Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Monday, Jan 29 2018

Kediri(radiomadufm.com)--- Limbah "Misterius" disekitar Pabrik Gula (PG) Pesantren Kota Kediri mencemari sejumlah sumur milik warga sekitar pabrik. Pencemaran tersebut membuat warga lingkungan Majekan RT 27 RW 5 Kelurahan Pesantren Kota Kediri kesulitan air bersih untuk konsumsi. Julius warga setempat mengatakan, pencemaran limbah PG Pesantren sudah berlangsung sejak dua minggu lalu. Saat ini warga kesulitan air untuk dikonsumsi. Sumur yang biasa dipakai airnya untuk masak,mencuci dan mandi kini tidak bisa lagi digunakan. "Pencemarannya bertahap. Awalnya satu rumah, tapi setelah beberapa hari kemudian baru merembet kerumah lain yang juga berdekatan dengan pabrik," ujarnya saat menunjukan air yang tercampur limbah, Senin (29/1/18). Bahkan tidak hanya kesulitan untuk dikonsumsi, sebelumnya warga juga merasakan gatal-gatal pada kulit akibat air yang tercampur limbah pabrik gula. "Kemarin sebelum keruh seperti ini, tangan dan kaki merasa gatal karena air yang disini masih digunakan untuk mencuci," imbuh Julius. Dari pencemaran tersebut sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK) kesulitan air bersih. Tidak hanya rumah milik warga, namun juga tempat ibadah juga ikut terkontaminasi limbah "Misterius" yang berada berdekatan dengan PG Pesantren. Air yang digunakan untuk bersuci tersebut berwarna keruh dan berbau menyengat. Sementara itu, Ahmad Suparli Ketua RT 27 RW 5 Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren Kota Kediri mengatakan, dengan kondisi ini warga meminta segera diberikan bantuan air bersih. Sebab, sudah sekitar dua minggu ini warga harus membeli air bersih untuk dikonsumsi. "Selama tiga minggu ini kita selalu beli air bersih untuk minum dan masak. Untuk mandi kita selalu numpang ke warga yang airnya tidak tercampur limbah dari PG Pesantren. Kita ingin segera mendapat bantuan air bersih," jelasnya. Ia menambahkan, dari kasus pencemaran limbah tersebut warga sudah sempat mengadu pada pihak PG Pesantren dan Pemerintah Kota Kediri. "Hari ini tadi sudah ada pengecekan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Kediri, tetapi belum ada hasil. Bahkan kita juga sudah mengadu ke pihak pabrik tapi juga belum ada respon," tandasnya.(em/pd)

Polresta Kediri Periksa Dua Guru dan Teman Korban Featured
Monday, Jan 29 2018

Kediri (radiomadufm.com) - Kasus pengroyokkan siswa SDN di Kota Kediri yang dilakukan temannya terus bergulir. Unit PPA Polresta Kediri terus menyelidiki kasus yang menimpa Tp (12) siswa kelas 5 SDN Pakunden 1 Kota Kediri. Sejauh ini Polisi memeriksa dua guru dan teman korban guna untuk mengetahui kasus tersebut apakah sering terjadi di lingkungan sekolah.

 

Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Ridwan Sahara mengatakan, usai memeriksa sejumlah saksi, kini giliran pihak guru dan teman korban. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah korban memang sering dibully oleh pelaku. 

 

"Kita terus kumpulkan bukti dan keterangan saksi. Hari ini tadi kita minta keterangan guru olahraga dan guru wali murid serta teman korban. Agar mengetahui apakah tindakan seperti ini sering terjadi disekolah apa tidak," ujarnya, Senin (29/1/18).

 

Lanjut AKP Sahara, dari pengakuan teman korban, banyak pernyataan yang memang korban sering ditindas oleh pelaku. Korban sering dipalak hingga disuruh membeli makanan oleh pelaku dengan uang saku milik korban. 

 

"Pengakuan teman korban, korban Tp ini memang sering disuruh untuk membeli makanan oleh pelaku dengan mengunakan uangnya," imbuhnya.

 

Selain hasil pemeriksaan sejumlah saksi, polisi saat ini masih menunggu hasil visum et repertum dari RS Bhayangkara Kota Kediri. Pihaknya menargetkan hasil visum tersebut bakal keluar dalam minggu ini. 

