Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Super User

Super User

Sunday, 15 April 2018 04:44

Kediri ( radiomadufm.com ) ----Kebakaran hebat hingga meludeskan rumah Tukini dan dua unit sepeda motor terjadi di Desa Sidomulyo Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri Jawatimur. Warga Dusun Klodran Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen bahu membahu menjinakkan kobaran api yang begitu cepat meludeskan rumah yang terbuat dari papan kayu maupun anyaman bambu. Bunyi ledakan yang terjadi didalam rumah membuat warga ketakutan untuk menyelamatkan dua unit sepeda motor yang berada dilokasi. Melihat kejadian itu, pemilik rumah dan pengontrak sempat shock melihat kobaran api yang menghabiskan harta benda didalam bangunan.

 

Menurut Sokib yang melihat kobaran api yang berusaha memadamkannya menuturkan, munculnya api dari dalam rumah. Dan kobaran api semakin besar sehingga dirinya ketakutan berusaha meminta tolong ke warga yang lain untuk memadamkan api. Kemungkinan api berasal dari kompor gas yang menyala untuk memasak ayam kemudian ditinggal Mia dan Syaifudin selaku pengontrak ke kawasan Gor Jayabaya.

"Ini rumah ibu saya yang dikontrak oleh penjual bebek dan ayam goreng.Api dimungkinkan dari kompor yang meledak kemudian menyambar seisi rumah serta dua unit sepeda motor yang tidak berhasil diselamatkan,"jelasnya saat dilokasi kejadian,Minggu (15/4/18).

Saat peristiwa berlangsung, Puluhan warga bahu membahu mematikan kobaran api yang sudah membesar dengan alat seadanya hingga api baru padam ketika bangunan semi permanen di rumah itu habis terbakar bersama benda didalamnya termasuk dua unit sepeda motor honda beat dan honda supra.

Sementara itu AIPTU.Sugeng Kasi Humas Polsek Semen Polresta Kediri mengungkapkan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian usai ada laporan warga yang selanjutnya melaporkan ke intansi diatasnya untuk penanganan lebih lanjut.

"usai mendapatkan laporan warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan melaporkannya ke instansi diatasnya untuk penanganan lebih lanjut. Satu unit mobil PMK telah melakukan tugasnya dilokasi kejadian,"tandasnya.

Sejauh ini pihak kepolisian melakukan pemasangan garis polisi di lokasi kejadian untuk penanganan Olah Kejadian Perkara guna memastikan penyebab pasti kebakaran yang menimpa rumah tersebut.(em/ga)

 

 

Tuesday, 10 April 2018 13:11

Kediri ( radiomadufm.com)-- Sidang kasus korupsi Jembatan Brawijaya Kota Kediri memasuki tahap tuntutan. Tiga terdakwa dalam kasus itu, dua diantaranya bakal menerima tuntutan hukuman lebih tinggi. Pasalnya, kedua terdakwa tersebut juga terkena pasal gratifikasi. Dalam fakta persidangan sejumlah keterangan keterangan saksi sempat menjadi bahan yang dimungkinkan akan terbit SPDP atas kelanjutan kasus itu yang saat ini sudah mendekati tahap penuntutan. 

 

Abdul Rasyid, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut mengatakan, pihaknya kemarin sudah mengajukan laporan tuntutan tiga terdakwa ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Sayangnya, ia enggan membeberkan besaran tuntutan hukuman bagi terdakwa kasus korupsi Jembatan Brawijaya.

 

"Ini masih rahasia. Namun yang jelas sudah kita ajukan ke Kejati. Untuk hasilnya besok saat di persidangan saja," ujarnya saat berada di kantornya, Selasa (10/4/18).

 

Rasyid menjelaskan, dalam tuntutannya itu ada dua terdakwa yang berbeda. Menurutnya, dua terdakwa yakni Kasenan dan Widodo akan menerima pasal tambahan dalam tuntutan tersebut. Sebab saat proses sidang menunjukan sejumlah bukti jika keduanya menerima aliran dana.

