Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

UMKM, Roda Penggerak Ekonomi Nasional

 

 

 

 

Jakarta (radiomadufm.com), Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM, tidak hanya menjadi milik perorangan atau keluarga semata.  Kini, UMKM telah diperhitungkan sebagai roda penggerak perekonomian nasional. Peran pentingnya dalam skala nasional ini, menyebabkan umkm perlu terus ditingkatkan pertumbuhannya.

 

Usaha mikro kecil dan menengah,atau U-M-K-M, merupakan pemain penting dalam perekonomian nasional, bahkan telah menjadi penopang  perekonomian dalam negeri.

U-M-K-M mampu memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto , sebesar 59 koma 08 persen pada tahun 2012, dengan jumlah u-m-k-m, mencapai 56 juta unit lebih , dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 107 juta orang. 

Karena itu,pemerintah bekerjasama dengan pihak swasta, aktif mendorong pertumbuhan u-m-k-m, terutama mengatasi keterbatasan modal kerja , yang sering dialami oleh para pelaku usaha.

Hal tersebut disampaikan oleh kusumaningtuti selaku anggota dewan komisioner bidang edukasi dan perlindungan konsumen, otoritas jasa keuangan .  Dengan penanganan yang terpadu, U-M-K-M, mampu berkembang dengan baik, seperti yang dirasakan oleh pelaku usaha dari papua, jimmy afaar, yang telah bergerak di bidang usaha batik Papua, selama 8 tahun.

Batik – batik hasil karya Jimmy Afaar, dijual mulai harga 200 ribu sampai 400 ribu rupiah per meter. Dan batik-batik yang menawan ini pun, telah merambah ke seluruh wilayah Indonesia bahkan manca negara, seperti Belanda, Jerman, Australia dan Florida , di Amaerika Serikat . (antara/feni)

 

 

 

 

Read 2051 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Nasional

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us