Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Saturday, Feb 14 2015

Majalengka (radiomadufm.com), Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Majalengka menyesalkan beredarnya cokelat yang beredar bonus kondom atau alat kontrasepsi jelang Hari Valentine. IPNU memprotes keras penjualan paket itu di beberapa minimarket.


"Kami menemukan di beberapa minimarket dan swalayan di sekitar Majalengka dan Jatiwangi ada cokelat yang dijual bersama kondom. Ini bisa jadi rayuan juga karena beredarnya pada saat menjelang valentine," ujar Wakil Ketua IPNU Majalengka Azhar Faturahman, Jum’at (13/2) saat ditemui NU Online di Gedung PC NU Majalengka.

Menurut Azhar, kondom merupakan alat kontrasepsi konsumsi orang dewasa yang telah menikah, sedangkan cokelat selama ini identik dengan pemberian di Hari Valentine. Azhar khawatir, paket cokelat dan kondom tersebut menyasar pada konsumen pelajar maupun mahasiswa.

"Cokelat kok dikaitkan dengan kondom, lalu apa hubungannya? Lah ini pun seolah mengajak para generasi muda terjerumus dalam pergaulan bebas dan ini jelas merusak moralitas para pelajar," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa hari kasih sayang yang kalaupun ingin diperingati bukanlah ajang untuk melakukan seks bebas. Remaja harus memahami menjaga kesehatan reproduksinya dan risiko melakukan seks pranikah.

Mantan Ketua PAC IPNU Jatitujuh ini berharap, pemerintah, KPAI dan pihak-pihak terkat  bertindak cepat untuk menarik peredaran paket tersebut. (NU Online)

Friday, Feb 13 2015

Kupang (radiomadufm.com), Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis mengajak para pemuda NU untuk menahan diri sebelum ikut-ikutan dalam peringatan hari Valentine yang jatuh setiap 14 Februari. Menurut Muis, baiknya kader muda Nahdliyin tidak perlu merayakannya.



Imbauan ini juga disampaikan Ketua PMII Kupang Muhamad Akbar. menurut Akbar, perayaan hari kasih sayang bukan kebiasaan Islam.

"Saya berharap kader organisasi di bawah naungan NU tidak perlu merayakan hari kasih sayang," kata Muis kepada NU Online di Kupang, Jumat (13/2).

Dikatakan Muis, menunda diri lebih baik bagi kader NU karena perlu menimbang maslahatnya dulu seperti apa.

Semenetara Akbar mengatakan bahwa valintine day adalah budaya kapitalis yang dilahirkan dari barat. Ini adalah langkah untuk mengisi budaya Islam sudah kental dianut oleh Islam Indonesia.

Sebab, kata akbar, karena penyebaran agama Islam di Indonesia melalui budaya-budaya yang ada di Nusantara.

Saya berharap, kader PMII tidak merayakan hari kasih sayang dan PMII keluarkan rekomendasi kepada seluruh komisariat di cabang Kupang. Lebih baik di hari tersebut lakukan kajian-kajian keislaman budaya yang ada di negara kita, ungkap akbar. (NU Online)

 

 

 

Wednesday, Feb 11 2015

 

 

 

Yogyakarta (radiomadufm.com), Meski dilakukan secara manual dan tradisional namun usaha kerajinan topeng batik di Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta , ternyata mampu menembus Pasar Internasional. Kini , para pengrajin itu  justru mengahadapi masalah lain yaitu keterbatasan sumber daya manusia , modal usaha , serta kebijakan pemerintah yang berubah-ubah membuat usaha mereka jalan perlahan.

Thursday, Feb 05 2015

 

 

 

 

Jakarta (radiomadufm.com) - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Yasonna H Laoly minta pemerintah Malaysia untuk menghargai tenaga kerja Indonesia yang bekerja di negara itu, mengingat keberadaan mereka juga memberikan sumbangan positif.

Thursday, Feb 05 2015

Yogyakarta (radiomadufm.com) - Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta mengusulkan agar siswa sekolah madrasah di wilayah tersebut memperoleh bantuan operasional sekolah daerah dari Pemerintah Kota Yogyakarta.

"Usulan ini sudah diperjuangkan sejak 2010 dan setelah melalui berbagai upaya, maka diharapkan pada tahun ini siswa madrasah bisa memperoleh bantuan operasional sekolah daerah (BOSDa)," kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Basori Alwi di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, pemberian bantuan operasional sekolah daerah untuk siswa madrasah tersebut sejalan dengan program unggulan dari Pemerintah Kota Yogyakarta di bidang pendidikan yaitu mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Selain itu, ia menyatakan, di dalam komitmen pemerintah daerah tersebut tidak dibedakan antara pendidikan umum dan pendidikan madrasah.

Jumlah madrasah negeri dan swasta di Kota Yogyakarta tidak terlalu banyak, yaitu dua madrasah ibtidaiyah yang terdiri dari masing-masing satu sekolah negeri dan swasta, di tingkat madrasah tsanawiyah terdapat satu sekolah negeri dan enam swasta, sedangkan di tingkat madrasah aliyah terdiri dari dua sekolah negeri dan empat swasta. 

Total siswa di seluruh madrasah negeri dan swasta tercatat sebanyak 6.127 siswa yang terdiri dari 2.486 siswa warga Kota Yogyakarta dan 3.641 warga luar Kota Yogyakarta.

"Apakah semua siswa akan memperoleh bantuan tersebut, kami serahkan sepenuhnya pada aturan yang berlaku di pemerintah daerah termasuk besaran dana yang diberikan," katanya.