 

"Dalam kasus ini untuk Kasenan menerima total hampir Rp 400 juta. Sedangkan Widodo menerima Rp 50 juta dan sudah dikembalikan ke kas negara. Oleh karena itu, selain Pasal 2 dan 3 nanti mereka juga terkena Pasal 12 b dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," bebernya.

Dalam proses persidangan banyak ditemukan bukti baru. Salah satunya terungkapnya sejumlah aliran dana kasus korupsi Jembatan Brawijaya. Tidak hanya dua terdakwa saja yang menikmati dana korupsi tersebut. Informasi yang dihimpun, terdapat beberapa orang yang ikut menikmati uang korupsi tersebut, salah satunya Mantan Walikota Kediri, SA. 

 

Diduga orang yang paling berperan dalam kasus korupsi Jembatan Brawijaya itu adalah Samsul Ashar. Hal itu diketahui dari pengakuan Ratna, bendahara PT SGS (Surya Graha Semesta). Ratna mengaku jika Samsul Ashar paling banyak menerima uang dari PT SGS. Setelah Samsul, dalam data bendahara, posisi urutan kedua yakni Kasenan dan selanjutkan Widodo.

Dana yang dikeluarkan PT SGS terhadap SA dimulai jauh sebelum proyek tersebut dikerjakan. Dalam sidang diceritakan jika Komisaris Utama PT SGS, Tjahyo Widjojo alias Ayong sering bertemu dengan SA di Hotel Bumi Surabaya. 

 

Dari pertemuan itu, SA meminta bantuan modal untuk pengembangan klinik DM. Dari pemberian sejumlah bantuan itu Ayong berharap diberi proyek yang salah satunya yakni proyek Jembatan Brawijaya. 

 

"Jadi sebelumnya ada pertemuan antara Pak SA dengan Komisaris PT SGS yang dikenalkan oleh tim suksesnya Pak SA.Dari pertemuan itu, sekitar tahun 2008-2009 SA sudah menerima uang secara cash sebesar Rp 3 miliar 450 juta. Uang itu diberikan secara bertahap, setiap ketemu diberi Rp 500 juta," beber Rasyid.

 

Selain itu, lanjut Rosyid, ada juga pemberian uang pada SA secara transfer. Setelah proyek berjalan antara 2010-2012, dari PT SGS melalui rekening FP,  pengusaha gilingan beras yang masih sepupu SA.  Dari transaksi rekening itu, terdapat aliran dana secara transfer dari PT SGS untuk tahun 2010 sebanyak 10 kali dengan total Rp 1 miliar 850 juta, 2011 sebanyak 10 kali dengan total Rp 1 miliar 400 juta dan 2012 sebanyak 22 kali dengan total Rp 1 miliar 205 juta.

 

"Dari kesaksian FP, saat itu dipanggil ke rumah dinas dan dimintai pinjam nomor rekening. Katanya nanti jika ada dana masuk akan dikasih kabar. Hasilnya terdapat transaksi transfer dengan total Rp 4 miliar 455 juta. Jadi untuk total yang diterima SA dari kasus ini sebesar Rp 7 miliar 905 juta," imbuh Rasyid.

 

Menurut Rosyid, aliran dana baik cash maupun transfer dalam kasus Jembatan Brawijaya ini selalu tercatat dalam bendahara PT SGS. "Untuk via transfer ini ada kode-kodenya seperti WL KDR yang artinya Walikota Kediri," tandasnya.

 

Sekedar diketahui, kasus perkara dugaan Korupsi proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri tahun 2010 – 2013 lalu yang menelan anggaran APBD Kota Kediri sebesar Rp 66.409.000.000, sudah merugikan negara senilai Rp 14,4 miliar. Dalam kasus korupsi Jembatan Brawijaya Kota Kediri, masih menyeret tiga terdakwa yakni mantan Kepala PU Pemkab Kediri Kasenan, Kabid Permukiman sekaligus Ketua Lelang Wijanto, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nur Iman Satryo Widodo.

