Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Rupiah Selasa pagi menguat menjadi Rp13.180

 

 

 

Jakarta (radiomadufm.com), Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat sebesar 50 poin menjadi Rp13.180 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.230 per dolar AS.


Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Selasa mengatakan bawha neraca perdagangan Februari 2015 yang mencatatkan surplus mampu mengurangi tekanan dolar AS di pasar valas domestik, sehingga rupiah berada dalam area positif.

Tercatat, dalam pernyataan resmi di laman BI, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2015 kembali mencatat surplus sebesar 0,74 miliar dolar AS, setara Rp9,62 triliun (kurs Rp13.000), relatif stabil dibanding surplus Januari 2015 sebesar 0,75 miliar dolar AS atau Rp9,75 triliun.

Ia menambahkan bahwa saat ini fokus pelaku pasar akan beralih terhadap pengumuman tingkat suku bunga acuan (BI rate). Diperkirakan BI rate dipertahankan di level 7,5 persen sehingga dapat menahan pelemahan rupiah ke depannya.

"Penurunan BI rate di saat penguatan dolar AS di pasar global akan menambah tekanan pelemahan terhadap rupiah," katanya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa pemerintah yang akan mengeluarkan paket kebijakan salah satunya kemudahan untuk berinvestasi, insentif fiskal, kebijakan pengurangan impor dengan pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Sementara (BMADS) serta pemanfaatan biodiesel, menjadi salah satu faktor positif bagi rupiah.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang bertujuan memperbaiki kinerja neraca perdagangan. Dengan begitu, diharapkan rupiah akan lebih stabil sehingga fundamental ekonomi tetap terjaga dan tidak rapuh dalam menghadapi tekanan ekonomi global," katanya. (antara)

 

 

 

Read 1822 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Nasional

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us