Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline

Chapel Hill (radiomadufm.com), Ribuan orang berkumpul Rabu waktu AS di Chapel Hill untuk mengenang  tiga mahasiswa muslim yang dibunuh seorang pria bersenjata yang menembak mati ketiganya dalam gaya orang mengeksekusi. Peristiwa ini mengguncang kota kecil yang menjadi kota kampus tersebut.


Sahabat dan sanak keluarga membanjiri kampus Universitas North Carolina untuk mengenang Deah Shaddy Barakat (23), istrinya Yusor Mohammad (21), dan adik perempuannya Razan Mohammad Abu-Salha (19).

Ketiganya diduga dibunuh oleh tetangga mereka, Craig Stephen Hicks (46) yang laman Facebook-nya dipenuhi pandangan-pandangannya yang anti agama.

Dalam akun Facebook pribadinya, Craig mengaku sebagai seorang ateis. Salah satu pernyataan di akun itu: “Agamamu telah banyak membuat kerugian di dunia. Saya tak hanya berhak, tapi memiliki tugas, untuk melecehkan [agamamu].” Pernyataan itu tidak menyebut agama tertentu, seperti dilansir oleh The Wall Street Journal.

Pembunuhan ini tengah diselidiki polisi Chapel Hill sebagai kejahatan berlatar belakang kebencian dan memicu kemarahan besar muslim seluruh dunia. Craig didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama (pembunuhan terencana) yang sanksi minimumnya hukuman mati atau hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Pembunuhan ini mengguncang kota pendidikan tersebut di mana ribuan orang rela melawan dingin untuk menyampaikan belasungkawa mereka.

"Kita kehilangan tiga orang warga dunia dan negara ini yang luar biasa. Tetapi saya kira mereka telah mengilhami  ribuan orang," kata Farris Barakat, abang Deah kepada kumpulan manusia yang berkumpul.

Dia mengenang adiknya yang mahasiswa UNC ini sebagai orang yang mencintai olah raga, profesinya dan canda kasar Chris Rock, begitu foto-foto ketiga mahasiswa itu tampak di layar raksasa.

Namun Barakat menyeru masyarakat menahan diri dan meminta tidak membiarkan pembunuhan ini memicu timbulnya aksi kekerasan lebih jauh.

"Jangan padamkan api dengan api...pembunuhan ini sangat mungkin merupakan aksi yang didorong iblis dan dan untuk menakuti orang yang tidak peduli, jangan biarkan ketidakpedulian menyebar dalam hidup Anda, jangan balas ketidakpedulian dengan ketidakpedulian," kata dia.

Barakat dan Mohammad menikah Desember lalu. Pengantin baru ini berencana kuliah kedokteran gigi pada Agustus nanti. Adik perempuannya berkuliah di Universitas Negara Bagian North Carolina (NCSU).

Mereka mengenang Yosur sebagai perempuan terbaik yang mereka kenal.

Para pengiring pengantin Mohammad mengenang Yosur berencana lari maraton, janjinya untuk bermeditasi dan untuk masjid, serta kecintaannya pada sereal untuk sarapan. Mereka mengenang Yosur sebagai wanita yang baik.

"Yosur adalah seorang yang paling tidak berdosa, orang paling baik yang pernah saya kenal dalam seluruh hidup saya. Saya bahkan tak bisa membayangkan mengapa hal ini bisa terjadi padanya, hal yang sama berlaku untuk Deah," kata Omar Abdul-Baki, presiden himpunan mahasiswa fakultas kedokteran gigi UNC, di depan barisan mahasiswa kedokteran gigi yang mengenakan jaket putih.

Barakat, putra seorang imigran dari Suriah, dikenang atas kerja sosialnya, menawarkan praktik pemeriksaan gigi secara gratis dan tengah menabung untuk perjalannya ke Turki guna membantu pengungsi Suriah.

Teman semasa kecilnya, Abdul Salem, berkata kepada orang-orang yang berkumpul mengenai dampak dari ketiga orang itu.

Dia mengenang Barakat sebagai orang yang selalu tersenyum dan selalu berpikir positif. "Jelas ketika tragedi terjadi orang cenderung mengenang yang baik-baik saja. Namun saya meminta kepada siapa pun untuk mengenang apa saja selain itu tentang mereka," kata dia.

"Ini adalah kesempatan bagi semua orang untuk berhenti dan mengenang tidak saja hal-hal positif, namun mengenang mereka dan tidak mengenang mereka tidak hanya karena tragedi ini."

Wali kota Chapel Hill Mark Kleinschmidt menyebut ketiganya sebagai tiga warga teladan dan bersumpah untuk menegakkan keadilan.

"Apa pun pemikiran konyol dan tak terbayangkan yang telah mendorong aksi ini, dia telah melakukan itu,"  kata dia merujuk Craig.

Kleinschmidt bersumpah untuk maju terus dan menyatakan luka masyarakat akan pulih kembali.

Pemakaman ketiga mahasiswa ini akan diadakan Kamis malam atau Jumat pagi WIB di Asosiasi Islam di Raleigh, demikian AFP. (NU Online)

Read 1220 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Internasional

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us