Rasyid sebelumnya juga membeberkan bila dugaan korupsi dana Pembangunan Jembatan Brawijaya ini terlihat dari temuan audit yang menunjukkan adanya mark up yang tidak terbantahkan dari nilai rupiah satuan Harga Girder alias bantalan beton jembatan yang di mark up.(em/ga) 

Tuesday, 10 April 2018 10:37

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Aloka minta polisi memeriksa panitia penyelenggara seleksi perangkat desa, kepala desa, camat dan DPMPD serta pejabat –pejabat yang terlibat. Apabila kepolisian kesulitan, Aloka bisa membantu penyidik.Itu setidaknya sekelumit ungkapan yang dilontarkan saat melakukan aksi di Mapolres Kediri beberapa waktu lalu.

 

Masih ingatkan dengan kasus dugaan jual beli-beli jabatan dan suap dalam rekrutmen perangkat desa di Kabupaten Kediri 2018 yang ditangani Polres Kediri? Penanganan kasus tersebut seakan jalan di tempat.

 

Untuk itu, Aliansi LSM Ormas Kediri Raya (Aloka) akan menagih Polres Kediri. "Kami akan datang lagi ke Polres Kediri untuk menagih penanganan kasus penyelidikan terhadap seleksi perangkat desa. Sampai sekarang sudah sejauh apa perkembangannya," ungkap Khoirul Anam, Koordinator Aloka Kediri, Selasa (10/4/18).

 

Aloka bersama ratusan warga dari berbagai desa di Kabupaten Kediri berunjuk rasa di sekitar Markas Polres Kediri, Selasa (13/3/18) lalu. Mereka mendukung upaya kepolisian dalam mengusut dugaan jual-beli jabatan dan suap dalam rekrutmen perangkat desa tahun 2018.

 

Dalam mediasi dengan Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan dan jajaran, Aloka mendapatkan penjelasan bahwa penyidik segera menuntaskan kasus tersebut dalam beberapa minggu setelahnya. Tetapi karena hingga kini belum ada satupun orang yang ditetapkan sebagai tersangka, Aloka khawatir Korps Bhayangkara benar-benar 'masuk angin'.

 

"Jangan sampai kawan-kawan kepolisian masuk angin dalam kasus ini. Maka segera tuntaskan pengusutan kasus tersebut. Sebab kami akan segera menyambangi (datang) lagi kawan-kawan di kepolisian untuk mempertanyakan perkembangan dari penanganan kasus tersebut," imbuh pria yang identik dengan topi berwarna gelap ini.

 

Hampir satu bulan paska aksi unjuk rasa, serta dua bulan dalam penanganan di kepolisian, kasus tersebut belum menampakkan gejala adanya tersangka. Padahal penyidik telah memeriksa sejumlah saksi diantaranya, Kepala DPMPD Kabupaten Kediri Satirin, sejumlah Kepala Desa yang melantik peserta bukan nilai tertinti serta peserta seleksi perangkat desa nilai tertinggi yang tidak dilantik.

 

Sebagaimana penjelasakan Aloka, dari 52 desa di Kabupaten Kediri yang menyelenggarakan rekrutmen, lima desa melantik peserta bukan dari peringkat pertama. Mereka menilai pengisian perangkat desa tersebut cacat hukum. Sehingga Aloka mencurigai ada unsur korupsinya.

Sementara itu Kapolres Kediri AKBP.Erick Hermawan kepada sejumlah awak media mengaku, sejauh ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi saksi dan belum ada bukti yang kuat mengarah ke gratifikasi.

"belum ada bukti kuat dan mengarahnya ke Administrasi pelanggarannya serta rata -rata terjadi di Kecamatan Kayen Kidul,"tandasnya saat hadir disebuah acara di Hotel Grand Surya, Selasa (10/4/18) 

 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah peserta rekrutmen perangkat desa memiliki nilai tinggi tetapi tidak dilantik. Salah satunya adalah Amir Yahya. Dia pemilik peringkat pertama dalam seleksi perangkat Desa Nanggungan, Kecamatan Kayen Kidul, untuk jabatan kaur tata usaha . Kepala Desa justru melantik peserta dari peringkat ketiga.(em/ga)

Tuesday, 10 April 2018 07:09

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Berkumpul dikawasan Simpang Lima Gumul Kediri Para sopir MPU di Kabupaten Kediri mengruduk Kantor Pemkab Kediri. Para Sopir MPU merasa dikecewakan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam aksi pertamanya. 

