Thursday, Mar 26 2015

Chicago (radiomadufm.com), Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), didukung pelemahan dolar AS di tengah penurunan pasar saham AS.

Sunday, Mar 22 2015

 

 

 

Kairo (radiomadufm.com), Presiden Mesir Abdel Fatah Al Sisi menyatakan menjamin keamanan mahasiswa Indonesia di Mesir yang saat ini berjumlah lebih dari 3.500 orang.

Saturday, Mar 21 2015

 

 

 

Jakarta (radiomadufm.com), Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya mantan Perdana Menteri Australia ke-22 Malcolm Fraser, demikian disampaikan dalam keterangan pers Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Saturday, Feb 28 2015

Kairo (radiomadufm.com), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda berdiri tidak dalam sekejap. Pada mulanya, kaum Nahdliyin di Belanda masih menyembunyikan identitasnya dan hanya bisa dideteksi dari kesamaan aktivitasnya.



Dari jumlah 16 ribu jiwa WNI yang ada di Belanda, ternyata dideteksi cukup banyak yang merupakan warga nahdliyin. Barulah di tahun 2005 lalu didirikan KNB (Keluarga NU Belanda) yang ternyata mendapat respon luar biasa dari WNI muslim di sana. Dari situ, KNB lantas bermetamorfosa menjadi PCINU Belanda dan diresmikan oleh KH Ahmad Mustafa Bisri atau Gus Mus.

Demikian diceritakn Rais Syuriah PCINU Belanda KH Nur Hasyim Subadi dalam kunjungannya ke sekretariat PCINU Mesir Gamik, Nasr City, Kairo, Mesir, Rabu petang (25/02) waktu setempat. 

Dalam peresmian PCINU Belanda digelar pula workhshop seputar "Globalisasi Islam dan Islam di Nusantara". Tanggapan masyarakat internasional ternyata sangat antusias. Menurut Kiai Nur Hasyim, masyarakat Eropa pun menilai NU bisa menjadi solusi atas banyak munculnya aliran Islam ekstrimis dewasa ini.

Ia menambahkan, faktor agresivitas dari kaum ekstremis yang berupaya menjadi corong Islam termasuk pemantik lain keharusan berdirinya PCINU Belanda. “Sebab, NU-lah yang termasuk tepat menjadi wakil Indonesia dalam mengabarkan Islam bagi dunia mana pun,” ujar alumnus Universitas al-Azhar fakultas Syariah itu.

Mustasyar PCINU Belanda KH Ahmad Naf’an Sulchan yang datang bersama Kiai Nur Hasyim juga mengisahkan proses dakwah di Belanda yang menggunakan pedekatan persuasif dan kultural. Kondisi cara berpakaian dan kultur Belanda yang berbeda dengan Indonesia berusaha disiasati dengan cerdik. 

Hingga akhirnya, lanjutnya, para anggota jamaah yang awalnya berpakaian mini, lama-lama memanjangkan pakaian roknya. Belakangan, para anggota komunitas pengajian cikal bakal PPMI (Persatuan Pemuda Muslim Indonesia) Belanda itu kini rata-rata telah berhijab dan berpakaian lebih sesuai dengan syariat Islam. 

Dalam kesempatn tersebut, salah satu dewan penasihat PCINU yang telah bermukim di Belanda selama 40 tahun ini berpesan agar para aktivis muda PCINU Mesir memantapkan langkah dan jangan pernah ragu berjuang demi NU.

“Jangan hanya giat mendirikan komunitas baru, lantas eksis sesaat lalu mati begitu saja. Tetapi organisasi NU yang sudah ada dan dalam perjalanan sejarahnya terbukti tepat untuk mendakwahkan Islam harus selalu dijaga,” tandas kiai asal Jepara itu. 

Ia juga mengingatkan para kader muda NU rajin menuliskan hal-hal terkait syariat Islam, dengan bahasa yang paling mudah dicerna oleh masyarakat dunia mana pun, bila perlu diterjemahkan ke bahasa-bahasa di luar bahasa Indonesia. 

