Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Paus: Ideologi Marxis Salah tapi Saya Tahu Banyak Orang Marxis yang Baik

Dalam sebuah wawancara dengan harian Italia La Stampa, Paus Fransiskus menanggapi tuduhan bahwa dia seorang Marxis, setelah dia belum lama ini mengecam "kapitalisme yang tak terkekang."

Paus mengatakan kepada La Stampa bahwa "ideologi Marxis itu salah. Namun saya telah bertemu banyak orang Marxis dalam hidup saya yang adalah orang-orang baik, jadi saya tidak merasa tersinggung... tidak ada nasihat yang tidak dapat ditemukan dalam ajaran sosial gereja."

Dia merujuk pada sebuah seruan apostolik bulan November, di mana dia menulis, "Selama masalah orang miskin tidak secara radikal diselesaikan dengan menolak otonomi mutlak pasar dan spekulasi keuangan dan dengan menyerang penyebab struktural ketimpangan, tidak ada solusi yang akan ditemukan untuk masalah dunia atau, dalam hal ini, untuk setiap masalah."

Pada bagian lain seruan itu berbunyi, "Sama seperti perintah 'Jangan membunuh' menetapkan batas yang jelas untuk menjaga nilai kehidupan manusia, hari ini kita juga harus mengatakan 'jangan ada penyingkiran dan ketidaksetaraan ekonomi. Ekonomi seperti itu membunuh."

Kata-kata Paus itu mendapat kecaman keras dari kaum konservatif Amerika, termasuk Rush Limbaugh, yang mengatakan kepada pendengarnya bahwa "komentar Paus itu murni Marxisme. Kapitalisme yang tak terkekang? Hal itu tidak ada di mana pun. Kapitalisme yang tak terkekang merupakan ungkapan kaum sosialis liberal untuk menggambarkan Amerika Serikat. Tak terkekakang, tidak teratur."

Selain menanggapi kontroversi itu, Paus juga mengatakan kepada La Stampa pemikirannya saat dia bersiap merayakan Natal pertamanya sebagai kepala Gereja Katolik. "Natal adalah Tuhan bertemu umat-Nya," katanya. "Itu juga merupakan penghiburan, sebuah misteri penghiburan .. Setelah misa tengah malam saya sering menghabiskan satu jam atau lebih sendirian di kapel sebelum merayakan misa fajar. Saya merasakan perasaan yang penghiburan yang mendalam dan kedamaian."

Read 1604 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Internasional

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us