 

 

Lebih dari 100 orang sopir MPU jurusan Kediri-Pare bersama kendaraan mengepung Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Mereka mendesak Kepala Daerah turun tangan menyelesaikan konflik MPU dengan angkutan online.

 

 

 

"Dinas Perhubungan tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Mereka hanya mengaku, melarang angkutan online, tetapi tidak bisa melakukan tindakan penertiban. Oleh karena itu, hari ini kami minta Kepala Daerah mengakomodir tuntutan kami untuk membubarkan aplikasi angkutan online dan menertiban," kata Joko Santoso, salah satu sopir MPU Kediri-Pare,  Selasa (10/4/18).

 

 

 

Para sopir resah dengan kehadiran mobil angkutan berbasis aplikasi internet. Mereka merasa lahannya kini diserobot. Sejak kehadiran angkutan online, pendapatan mereka turun drastis. Selain lebih murah, sopir angkutan online dapat menaikkan penumpang di sembarang tempat.

 

"Sebelum ada taxi online, grab dan lain sebagainya kami bisa membawa uang pendapatan Rp 75 ribu dalam sehari. Tetapi saat ini, untuk mendapatkan uang Rp 20 ribu saja sulit. Padahal kami setor ke majikan, karena bukan kendaraan pribadi," keluh Joko.

 

 

Joko membandingkan tarif MPU dengan angkutan online. Untuk tarif MPU Kediri-Pare senilai Rp 10 ribu per penumpang. Sedangkan tarif angkutan online Kediri-Pare Rp 60 ribu bisa rombongan. Sehingga penumpang lebih memilih angkutan online.

 

 

 

 

 

Imbuh Joko, selain penghasilannya turun drastis, para sopir MPU masih diwajibkan melakukan uji KIR dan izin trayek. Sementara angkutan online tidak. Padahal, setiap angkutan umum wajib memenuhi seluruh kewajiban tersebut.

 

 

 

"Sekarang ini kami ingin beli ban saja kesulitan, dan bayar  Sekolah  saja kesulitan, " keluhnya

 

 

Sejak Senin (9/4/18) sore hingga pagi ini, para sopir MPU Kediri-Pare melakukan aksi mogok beroperasi. Mereka mengancam melakukan aksi mogoknya hingga tuntutannya dipenuhi. Jika tidak ada keputusan para kawan kawan akan melakukan aksi dan mungkin akan melakukan sweping. 

 

"kalau memang ngak ada keputusan, kami juga akan beraksi kembali dan dimungkinkan kami juga akan melakukan aksi sweping terhadap operasional kendaraan berbasis online, "tegas Joko mengakhiri keluhannya. (em/ga) 

Monday, 09 April 2018 06:17

Kediri - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri mujahadah kubro di pondok pesantren Kedunglo Kota Kediri, Minggu (9/4/18. Kedatangannya langsung dirumah kediaman kanjeng Romo selalu pengasuh Ponpes kedunglo. 

 

Gus Ipul mengaku kedatangannya sengaja diundang secara langsung oleh kanjeng romo KH. Abdul Latif Majid RA. "Saya sengaja diundang oleh beliaunya. Bahkan bukan hanya kali ini, tiap mujahadah kubro selalu diundang," ujarnya.

 

 

Menurut Gus Ipul, KH. Abdul Latif merupakan sosok seperti keluarga sendiri. Sebab, bukan hanya saat mujahadah kubro, Gus Ipul sering sowan ke kediamannya. "Pak kyai itu seperti bapak saya sendiri," ujarnya.

 

 

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga mengaku mohon doa restu pada kyai dan juga ratusan ribu pengamal wahidiyah dimudahkan jalannya. "Mohon doa restulah. Bahkan sebelum daftar dulu, saya juga sudah sowan kesini," jelasnya.