Kehadiran Nur Hasyim dan Ahmad Naf’an Sulchan disambut PCINU Mesir dengan acara sarasehan bertajuk “Meneropong Perkembangan Islam di Eropa bersama Rais Syuriah dan Mustasyar PCINU Belanda.” Acara diikuti sekitar 70 aktivis PCINU Mesir yang bermukim di sekitar sekretariat. 

Dua tokoh NU Belanda mengaku sangat bahagia bisa silaturahim dengan Nahdliyin di Mesir. Selain mengulas sekilas sejarah NU Belanda, kedunya juga menjelaskan pengalaman dan penngetahuan mereka tentang potret Islam di Eropa. (NU Online)

Thursday, Feb 19 2015

 

 

 

Paris (radiomadufm.com), Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam telah mencanangkan Program 5.000 Doktor dalam lima tahun ke depan, baik di perguruan tinggi nasional maupun internasional. Program ini bahkan diluncurkan langsung oleh Presiden Jokowi 19 Desember 2014 di Istana Negara.

Saturday, Feb 14 2015

Chapel Hill (radiomadufm.com), Lebih dari 5.000 orang pada Kamis waktu setempat menghadiri pemakaman tiga mahasiswa muslim yang ditembak di North Caroline pekan ini.



Menurut laman Independent yang dilansir pada Jumat, jumlah pelayat yang sangat banyak menyebabkan seremoni harus dipindahkan dari sebuah masjid ke lapangan atletik Universitas North Carolina.

Sebelum berdoa, mereka melakukan penghormatan terakhir kepada para korban di sebuah bangunan kecil di masjid Islamic Association of Raleigh, yang berlanjut ke seberang jalan dalam lingkungan kampus tersebut.

Deah Shaddy Barakat (23), istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha (21) dan adik perempuannya Razan Mohammad Abu-Salha (19) ditemukan tewas pada Selasa di rumah pengantin baru tersebut di dekat kampus.

Barakat adalah mahasiswa kedokteran gigi tahun kedua di kampus tersebut, istrinya juga akan berkuliah pada musim gugur mendatang.

Polisi Carolina Utara memperkirakan sebanyak 5.500 orang telah berkumpul untuk mengenang ketiga korban.

Motif pembunuhan masih belum jelas, meskipun ayah dari dua wanita yang terbunuh itu mengklaimnya sebagai "kejahatan kebencian" yang dipicu oleh agama korban.

Para pejabat setempat mengatakan sedang menyelidiki kemungkinan motif kebencian, walaupun mereka menyebutkan bahwa penembakan tersebut dipicu oleh sengketa parkir.

Craig Stephen Hicks (46) yang menggambarkan dirinya sebagai "pembawa senjata" ateis, telah didakwa dengan tiga dakwaan pembunuhan tingkat pertama.

Para tetangga pelaku menggambarkannya sebagai seorang yang pemarah dan konfrontatif. Sementara mantan istirnya mengatakan, dia terobsesi film penembakan tahun 1993 berjudul Falling Down, dan berperilaku "tak ada belas kasihan" terhadap orang lain.

Istrinya yang sekarang, Karen Hicks, mengatakan penembakan tersebut "tak ada hubungan dengan agama atau kepercayaan korban", sebelum mengungkapakn rencana perceraiannya.

Berbicara kepada para pelayat di lapangan dekat masjid di Raleigh, ayah korban Mohammad Abu-Salha mengatakan bahwa keluarga korban tidak ingin balas dendam atau mempedulikan hukuman Hicks.

Ia hanya berusaha memastikan bahwa orang-orang muda di Amerika Serikat tidak akan mengalami kekerasan serupa.
Kakak perempuan salah satu korban penembakan di Chapel Hill, Amerika Serikat, tidak percaya pelaku sanggup melakukan aksi kejinya hanya karena perselisihan atas lahan parkir.

