Breaking News
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Puluhan Massa Datangi Kantor Dewan - Friday, 02 February 2018 07:06

Twitter Mestinya Bekukan Akun Terafilitasi ISIS

 

 

 

Jakarta, radiomadufm.com
Laman saluran televisi berbasis di Arab Saudi,Al-Arabiya, berpendapat bahwa akun-akun Twitter yang terafiliasi kepada para aktivis gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang kini singkat menyebut Negara Islam (IS), mesti ditutup.


Salma El Shahed dari Al Arabiya menulis dalam laman stasiun televisi saingan Aljazeera ini bahwa kaum militan ISIS terus menciptakan kegemparan di seluruh Irak dan menyebarluaskan aksi-aksinya melalui media sosial, terutama Twitter, termasuk menyebarluaskan foto-foto mengerikan.

Satu akun Twitter yang diyakini milik pengguna yang berkaitan dengan kelompok ekstremis itu, tulis Salma El Shahed, menjadi pusat perhatian karena memposting kantong-kantong janasah berlumuran darah berisi kepala-kepala manusia terpenggal.

Iraq al-Farouq Omar (dalam akun @aws_fasfas) telah memposting foto-foto pemenggalan manusia. Kendati belum jelas apakah ini akun individual atau kolektif, namun menurut wartawan Al-Arabiya itu akun tersebut jelas didedikasikan untuk ISIS.

Twitter punya kebijakan bahwa pengguna tidak boleh mengeluarkan ancaman atau kekerasan tidak langsung kepada pengguna lainnya, termasuk ancaman terhadap orang atau kelompok berdasarkan ras, etnik, suku bangsa dan agama, kutip Al-Arabiya dari Twitter.

Namun faktanya, kata Salma El Shahed, Twitter tak dapat menghapus akun Twiter penyebar ancaman itu.

Akun Iraq al-Farouq Omar telah mencuit ancaman kepada orang-orang tak seiman dengannya pembantaian, dan memposting foto-foto komunitas minoritas Yazidi sebagai "penyembah iblis.”

Menurut Al-Arabiya, Twitter menolak mengomentari “privacy and security purposes” (demi privasi dan keamanan) yang ada pada mereka.

Mengutipkan para analis, Al-Arabiya mengatakan ada pertanyaan mengenai apakah perusahaan-perusahaan media sosial mesti bertanggung jawab atas tersebarnya konten-konten jahat itu.

Abeer Najjar, profesor komunikasi massa dari Universiah Syariah Amerika, menilai cuitan-cuitan semacam itu tidak perlu ditutup sepanjang tak melanggar hukum internasional.

Platform-platform seperti Twitter dan Facebook menjadi pedang bermata dua, sebut Al-Arabiya.

Kedua platform ini telah mempengaruhi keberadaan ISIS dan memperluas dukungan kepada mereka, kata profesor Najjar.

Namun ISIS tak selalu meraih simpati lewat media sosial, justru kegemaran beberapa aktivisnya dalam menyebarkanluaskan aksi-aksi sadisnya membuat masyarakat menjauh dari mereka.

"Kemungkinan besar itu malah membuat masyarakat menentang mereka karena jijik," kata David Mack, peneliti senior pada Institut Timur Tengah kepada Al Arabiya News.

 

 

 

Read 1203 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Internasional

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us