 

 

Kepada sejumlah wartawan, Gus Ipul juga menyampaikan salah satu programnya di Kediri untuk percepatan ekonomi. Yakni, jika dipercaya menjadi Gubernur Jawa Timur, salah satu program tercepat membangun tol Kertosono - Tulungagung. "Di Kediri ada bandara, dan tol. Sementara di wilayah selatan ada JLS. Makanya untuk lebih cepat lagi, dalam waktu tidak lama juga akan saya bangun tol Kertosono- Tulungagung," bebernya. (em/ga) 

Monday, 09 April 2018 03:33

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Arema Indonesia tampil trengginas saat menghadapi tuan rumah Persenga Nganjuk pada matchday ketiga grup f liga 3 zona jawa timur, Minggu ( 8/4/18) bermain di markas persenga  stadion anjuk ladang Nganjuk.Arema indonesia yang mendapat dukungan langsung aremania berhasil unggul terlebih dahulu.

 

pada menit 35, Septian adriana berhasil mengubah papan skor menjadi 0-1 untuk keunggulan Arema Indonesia, tanpa mengenal lelah/menjelang menit-menit akhir babak pertama.

 

eksekusi tendangan pinalti firman maulana pada menit ke-44, membuat persenga berhasil menyamakan skor, skor imbang 1-1 pun menutup paruh pertama pertandingan.

 

memasuki babak kedua, Yance asep duwiri berhasil membawa arema indonesia kembali unggul atas tim tuan rumah Persenga Nganjuk, skor berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan Arema Indonesia.

 

Gol Ade era pratama membawa arema indonesia makin menjauh menjadi 1-3, memasuki menit-menit akhir babak kedua, persenga berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-3. namun, hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 2-3 tetap bertahan untuk kemenangan arema Indonesia.

 

pada tengah tengah pertandingan matchday ketiga grup f liga 3 zona jawa timuryang mempertemukan persenga melawan Arema Indonesia ini, di warnai tawuran antar  sporter, insiden itu di picu diduga karena saling ejek antas  sporter pendukung kedua belah tim. Dan saat pulang Melintas di wilayah Kediri rombongan suporter tim sepakbola Arema Indonesia mengalami insiden penyerangan di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (8/4/18) malam. Kendaraan yang mereka tumpangi diserang sekelompok orang tidak dikenal.

 

Peristiwa ini berlangsung di Jalan Raya Kencong-Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, sekitar pukul 20.05 WIB. Awalnya, para suporter Aremania mendukung tim kebanggaanya Arema Indonesia yang berlaga di Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk.

 

 

Akibatnya, empat unit mobil rombongan suporter Aremania mengalami pecah kaca samping. Tak hanya itu saja, Gedung SDN 1 Kencong juga mengalami pecah kaca. Bahkan, dikabarkan ada satu orang supporter perempuan ikut terluka karena terkena pecahan kaca mobil.

 

Rombongan melewati Jembatan Kelutan ke arah Kecamatan Papar lalu ke Kecamatan Pare. Sesampainya di jalan umum Kecamatan Pare - Kandangan, tepatnya di depan SDN 1 Kencong, Kecamatan Kepung, tiba-tiba ada sekelompok orang yang melempari mereka menggunakan batu.

 

 

Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan membenarkan kejadian ini. "Iya benar di wilayah Kepung, Mas. Tapi itu katanya mereka dilempari, namun ada yang membantah pada saat dihentikan di Kasembon," kata AKBP Erick Hermawan.(ia/em/ga)

Saturday, 07 April 2018 03:42

Kediri ( radiomadufm.com ) ---- Dalam mempererat tali silaturahmi, keluarga besar Polresta Kediri ngopi (minum kopi) bareng para jurnalis. Acara yang dikemas dengan Ngopi bareng ini merupakan wujud sinergitas antara aparat penegak hukum dengan para pekerja media  terlihat di Kota Kediri.

Acara yang bertajuk 'Silahturahim Polres Kediri Kota bersama dengan Awak Media se Kediri Raya' ini bertempat di Cafe Way Out tepatnya di Jalan Airlangga Kota Kediri, Jum'at (6/4/18) malam. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi bersama seluruh jajarannya.

