Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

UNHCR: Dalam Sepekan 600 Orang Tewas di Afrika Tengah

Lebih dari 600 orang tewas dan 159.000 orang lainnya menjadi pengungsi akibat kekerasan sektarian di Republik Afrika Tengah sepanjang pekan lalu. Demikian pernyataan badan urusan pengungsi PBB (UNHCR), Jumat (13/12/2013).

Sebanyak 450 orang tewas di ibu kota Bangui dan 160 orang lainnya tewas di berbagai daerah negeri bekas jajahan Perancis itu.

"Kami sedang menyaksikan memburuknya situasi di Republik Afrika Tengah," kata juru bicara UNHCR, Adrian Edwards.

Para pekerja sosial mengatakan krisis kemanusiaan di negeri itu terus meningkat ketika lebih dari 500.000 orang terpaksa meninggalkan kediaman mereka sejak kerusuhan sektarian ini pecah.

Puluhan ribu orang terpaksa menjadi pengungsi dan tinggal di tenda-tenda ala kadarnya di sekitar ibu kota Bangui.

Sementara itu, seorang pejabat senior Uni Afrika mengatakan bahwa organisasi itu sudah menyetujui peningkatan personel pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di Afrika Tengah dari 2.500 personel menjadi 6.000 personel.

"Keputusan yang diambil Dewan Perdamaian dan Keamanan (PSC) adalah meningkatkan kekuatan pasukan. Kami bisa menambah hingga 6.000 personel, tergantung kebutuhan," kata El Ghassim Wane, Direktur Departemen Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika.

"Dalam waktu tiga bulan, PSC akan bertemu lagi untuk mengevaluasi kekuatan pasukan berdasarkan evolusi situsasi dan penilain kami atas situasi di lapangan," tambah Wane.

Selain pasukan Uni Afrika, Perancis juga mengirim sebanyak 1.600 personel militer untuk mendukung pasukan Uni Afrika di Republik Afrika Tengah.

Pasukan Perancis akan bertugas untuk melucuti persenjataan yang dimiliki pemberontak di berbagai wilayah negeri tersebut.

Kerusuhan sektarian di Afrika Tengah terjadi antara pasukan pemberontak Seleka yang Muslim -mereka berasal dari Chad atau Sudan- dan milisi Kristan anti-Balaka, yang merujuk pada Balaka atau golok senjata  yang digunakan Seleka.

Read 1390 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Internasional

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us