Besaran bantuan operasional sekolah daerah yang selama ini diberikan kepada siswa sekolah dasar adalah Rp750.000, sekolah menengah pertama Rp1 juta, sekolah menengah atas Rp2,25 juta dan sekolah menengah kejuruan Rp1,9 juta. Bantuan itu diberikan untuk satu tahun.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Ashrori mengatakan, usulan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penyusunan aturan sebagai dasar hukum pemberian bantuan termasuk penyusunan surat kesepahaman bersama antara kedua belah pihak.

"Tentunya, kami akan lakukan persiapan dulu, begitu juga dengan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Tentunya, bantuan ini ada konsekuensinya bagi madrasah, seperti pendidikan yang gratis dan mendukung upaya pemerintah mencapai wajib belajar 12 tahun," katanya.

Jika pemberian bantuan itu bisa disepakati, lanjut Budi, maka pemerintah baru akan menganggarkan kebutuhan dananya melalui anggaran perubahan 2015 karena dana tersebut belum masuk dalam anggaran murni tahun ini.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Agung Damar Kusumandaru memberikan dukungan terhadap pemberian bantuan operasional sekolah daerah untuk siswa madrasah.

"Pemberian bantuan itu harus didasarkan pada aturan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan," katanya. (antara)

Wednesday, Feb 04 2015

Surabaya (radiomadufm.com) Ribuan relawan dari berbagai komunitas kesehatan di Jawa Timur,menggelar deklarasi pencegahan kanker, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kegiatan ini sebagai bentuk kampanye terhadap bahaya kanker, yang mengancam jutaan nyawa.

Wednesday, Feb 04 2015

Jombang (radiomdsfm.com) Dengan menenteng empat karung plastik berukuran besar, Roshid (25) warga Sumobito Jombang, berjalan mondar mandir di depan puluhan ribu jamaah Thariqah Qadiriyah wan Naqsyabandiyah Rejoso Peterongan, Jombang, Jawa Timur, yang sedang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


 


Bersama 10 tetangganya, lelaki lajang ini menjajakan makanan ringan berupa krupuk, kacang goreng, melinjo, dan jipang, Sabtu (31/1) itu. "Setiap ada kegiatan seperti ini saya selalu datang, bersama adik dan beberpa tetangga. Mereka juga sama berjualan seperti saya," ujarnya kepada NU Online.

Dalam setiap acara pengajian tarekat semacam ini, Roshid mengaku bisa menjual hingga 20 bal jipang dan juga krupuk. Dan uang yang dikantongi bisa mencapai hingga Rp 500 ribu, " itu termasuk modal, sebesar Rp 300 ribu, keuntungan ini cukup membantu ekonomi keluarga," tambahnya.

Lulusan Madrasah Ibtid'iyah ini bercerita, ia menjadi pedagang asongan sejak kelas 6 madrasah ibtidaiyah. Kalau tidak ada kegiatan dirinya bersama beberapa tetangga berdagang di pasar dan kereta api. "Terkadang di sini (Rejoso Peterongan), kalau Senin sering ke Cukir, Diwek," bebernya.

Tidak hanya Roshid, para pedagang dari luar Jombang juga memiliki minat yang sama. Seperti yang ada yang mengomando, mereka berdatangan tiap ada pengajian tarekat yang banyak digelar di pesantren-pesantren. "Saya hanya berjualan tas untuk ibu ibu, " ujar Susiadi (55), pedagang tas asal tanggulangin Sidoarjo.

Dengan harga antara Rp 15 ribu hingga 25 ribu, Susiadi mengatakan bisa menjual antara 20 bahkan lebih tas yang dibawanya. "Biasanya bisa Rp 400 ribu, kalau musim panen bisa lebih hingga Rp 500 ribu pendapatan," imbuhnya.

Dari pantauan di lokasi, puluhan pedagang tampak menjajakan dagangannya, mulai makanan ringan, tas, kipas bambu, hingga tikar plastik yang banyak diminati jamaah tarekat sebagai alas untuk mengikuti wirid dan doa. Mereka bersila di sepanjang jalan menuju kawasan masjid pesantren Darul Ulum Peterongan.

Puluhan pedagang makanan dadakan, atau pedagang kaki lima tidak kalah banyak. Puluhan pedagang makan siap saji ini terlihat memenuhi jalan, sehingga jalur menuju lokasi digelarnya kegiatan tarekat pimpinan KH Dhimyati Romly nyaris macet, dan harus ditempuh dengan merayap. "Putaran ekonomi di jamaah tarekat potensinya sangat besar, kalau dihitung bisa ratusan juga setiap ada kegiatan," ujar Agus Mahfudzin, salah satu Dosen Unipdu. 

Hal ini lanjut dosen muda ini menambahkan, ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur bahkan luar Jatim dengan menggunakan kendaraan serta kebutuhan makanan  yang dibutuhkan. "Besarnya putaran eknomi bisa dilihat mulai dari sewan kendaraan oleh rombongan, belum makanan yang dibutuhkan saat mengikuti kegiatan serta peralatan seperti tikar sebagai alas dan lainnya," pungkas Agus yang juga sekretaris PC ISNU Jombang ini.

Seperti diketahui, jumlah jamaah atau pengikut Thariqat Qadiriyah wan Naqsyabandiyah Rejoso Peterongan Jombang mencapai ratusan ribu. Mereka datang dari berbagai daerah. (NU Online)

Saturday, Nov 16 2013

Hujan lebat yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (15/11/2013) malam menyebabkan permukiman penduduk terlanda banjir atau terkena dampak genangan air.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us