Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Kowani: Kemdikbud Harus Beri Sanksi Penulis Buku Kekerasan

Jakarta (radiomadufm.com), Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) harus memberi sanksi pada penulis buku agama yang mengajarkan kekerasan.


"Penulis harus diberi sanksi, karena ini sudah menyangkut SARA dan mengajarkan intoleransi," ujar Giwo di Jakarta, Minggu.

Buku Pendidikan Agama Islam kelas XI SMA yang isinya berbau kekerasan beredar di sejumlah sekolah di Jombang, Jawa Timur.

Pada halaman 78 dijelaskan orang yang menyembah selain Allah atau nonmuslim boleh dibunuh.

Buku itu juga dinilai memuat materi intoleransi terhadap agama lain.

"Kemdikbud juga harus menarik buku tersebut. Jangan dibiarkan tersebar," tambah dia.

Giwo mengaku heran mengapa Kemdikbud bisa kecolongan dengan beredarnya buku tersebut yang termasuk sebagai buku pelajaran Kurikulum 2013.

Buku yang ditulis tim MGMP PAI Kabupaten Jombang tersebut berasal dari buku sekolah elektronik (BSE) di laman Kemdikbud.

"Seharusnya Kemdikbud melakukan seleksi, sebelum meloloskan buku tersebut menjadi bahan pelajaran," tukas Giwo.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Slamet Effendi Yusuf, mengatakan apa yang tertulis di buku agama tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam, karena Islam mengajarkan kedamaian.

"Buku tersebut harus segera ditarik, karena menyesatkan," pinta Slamet Effendi Yusuf. (*)

Read 1058 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Pendidikan

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us