Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Tuesday, 13 March 2018 01:05

ABG Tewas Gantung Diri Dipohon Nangka

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomadufm.com) - - - Warga Wonorejo Wates Kanupaten Kediri digemparkan dengan kabar seorang pelajar SMP di Kabupaten Kediri mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Tidakan nekat ini dilakukan oleh AP (16) siswi kelas 3 SMP, asal Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri yang diduga akibat Ponsel miliknya dijual oleh orang tuanya. 

 

 

 

Menurut informasi dari Polsek Wates, awalnya Senin (12/3/18) pukul 17.00 WIB, Sugiono (45) paman korban hendak mencari makan ternak kambing di belakang rumahnya di Dusun Wonorejo.dan ketika akan mengambil daun ketela, ia melihat sesosok perempuan tergantung di pohon nangka.

 

 

 

Karena penasaran, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini kemudian mendekati sosok di pohon nangka itu. Alangkah terkejutnya Sugiono, sosok tersebut adalah keponakannya sendiri AP. Gadis ABG ini sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan leher terikat seutas tali tampar warna biru.

 

 

 

Korban dalam posisi memanjat sebuah tangga berukuran tinggi sekitar 3 meter. Korban mengenakan baju warna putih dan celana jeas panjang serta tas rangsel kecil masih rapi dipundak korban. Sugiono lantas bergegas memberitahu SM (43), ibunya dan juga kakek korban Nakiman (88). Selanjutnya, mereka menuju ke pekarangan belakang rumah.

 

 

 

Melihat keponakannya sudah dalam keadaan meninggal dunia, Sugiono lalu memberitahu Kepala Dusun Wonorejo. Sehingga kabar tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Wates. Anggota polisi yang datang ke lokasi, kemudian melakukan olah TKP. Petugas menurunkan jenazah korban dan dilakukan visum.

 

 

 

Petugas mengamankan barang bukti sebuah tas punggung warna coklat yang berisikan jilbab warna coklat, parfum, lipstik, cream bedak, dua buah pulpen. Kemudian, sebuah baju warna putih dan celana jean panjang, bra warna ungu dan krudung warna putih serta tangga bambu panjang kurang lebih 3 meter.

 

 

 

Kasi Humas Polsek Wates Bripka Agung Sulistyo mengatakan, dari keterangan tim medis Puskesmas Wates, berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah tidak ditemukan luka akibat penganiayaan. Korban meningal dunia akibat gantung diri yang didukung dengan adanya jeratan di leher, lidah menjulur. “Korban meninggal dunia, murni gantung diri,” kata Agung, Selasa (13/3/18).

 

 

 

Informasi yang didapat kepolisian dari keterangan SM, ibunya. Sekitar satu bulan lalu, korban dimarahi ibunya karena sering bermain HP. Selanjutnya, sang ibu menjual HP korban. Sekitar dua minggu terakhir, korban menjual sepeda motornya dan sebagian uang dari hasil jual sepeda motor dibelikan dua HP. Setelah kejadian itu, korban mendiamkan ibunya.

 

Sementara itu, pihak keluarga telah menerima kematian korban sebagai musibah. Sehingga, pihak keluarga tidak bersedia korban dilakukan otopsi dan keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan. (em/ga) 

 

Read 1547 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us