 

"Jika sudah keluar akan kita informasikan. Yang jelas hasil dari pengumpulan penyidik nanti akan kita gelarkan, jika sudah cukup bukti akan kita naikan ke penyidikan," tandasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi korban pengroyokan siswa yang masih duduk dibangku kelas 5 SD di Kota Kediri semakin kritis. RS Bhayangkara Kota Kediri akhirnya merujuk Tp (12) ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Sabtu, (27/1/18) lalu.

 

 

Informasi dilapangan, Tp dikeroyok temannya usai terjadi cek cok saat bermain sepak bola. Sebelumnya Tp juga sempat menjadi korban pemalakan yang dilakukan pelaku. Puncaknya saat Tp bermain sepak bola bersama pelaku di halaman sekolah dan terjadi cek cok lantaran melakukan gol bunuh diri. Akhirnya Tp dikeroyok oleh tiga temannya. Pelaku yang masih teman sekelasnya itu tega menendang alat vital dan memukuli kepala korban. Dari kejadian itu, korban yang masih duduk di bangku kelas 5 di SD Pakunden 1 Kota Kediri mengalami kesakitan hingga dibawa ke Puskesmas. Ironisnya, usai dipukuli korban sempat diancam oleh para pelaku supaya tidak melapor kepada guru.Sejauh ini Polresta Kediri akan terus memeriksa terduga pelaku yang sebelumnya 3 mengembang menjadi 7 apakah nantinya akan ditetapkan menjadi tersangka masih menunggu hasil visum.

 

"pihak kami masih mendalami kasus itu dan menunggu hasil visum dan nantinya bisa menetapkan tersangkanya,"tandas AKP.Ridwan Sahara Kasat Reskrim Polresta Kediri.(em/rm)

Sunday, Jan 28 2018

Kediri (radiomadufm.com)Polres Kediri Kota terus melakukan pendalaman penyelidikan dan penyidikan terhadap sejumlah pelaku pengroyokkan yang menimpa Tp (12)siswa SDN Pakunden 1.Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota sebelumnya melansir ada 3 terduga pelaku anak – anak yang melakukan pengroyokkan terhadap korban. Dan sampai saat ini Satrekrim menemukan kembali 2 Terduga pelaku pengroyokkan terhadap korban.

 

 

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP. Ridwan Sahara mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan dan penyidikan dimana sampai saat ini terduga pelaku akan terus bertambah.

 

“Sampai saat ini ada 5 anak yang terduga menjadi pelaku pengroyokkan dan bisa bertambah kemungkinan menjadi 7 anak usai pihaknya kemarin (27/1/18) melakukan penyelidikan penyidikan intensif terhadap para teman korban yang didalamnya juga terduga pelaku.,”Ungkapnya,Minggu (28/1/18).

 

Ridwan Sahara yang juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Semen ini menegaskan, untuk motif dari aksi pengroyokkan yang dilakukan terduga pelaku ini karena merasa tidak suka disaat korban melakukan tindakan gol bunuh diri ketika sepak bola dihalaman sekolah.

 

“Karena korban ini pendiam dan diduga sering menjadi korban bullying kemudian spontan saat peristiwa gol bunuh diri yang dilakukan korban akhirnya rekannya ramai-ramai melakukan pengroyokkan. Dan terkait adanya motif pemalakkan sejauh ini masih didalami, namun saat kejadian pengroyokkan itu karena korban melakukan gol bunuh diri saat bermain sepak bola, “tandasnya.

 

 

 

Sejauh ini Korban yang sebelumnya di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Kediri akhirnya merujuk Tp(12) siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pakunden 1 ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Surabaya.

 

Berdasarkan informasi yang diterima LPA, korban sudah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, sejak Sabtu (27/1/18) sekitar pukul 12.00 WIB kemarin. Kebijakan rumah sakit milik Polri itu mengirimkan korban karena pertimbangan kondisi kesehatannya, terutama keluhan sakit yang diderita di kepala dan alat vitalnya.Dan para Guru, Dinas Pendidikan serta Pihak Keluarga dari Terduga Pelaku juga ikut menjenguk korban di Surabaya.