"Saya sangat yakin ini bukan soal sengketa tempat parkir," ujar Suzanne dalam wawancara di jaringan televisi CNN. (Simak videonya di laman Youtube)

Suzanne mengaku pernah beberapa kali mendengar bahwa pelaku, yakni seorang atheis bernama Craig Stephen Hicks (46), melakukan aksi-aksi pelecehan tapi tetangga sekitar mendiamkan saja.

"Saya tidak bisa memahami jika Anda sanggup membunuh tiga orang dengan menembakkan peluru di kepala mereka, dan membunuh mereka gara-gara tempat parkir," tukasya.

Ketika ditanya pemandu wawancara, Anderson Cooper, apakah Suzanne yakin ada alasan lain yang lebih besar di belakang aksi pembunuhan ini, dia menjawab, "Pasti."

Pernyataan Suzanne ini membantah asumsi yang sedang beredar di media mainstream Barat yang mengaitkan alasan psikologis sang pelaku di balik pembunuhan. (Baca di berita sebelumnya: Penembakan di Chapel Hill bermotif perselisihan)

Deah adalah seorang pria yang sangat baik hati, "Ia menyambut orang asing dengan pelukan, dia sibuk dengan pengabdian sosial." 

Sebagai wakil dari keluarga yang tengah berduka, Suzanne menegaskan, "Ini sangat berat. Saya ingin dunia melihat esensi dari apa yang pernah dilakukan oleh para korban yaitu menebarkan optimisme, harapan, dan kasih sayang."

Deah mendukung berbagai aksi sosial di antaranya menolong komunitas tunawisma di Amerika. Ia juga membantu pengungsi Suriah bersama komunitas dan LSM.

"Kemarin dia mengumpulkan 16.000 dolar dan sekarang sudah 120.000 dolar. Kami ingin mereka diingat atas aktivitas sosial mereka," tegasnya.

Suzanne juga menyebutkan bahwa "Deah membuat semua kegiatan sosial terkesan mudah dan ringan." (Simak bagaimana Twitter "gaduh" karena media tidak banyak memberikan perhatian terhadap aksi brutal ini)

"Saya berharap warga Amerika secara bersama-sama mengenang dan meneruskan budi baik para korban ... dan tidak membiarkan kematian mereka untuk berlalu dengan sia-sia," kata Suzanne sembari terisak. (NU Online)

Friday, Feb 13 2015

Chapel Hill (radiomadufm.com), Ribuan orang berkumpul Rabu waktu AS di Chapel Hill untuk mengenang  tiga mahasiswa muslim yang dibunuh seorang pria bersenjata yang menembak mati ketiganya dalam gaya orang mengeksekusi. Peristiwa ini mengguncang kota kecil yang menjadi kota kampus tersebut.


Sahabat dan sanak keluarga membanjiri kampus Universitas North Carolina untuk mengenang Deah Shaddy Barakat (23), istrinya Yusor Mohammad (21), dan adik perempuannya Razan Mohammad Abu-Salha (19).

Ketiganya diduga dibunuh oleh tetangga mereka, Craig Stephen Hicks (46) yang laman Facebook-nya dipenuhi pandangan-pandangannya yang anti agama.

Dalam akun Facebook pribadinya, Craig mengaku sebagai seorang ateis. Salah satu pernyataan di akun itu: “Agamamu telah banyak membuat kerugian di dunia. Saya tak hanya berhak, tapi memiliki tugas, untuk melecehkan [agamamu].” Pernyataan itu tidak menyebut agama tertentu, seperti dilansir oleh The Wall Street Journal.

Pembunuhan ini tengah diselidiki polisi Chapel Hill sebagai kejahatan berlatar belakang kebencian dan memicu kemarahan besar muslim seluruh dunia. Craig didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama (pembunuhan terencana) yang sanksi minimumnya hukuman mati atau hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Pembunuhan ini mengguncang kota pendidikan tersebut di mana ribuan orang rela melawan dingin untuk menyampaikan belasungkawa mereka.