Dalam sambutannya, Kapolres menjelaskan, aparat penegak hukum (Kepolisian) dengan seluruh rekan media harus selalu bersinergi satu sama lain.

"Dalam mengatasi persoalan yang timbul di kalangan masyarakat, perlu adanya sinergitas semua pihak, termasuk salah satunya teman-teman media. Rekan media penyampaian informasi ke publik, dan juga memberikan masukan kepada kami agar dapat selalu meningkatkan kinerja anggota kepolisian di dalam memberikan pelayanan," tutur Kapolres.

Di era milenia seperti ini, imbuhnya, barkembang media massa, khususnya media online. Bersamaan dengan itu, juga marak berita-berita bersifat menyesatkan atau hoax. Dirinya mencontohkan berita hoax tentang telur palsu yang beredar belakangan ini.

"Saya meminta bagi para rekan media untuk ikut terus memerangi berita hoax yang beredar luas seperti sekarang ini. Peran media sangatlah penting dalam meluruskan sebuah pemberitaan. Maka dari itu, perlu adanya sinergitas yang baik antara kepolisian dengan rekan media," tutupnya.(em/ga)

 
 
 
 
 
Saturday, 07 April 2018 03:29

Kediri ( radiomadufm.com )--- Strategi khusus dalam rangka pengkaderan di Kediri, Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kediri Ansor membentk Tim 9, kondisi ini menyusul dan melihat banyaknya permintaan Pelatihan Kader Dasar (PKD).

 

Apa itu Tim 9? Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kediri, Munasir Huda menjelaskan, Tim 9 adalah pihak yang bertanggungjawab secara utuh atas seluruh program kaderisasi baik PKD Ansor maupun Diklatsar Banser. Mereka yang tergabung dalam tim 9 bertanggungjawab sejak penjadwalan PKD, narasumber, hingga rencana tindak lanjut (RTL) bagi peserta pasca pelatihan.

 

Mereka terdiri dari 9 orang kader senior yang dianggap mampu menjalankan roda kaderisasi. “Wilayah Kabupaten Kediri sangat luas, dengan 26 kecamatan dan 343 desa dan 1 kelurahan menjadi tantangan tersendiri bagi kami selaku Pengurus Cabang untuk dapat menggerakkan kader hingga tingkat ranting yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan,” terang Munasir Huda, Sabtu (7/4/18).

 

Munasir menegaskan, terhitung 26 Pimpinan Anak Cabang (PAC) sesuai jumlah kecamatan di Kabupaten Kediri secara terus menerus melakukan agenda PKD. Pesertanya masing masing PAC yang merupakan utusan dari setiap ranting di kecamatan.

 

Pelatihan itu bertujuan memberikan pendidikan dan pelatihan dasar organisasi. Para peserta dibekali materi tentang ideologi Nahdlatul Ulama, wawasan kebangsaan, serta materi organisasi dan leadership.

 

"Kami sempat kewalahan dengan banyaknya permintaan PKD dari seluruh PAC. Ia kemudian berdiskusi dengan seluruh pengurus cabang untuk menyusun strategi pengkaderan. Dari berbagai ruang diskusi yang dilakukan di beberapa lokasi, dari masjid, rumah, hingga warung kopi, akhirnya muncul gagasan untuk membentuk tim 9 itu," jlentreh Gus Munasir.(em/ga) 

Friday, 06 April 2018 07:46

Kediri ( radiomadufm.com) - - - -  Menyusul, adanya salah seorang anak yang di diagnosa susfect Demam Berdarah Dengue (DBD).Dinas Kesehatan Kota Kediri melalui Puskesmas melakukan pengasapan di wilayah Jalan Penanggungan Kota Kediri tepatnya dikawasan Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto. 

 

Anak Bima Dika Sugiharto, berusia 12 tahun asal Jalan Penanggungan Lirboyo RT 1/RW5, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Kota Kediri.

