Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Pesta Lampion Sambut Jemaah Haji Sumenep

Sumenep - Masyarakat Sumenep Madura punya tradisi unik menyambut para haji baru. Selain hadrah dan pawai kendaraan bermotor, melepas ratusan lampion ke udara juga menjadi acara penyambutan.

Tradisi melepas lampion ini sudah turun-temurun dilakukan Warga Desa Campor, Kecamatan Ambunten, sekitar 30 kilometer ke arah utara Kota Sumenep. Jumat pagi, 8 November 2013, tidak kurang dari 300 buah lampion dilepaskan warga untuk menyambut suami-istri Ahmad Imam dan Yanti yang baru tiba setelah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. "Sudah jadi tradisi turun-temurun di sini," kata Syafiuddin, 41 tahun, tokoh masyarakat Desa Campor.

Lampion udara khas Madura ini disebut dengan damar korong. Dibuat dari kertas layang-layang aneka warna. Bentuknya lonjong seperti balon udara. Damar korong itu kemudian diterbangkan dengan bahan bakar minyak buatan warga dari buah biji nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang dicampur dengan sedikit minyak tanah. "Pakai minyak nyamplung, lampion bisa terbang lebih lama, hingga tidak terlihat mata," ujar Syafiudin.

Untuk memainkan damar korong ini, warga harus pemahaman tentang kecepatan angin. Menurut Syafiudin, damar korong baru akan dilepas ketika tekanan udara normal. "Kalau angin lagi kencang, damar korong bisa rusak dan terbakar."

Pesta pelepasan ratusan damar korong itu kemudian diakhiri dengan menyalakan ribuah petasan. "Kalau tidak damar korong dan petasan, kurang afdol," pungkas Syafiudin.

Read 1412 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Info Haji

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us