar air laut tidak terserap kedaratan.Didalamnya, terdapat filter, seperti batu,koral dan ijuk sebagai penatralisir air

 

” Sampai saat ini, sudah 16 titik sumur resapan yang dibangun , dengan asumsi bugdet Rp 100 juta, tiap titiknya yang sudah berdiri di Kota Denpasar dan Kuta, Kabupaten Badung ” pungkasnya.(em/ga) 

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us