Jemaah Haji Bojonegoro Dinyatakan Negatif Corona

Surabaya - Jemaah haji suspect virus Corona dinyatakan negatif setelah menjalani pemeriksaan dua kali. "Tapi kami masih menunggu pemeriksaan ketiga untuk memastikan," kata Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit Umum Dokter Soetomo, Surabaya, dr. Joni Wahyuadi saat dikonfirmasi Tempo, Selasa, 29 Oktober 2013.

Menurut Joni, hasil dua kali pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan identifikasi virus menyatakan bahwa Tasmi'an bin Rasiman Siru, 63 tahun tidak tertular virus Corona. Menurut Joni, perjalanan virus Corona membutuhkan waktu sekitar tujuh hari.

Karena itu, pemeriksaan dilakukan secara berkala dalam jangka waktu tersebut. Selepas tujuh hari, bisa dipastikan gejala demam dan batuk yang diderita pasien bukan berasal dari virus Corona. "Perjalanan virusnya kan butuh seminggu. Setelah itu, berarti bukan virus Corona," katanya.

Saat ini Tasmi'an masih mendapat perawatan khusus di ruang isolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan ketiga. Setelah itu Tasmi'an baru bisa pindah ruangan. Meski demikian Joni memastikan kondisi Tasmi'an sudah stabil. Suhu tubuhnya normal dan tidak lagi batuk.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Harsono menambahkan, virus Corona memang sangat cepat melumpuhkan kondisi tubuh manusia dalam waktu enam jam. Artinya, jika terserang virus Corona bisa langsung ditangani di Arab Saudi. "Kalau sudah pulang, berarti tidak kena Corona," ujarnya.

Tasmi'an merupakan jemaah haji kloter 7 asal Bojonegoro. Ketika tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, 22 Oktober 2013, tubuhnya menunjukkan suhu 38 derajat Celcius. Mengantisipasi infeksi Corona, dinas kesehatan langsung melarikan Tasmi'an ke Rumah Sakit Umum dr. Soetomo untuk mendapatkan perawatan intensif.

Read 1135 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Info Haji

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us