Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

KPK Telusuri Asset Bupati Non Aktif

Nganjuk ( radiomadufm.com ) ----- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kabupaten Nganjuk Jawatimur. Kedatangan Tim Lembaga Anti Rasuah tersebut diduga dalam rangka memburu aset Taufiqurrahman  Bupati Nganjuk Non-aktif.Sebelumnya beberapa waktu lalu KPK sudah menetapkan Taufiqurrahman sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang ( TPPU ) bahkan pada awal Bulan Desember Tahun 2017 lalu, KPKsudah menyita tanah seluas 10 hektar lebih milik Taufiqurrahman terkait kasus tersebut.

 

 

Setidaknya ada enam orang penyidik komisi pemberantasan korupsi ( KPK ) yang sebelumnya didalam Kantor BPN terlihat saat keluar dari kantor para penyidik membawa sebuah koper warna biru setelah berada di dalam kantor bpn nganjuk selama sekitar lima jam

 

 

 

Maryono salah satu petugas keamanan Kantor BPN Nganjuk mengungkapkan, Para penyidik ini mengendarai dua mobil jenis innova, masing-masing nopol AE-1175- EQ dan AD-9090- PK proses di dalam kantor bpn nganjuk berlangsung sejak sekitar pukul 11.00 hingga pukul 18.00.

 

 

Seperti diketahui Taufiqurrahman bupati nganjuk non aktif terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK  pada 25 oktober 2017 lalu, dalam pengembangan lembaga anti rasuah kembali menetapkan taufiqurrahman sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU), sebab, Taufiqurrahman Diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugasnya.(ian)

Read 625 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Nasional

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us