"Kita kehilangan tiga orang warga dunia dan negara ini yang luar biasa. Tetapi saya kira mereka telah mengilhami  ribuan orang," kata Farris Barakat, abang Deah kepada kumpulan manusia yang berkumpul.

Dia mengenang adiknya yang mahasiswa UNC ini sebagai orang yang mencintai olah raga, profesinya dan canda kasar Chris Rock, begitu foto-foto ketiga mahasiswa itu tampak di layar raksasa.

Namun Barakat menyeru masyarakat menahan diri dan meminta tidak membiarkan pembunuhan ini memicu timbulnya aksi kekerasan lebih jauh.

"Jangan padamkan api dengan api...pembunuhan ini sangat mungkin merupakan aksi yang didorong iblis dan dan untuk menakuti orang yang tidak peduli, jangan biarkan ketidakpedulian menyebar dalam hidup Anda, jangan balas ketidakpedulian dengan ketidakpedulian," kata dia.

Barakat dan Mohammad menikah Desember lalu. Pengantin baru ini berencana kuliah kedokteran gigi pada Agustus nanti. Adik perempuannya berkuliah di Universitas Negara Bagian North Carolina (NCSU).

Mereka mengenang Yosur sebagai perempuan terbaik yang mereka kenal.

Para pengiring pengantin Mohammad mengenang Yosur berencana lari maraton, janjinya untuk bermeditasi dan untuk masjid, serta kecintaannya pada sereal untuk sarapan. Mereka mengenang Yosur sebagai wanita yang baik.

"Yosur adalah seorang yang paling tidak berdosa, orang paling baik yang pernah saya kenal dalam seluruh hidup saya. Saya bahkan tak bisa membayangkan mengapa hal ini bisa terjadi padanya, hal yang sama berlaku untuk Deah," kata Omar Abdul-Baki, presiden himpunan mahasiswa fakultas kedokteran gigi UNC, di depan barisan mahasiswa kedokteran gigi yang mengenakan jaket putih.

Barakat, putra seorang imigran dari Suriah, dikenang atas kerja sosialnya, menawarkan praktik pemeriksaan gigi secara gratis dan tengah menabung untuk perjalannya ke Turki guna membantu pengungsi Suriah.

Teman semasa kecilnya, Abdul Salem, berkata kepada orang-orang yang berkumpul mengenai dampak dari ketiga orang itu.

Dia mengenang Barakat sebagai orang yang selalu tersenyum dan selalu berpikir positif. "Jelas ketika tragedi terjadi orang cenderung mengenang yang baik-baik saja. Namun saya meminta kepada siapa pun untuk mengenang apa saja selain itu tentang mereka," kata dia.

"Ini adalah kesempatan bagi semua orang untuk berhenti dan mengenang tidak saja hal-hal positif, namun mengenang mereka dan tidak mengenang mereka tidak hanya karena tragedi ini."

Wali kota Chapel Hill Mark Kleinschmidt menyebut ketiganya sebagai tiga warga teladan dan bersumpah untuk menegakkan keadilan.

"Apa pun pemikiran konyol dan tak terbayangkan yang telah mendorong aksi ini, dia telah melakukan itu,"  kata dia merujuk Craig.

Kleinschmidt bersumpah untuk maju terus dan menyatakan luka masyarakat akan pulih kembali.

Pemakaman ketiga mahasiswa ini akan diadakan Kamis malam atau Jumat pagi WIB di Asosiasi Islam di Raleigh, demikian AFP. (NU Online)

Thursday, Feb 12 2015

Washington (radiomadufm.com), Presiden Barack Obama menyatakan akan mengirimkan pasukan khusus Amerika Serikat untuk membunuh para pemimpin ISIS di tengah permintaannya kepada Kongres untuk mengizinkan operasi militer darat guna mencegah invasi skala besar ISIS.

Page 1 of 6

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us