Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Burung Gagak Dikaitkan dengan Kematian Jemaah Haji

Jakarta - Seorang jemaah haji Indonesia meninggal setelah mendaki Jabal Nur. Menurut kabar yang beredar, kepala jemaah itu dipatuk burung gagak sebelum ia meninggal. Hal ini dilaporkan Antara, Senin, 21 Oktober 2013. Memang, di Mekah, khususnya di beberapa kawasan bukit batu seperti Jabal Nur, burung gagak banyak berkeliaran.

Burung gagak merupakan salah satu hewan yang disebut dalam Al-Quran. Burung berwarna hitam ini berperan dalam mengajarkan manusia bagaimana cara menguburkan jenazah untuk pertama kalinya. Bukan tanpa alasan Allah SWT memberikan tugas ini kepada burung gagak. Di antara unggas, gagak diketahui memiliki kecerdasan tertinggi. Gagak memiliki proporsi otak terbesar, bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.

Dalam beberapa kebudayaan dan mitologi, burung gagak seringkali dianggap sebagai pertanda buruk. Di Eropa misalnya, gagak dipercaya sebagai burung peliharaan penyihir. Sementara di Indonesia, gagak dianggap pertanda datangnya petaka, termasuk kematian.

Wafatnya jemaah haji yang tidak disebutkan namanya itu menjadi berita dari mulut ke mulut di antara para jemaah. Namun, Anggota Media Center Haji (MCH) tidak berani mengomentari hal ini. Isi berita ini dinyatakan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Lagipula, narasumbernya pun tak jelas. Memang, jamaah yang meninggal itu menderita luka di kepalanya.

Menurut anggota MCH itu, mitos seperti ini memang mudah berkembang. Namun, dia mengingatkan jangan sampai hal ini mengurangi esensi ibadah haji.

Read 1490 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Info Haji

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us