Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Keputusan Palestina Gabung Dengan ICC Tak Bisa Diubah

Ramallah (radiomadufm.com) Seorang pejabat senior Palestina mengatakan keputusan pemimpin Palestina untuk bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) tak bisa diubah.


"Semua kekuatan di Bumi takkan pernah bisa mengembalikan putaran jarum jam," kata pemimpin perunding Palestina Saed Erekat kepada radio "Voice of Palestine", Minggu. 

Ia menambahkan bahwa pemimpin Palestina bergerak menuju menjadi anggota ICC.

Erekat menuduh Pemerintah Israel tak mengacuhkan semua konvensi dan hukum internasional, demikian laporan Xinhua. 

"Semuanya bergantung atas logika keangkuhan kekuatan dan perlindungan dari Kongres AS," katanya.

Politikus kawakan tersebut memperingatkan, jika Israel melanjutkan kebijakannya mengenai kewajiban pengumpulan pajak Palestina, "kami akan secara sungguh-sungguh mempertimbangkan hubungan keamanan dan politik kami dengan Israel".

Sementara itu, Erekat menyatakan Dewan Sentral Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) "dijadwalkan mengadakan pertemuan paling lambat pada akhir Februari untuk membahas masa depan hubungan dengan Israel".

"Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) dibentuk guna mengurus status rakyat Palestina yang berada di bawah pendudukan menjadi status memiliki kemerdekaan dan memiliki negara," kata Erekat.

Setelah menerima permohonan Palestina untuk bergabung dengan ICC, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengumumkan bahwa Negara Palestina akan menjadi anggota ICC paling lambat pada 1 April.

Namun, Amerika Serikat memandang tindakan Palestina itu sebagai "cara yang tidak konstruktif untuk bergerak maju dalam proses perdamaian Timur Tengah". (antara)

Read 1026 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Internasional

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us