Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Friday, 27 April 2018 03:18

Elpiji 3 kg Dikawasan Tasikmadu Mulai Sulit Diperoleh

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Trenggalek ( radiomadufm.com) - - Gas Elpiji 3kg mulai mengalami "kelangkaan"  Tiga minggu menjelang bulan suci ramadhan. Kondisi itu dialami masyarakat di seputaran Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.  Gas elpiji tabung melon alami kelangkaan, sejak dua minggu terakhir.

 

Musrinah, salah seorang warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo mengaku, sulit mendapatkan elpiji melon untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa kios pengecer yang ia datangi, tidak memiliki stok elpiji. 

 

"Akhir-akhir ini sudah mendapatkan elpiji. Banyak kios kehabisan stok," keluhnya, Jumat (27/4/18). Kesulitan memperoleh elpiji melon ini dirasakan oleh hampir seluruh warga di Desa Tasikmadu, bahkan desa-desa lain di wilayah Kecamatan Watulimo. 

 

Warga berusaha mencari elpiji melon dengan mendatangi setiap kios yang menjual. Ada kios-kios tertentu yang masih memiliki stok, tetapi jumlahnya sangat terbatas. Salah satunya kios milik Mbok Kem, di Dusun Kebon, Desa Tasikmadu. 

 

Tetapi di kios ini, elpiji melon dijual dengan harga yang cukup tinggi yaitu, Rp 20 ribu per tabung. Penjual beralasan, pasokan dari pangkalan minim, sementara konsumen yang datang sangat banyak. 

 

"Itu tadi cuma dapat delapan tabung saja. Carinya sangat sulit. Kalau mau silahkan harganya Rp 20 ribu," kata Mbok Kem saat didatangi pembeli yang ingin menukar tabung kosongnya dengan tabung isi. 

 

Diakuinya, pasokan elpiji dari pangkalan tersendat. Selain itu, jumlahnya berkurang. Bagi kios-kios pengecer, mengaku, tidak memanfaatkan momentum ini untuk menaikkan harga, tetapi mengikuti kios lain dalam melepas elpiji melon kepada masyarakat. 

 

Pangkalan Elpiji Muyani di Desa Tasikmadu mengakui, adanya kebijakan pengurangan pasokan dari depo belakangan. Hal tersebut menjadi penyebab kelangkaan elpiji melon di masyarakat. 

 

Seperti di Pangkalan Muyani ini, dari jatah sebanyak 1.800 tabung dikurangi hingga 300 tabu. Sehingga pasokan yang diterima kini hanya 1.500 tabung. Jumlah ini tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, karena pangkalan lain yang mengalami hal yang sama.

 

"Memang ada pengurangan pasokan. Itu merata di setiap pangkalan. Seperi saya dan pangkalan lain. Bisa dilihat saat ini kosong tidak ada stok sama sekali. Masyarakat banyak yang membutuhkan," beber Muyani ditemui di pangkalannya.

 

Kelangkaan elpiji melon yang mengakibatkan kenaikan harga hingga Rp 20 ribu ini cukup memberatkan masyarakat. Mengingat, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji subsidi pemerintah ini berkisar antara Rp 16-17 ribu per tabung. 

 

Masyarakat di seputaran Pantai Prigi mendengar kabar apabila kelangkaan elpiji melon ini disebabkan oleh rencana konversi elpiji melon ke tabung warna pink. Mereka berharap kebijakan tersebut tidak berdampak buruk terhadap mereka. Masyarakat juga meminta pemerintah kembali memperlancar pasokan elpiji melon sehingga harganya kembali normal. (em/ga) 

Read 1730 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us