Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Menkumham Minta Malaysia Hargai TKI

 

 

 

 

Jakarta (radiomadufm.com) - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Yasonna H Laoly minta pemerintah Malaysia untuk menghargai tenaga kerja Indonesia yang bekerja di negara itu, mengingat keberadaan mereka juga memberikan sumbangan positif.


"Kejadian seperti ini sebenarnya bukan yang pertama kali tapi sudah berulang-ulang kali," kata Yasonna kepada pers di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis.

Hal tersebut disampaikan menanggapi iklan perusahaan pembuat alat pembersih, RoboVac, yang mencantumkan tulisan "Fire Your Indonesian Maid Now" (Pecat Pembantu Indonesia Sekarang).

Menurut Yasonna, sekalipun iklan yang merendahkan martabat bangsa Indonesia tersebut dilakukan pihak swasta, Pemerintah Malaysia hendaknya bisa memberi teguran kepada perusahaan tersebut.

"Biar Pemerintah Malaysia yang mengurus untuk diselesaikan," katanya.

Menteri mengatakan, tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia jumlahnya memang besar dan tidak semua yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga.

TKI yang ada di Malaysia, katanya, banyak juga yang bekerja di sektor formal seperti di perkebunan kelapa sawit yang membutuhkan keterampilan.

"Jadi TKI kita di sana selama ini sudah memberikan kontribusi positif bagi negara itu. Kita berharap bisa saling menghargai," kata menteri.

Menteri mengatakan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Malaysia saat ini diharapkan bisa mempercepat penyelesaian soal itu.

"Waktunya pas dengan kedatangan presiden," katanya.

KBRI Kuala Lumpur sudah mengirimkan nota protes kepada otoritas Malaysia untuk melarang iklan tersebut, termasuk iklan yang ada dalam "website" perusahaan swasta itu.

KBRI juga minta agar Pmerintah Malaysia mengambil langkah guna memastikan bahwa iklan produk apa pun yang bersifat rasis dan mencederai bangsa Indonesia tidak terulang lagi. (antara)

 

 

 

 

Read 1144 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Utama

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us