 

"Pasien masuk rumah sakit, pada 29 Maret 2018 dan hingga saat ini belum pulang. Sewaktu masuk, pasien mengeluh demam tinggi. Kemudian sehari setelahnya, pada 30 Maret 2018 trombositnya turun hingga 96 ribu," kata Roni, Dinkes Kota Kediri usai melakukan fogging.

 

Berdasarkan catatan Puskesmas Lirboyo, Bima mulai sakit, pada 26 Maret 2018 lalu. Tiga hari setelahnya, pasien dibawa ke rumah sakit. Pada 30 Maret 2018, Nina Susanti Catur Wulandari, ibunya menyusul masuk ke rumah sakit.

 

"Pasien Bima dirawat satu kamar bersama ibunya. Tetapi, untuk ibunya hasil labnya belum keluar. Sedangkan anaknya Bima sudah keluarga, didiagnosa susfect DB," imbuhnya.

 

Fogging kali ini dilakukan terhadap kurang lebih 60 rumah, yang berada di sekitar rumah penderita. Tujuannya untuk memberantas nyamuk aides aigepty yang diduga berkembang biak di musim penghujan ini..

 

Untuk diketahui, sesuai data Dinkes Kota Kediri, sejak awal Januari hingga awal April 2018 ini tercatat sudah ada 60 an penderita DB. Beberapa diantaranya kini tengah menjalani masa perawatan di rumah sakit, seperti RSUD Gambiran, RS Bhayangkara dan RS Baptis. (em/ga) 

Tuesday, 03 April 2018 11:49

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Gelaran Harlah Lesbumi Ke-56 dan Sekaligus Harlah NU ke-95 di Kantor PC NU Kabupaten Kediri Jalan Imam Bonjol 38 Kota Kediri Jawatimur, Selasa (3/4/18) malam dihadiri sejumlah tokoh. Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Ng Agus Sunyoto membuka langsung Pameran Pusaka Nusantara, Foto Pesantren dan Lukisan Cekakik.

 

Kegiatan yang mengangkat tema, 'Dengan ber-Saptawikrama NU Menyongsong Jaman Milenial' ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (3-4 April 2018).Kegiatan dari bagian semangat Saptawikrama, yang berartikan Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara yang di gaungkan PBNU itu dihadiri para pengurus Lesbumi dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

 

"Lesbumi punya prinsip obah, tapi ora owah, artinya kita bergerak dinamis mengikuti zaman tetapi tidak bergeser dari nilai-nilai Islam Nusantara," kata Agus Sunyoto usai membuka pameran. 

 

Menurutnya, benda-benda yang dipamerkan ini seperti ratusan keris dari berbagai daerah dan foto-foto lama pesantren merupakan bagian dari upaya agar masyarakat khususnya warga nahdliyin tidak lupa sejarah.

 

"Jangan sampai kita tercerabut dari akar budaya sendiri, kita harus punya pijakan budaya," ungkap kiai asal Malang ini.

 

 

Selain Pameran Pusaka Nusantara berupa keris, foto lama pondok pesantren dan lukisan cekakik, ada juga Sarasehan Budaya dengan Narasumber KH Agus Sunyoto, serta esok hari ditutup dengan pentas seni dari para seniman Lesbumi se-nusantara dan pencak dor.

 

Dalam kegiatan itu Ketua Lesbumi PC NU Kabupaten Kediri H.Abu Muslich juga hadir mendampingi Ketua Lesbumi PBNU maupun Ketua PCNU Kabupaten Kediri Dan Kota Kediri serta Para tamu yang hadir seperti Slamet Budiono selaku Direktur SDM PT.Gudang Garam Kediri.

 

Sebelum dilakukan pembukaan, penampil ratusan santri dengan terbangnya juga menambah kesan religi dalam suasana kebersamaan.

 

"kondisi ini perlu diuri-uri untuk kedepannya generasi milineal ini tidak hanya terjerumus pada perkembangan budaya yang kebarat baratan.Diharapkan generasi saat ini juga menguri budaya agama tempo dulu dengan tidak melupakan sejarah yang terkadung didalamnya,"ungkap Firnanda salah satu pengunjung.(em/ga) 

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us