Disdik Jatim Minta Buku PAI Bermasalah Direvisi

 

 

 

Jombang (radiomadufm.com), Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, meminta buku pendidikan agama Islam yang memuat materi ajaran Islam radikal di Kabupaten Jombang, secepatnya ditarik dan direvisi.


"Nanti diedit secara menyeluruh, dan sesuatu yang tidak enaknya dihilangkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Harun di Jombang, Senin.

Harun yang datang ke Jombang, terkait dengan temuan buku pelajaran yang di dalamnya memuat materi Islam radikal mengatakan sudah berbicara langsung dengan kepala dinas terkait dan meminta agar dinas lebih berhati-hati dalam menulis buku.

Selain itu, ia juga meminta agar tim penulis juga koordinasi dan bertanya ke ahlinya terkait dengan isi materi buku, sehingga ke depan tidak terjadi hal yang membuat masyarakat resah.

Pihaknya sudah meminta kepada dinas terkait untuk menarik buku yang memuat materi yang meresahkan tersebut. Ia berharap, adanya temuan itu tidak mengganggu pihak sekolah dan pelajar, terlebih lagi bagi yang kelas tiga, sebab akan menghadapi ujian nasional. Ia juga berharap, pihak sekolah lebih konsentrasi memberikan materi pelajaran dan lebih mengutamakan persiapan untuk ujian nasional. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang Muntholib mengatakan buku pelajaran agama yang di dalamnya memuat materi Islam radikal saat ini sudah ditarik peredarannya. 

"Sebenarnya sejak sabtu (perintah penarikan)," katanya.

Ia mengatakan, buku untuk kelas XI SMA di Kabupaten Jombang itu beredar di tujuh sekolah yang menggunakan kurikulum 2013. Jumlah sekolah tingkat SMA yang ada di Jombang ada 12 sekolah, dan tidak semua menggunakan buku tersebut.

Pihaknya mengatakan, buku itu memang dibuat oleh tim MGMP Kabupaten Jombang, yang bekerja bersama-sama. Ia menegaskan, adanya materi itu karena ada unsur ketidaksengajaan dan nantinya akan direvisi.

Ia juga mengatakan, tim MGMP tetap dibutuhkan, sebab kinerja tim itu penting, yaitu untuk menyamakan pendapat serta peningkatan mutu dari pendidikan. Dengan temuan itu, pihaknya juga akan lebih hati-hati dan selektif, agar tidak terulang.

Dunia pendidikan di Kabupaten Jombang diresahkan dengan temuan buku ajar pendidikan agama Islam kelas XI, yang mengajarkan kekerasan. Materi buku yang mengajarkan Islam radikal itu berada pada halaman 78 di buku tersebut. Dalam halaman itu tertulis, para siswa diperbolehkan membunuh orang musyrik. Buku yang disusun tim MGPM itu juga sudah beredar ke sejumlah sekolah tingkat SMA yang ada di Kabupaten Jombang. (antara)

 

 

 

Read 860 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Pendidikan

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us