Pesta Lampion Sambut Jemaah Haji Sumenep

Sumenep - Masyarakat Sumenep Madura punya tradisi unik menyambut para haji baru. Selain hadrah dan pawai kendaraan bermotor, melepas ratusan lampion ke udara juga menjadi acara penyambutan.

Tradisi melepas lampion ini sudah turun-temurun dilakukan Warga Desa Campor, Kecamatan Ambunten, sekitar 30 kilometer ke arah utara Kota Sumenep. Jumat pagi, 8 November 2013, tidak kurang dari 300 buah lampion dilepaskan warga untuk menyambut suami-istri Ahmad Imam dan Yanti yang baru tiba setelah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. "Sudah jadi tradisi turun-temurun di sini," kata Syafiuddin, 41 tahun, tokoh masyarakat Desa Campor.

Lampion udara khas Madura ini disebut dengan damar korong. Dibuat dari kertas layang-layang aneka warna. Bentuknya lonjong seperti balon udara. Damar korong itu kemudian diterbangkan dengan bahan bakar minyak buatan warga dari buah biji nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang dicampur dengan sedikit minyak tanah. "Pakai minyak nyamplung, lampion bisa terbang lebih lama, hingga tidak terlihat mata," ujar Syafiudin.

Untuk memainkan damar korong ini, warga harus pemahaman tentang kecepatan angin. Menurut Syafiudin, damar korong baru akan dilepas ketika tekanan udara normal. "Kalau angin lagi kencang, damar korong bisa rusak dan terbakar."

Pesta pelepasan ratusan damar korong itu kemudian diakhiri dengan menyalakan ribuah petasan. "Kalau tidak damar korong dan petasan, kurang afdol," pungkas Syafiudin.

Read 1106 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Info Haji

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us