 

Untuk diketahui, Tp mulai masuk di RS Bhayangkara, Kota Kediri, sejak Selasa (23/1/18) lalu. Tetapi karena kondisinya tidak kunjung membaik, akhirnya pada Jumat (26/1/2018) dia dirawat di ruang ICU. Berdasarkan diagnosa rumah sakit, korban mengalami infeksi otak dan sakit pada kemaluan. Rasa sakit ini diduga akibat pukulan dan tendangan oleh para pelaku saat pengeroyokan terjadi, Kamis (18/1/18) lalu.

 

Diberitakan sebelumnya, diduga gara-gara menolak dipalak, Tp(12) seorang siswa kelas V SDN Pakunden 1 Kota Kediri dikeroyok tiga orang teman satu kelasnya. Peristiwa itu terjadi di lingkungan sekolah, Kamis (18/1/18). Korban sempat diancam oleh para pelaku supaya tidak melapor kepada guru. Sementara kasus ini dalam proses penyelidikan Unit PPA Polresta Kediri.(em)

Sunday, Jan 28 2018

Kediri (radiomadufm.com)--- Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Kediri akhirnya merujuk Tp (12) siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pakunden 1 ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Surabaya. Tp adalah korban pengeroyokan yang dilakukan oleh teman-teman sekolahnya.

 

“Hari ini kita bersama Dinas Pendidikan Kota Kediri dan Satgas PPA berangkat ke Dr. Soetomo, Surabaya untuk melihat kondisi korban,dan keluarga pelaku juga ikut bersama-sama menjenguk korban sebagai bentuk rasa empati terhadap korban beserta keluarganya,” kata juru bicara Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Kediri, Ebiyantoro, Minggu (28/1/18)

 

Berdasarkan informasi yang diterima LPA, korban sudah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, sejak Sabtu (27/1/18) sekitar pukul 12.00 WIB kemarin. Kebijakan rumah sakit milik Polri itu mengirimkan korban karena pertimbangan kondisi kesehatannya, terutama keluhan sakit yang diderita di kepala dan alat vitalnya.

 

“Sejauh ini Keluarga Korban juga ikut melihat atau menjenguk korban di RSUD Soetomo Surabaya. Dan kami berharap dari pihak keluarga terduga pelaku untuk selalu menunjukkan etikat baiknya, dan sejauh ini dari sejumlah keluarga terduga pelaku siap memberikan perhatian terhadap korban beserta keluarganya.

 

Untuk diketahui, Tp mulai masuk di RS Bhayangkara, Kota Kediri, sejak Selasa (23/1/18) lalu. Tetapi karena kondisinya tidak kunjung membaik, akhirnya pada Jumat (26/1/18) dia dirawat di ruang ICU. Berdasarkan diagnosa rumah sakit, korban mengalami infeksi otak dan sakit pada selakangannya. Rasa sakit ini diduga akibat pukulan dan tendangan oleh para pelaku saat pengeroyokan terjadi, Kamis (18/1/18) lalu.(em)

Sunday, Apr 05 2015

 

 

 

 

Jakarta (radiomadufm.com), Pemblokiran situs-situs yang bernafas Islam di media sosial dinilai sebagai tindakan gegabah dalam menangkal paham ISIS di Indonesia. Tindakan BNPT dan Menkominfo ini tidak bisa dibenarkan. Sebab untuk menangkal berkembangnya paham ISIS di Indonesia tidak perlu pemblokiran situs keagamaan, cukup menguatkan kembali paham nasionalisme.

Sunday, Apr 05 2015

 

 

 

Kediri (radiomadufm.com), Pemerhati anak Seto Mulyadi meminta pelajar tidak stres menghadapi ujian nasional yang akan dimulai pada 13 April (tingkat SMA), dan menyiapkan dengan baik.

Thursday, Mar 26 2015

Jakarta (radiomadufm.com), Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi bergerak melemah sebesar 24 poin menjadi Rp12.994 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.970 per dolar AS. 


Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis dibuka turun 24,46 poin atau 0,45 persen menjadi 5.381,02, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 6,21 poin (0,66 persen) menjadi 933,15. (*)

Sunday, Mar 22 2015

 

 

 

 

Pamekasan (radiomadufm.com), Personel Kodim 0826 Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membantu polisi, menangkap tiga orang pengguna sabu-satu di dua lokasi berbeda, di wilayah itu, Sabtu (21/3) malam.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us