Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Kudaireng Lombakan Pidato Bahasa Indonesia dan Jawa se-Jatim

Jombang (radiomadufm.com), Kumpulan Da’i Tebuireng (Kudaireng) mengadakan “Lomba Pidato Bahasa Indonesia-Jawa” se-Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di halaman Pesantren Tebuireng Jombang tersebut diikuti 144 peserta dari berbagai pondok pesantren. 



Pada perlombaan Kamis (12/2) tersebut, panitia menerapkan tiga sistem penilaian yaitu keterampilan bahasa, isi, dan gaya penyampaian. Dalam durasi waktu lima menit, perserta harus bisa menyampaikan materi dengan lugas, padat, dan tepat sasaran kepada pendengar. 

Menurut Ketua Umum Kudaireng Ahmad Azmi Ahsan Romadhoni (16), dengan perlombaan semacam itu diharapkan mendorong semangat dakwah pemuda-pemudi Islam. 

“Dan lomba ini membuat semua santri yang ada di Jawa Timur bisa lebih percaya diri dalam berdakwah karena semua santri pastinya akan ditunjuk oleh masyarakat untuk berdakwah”, ungkap santri asal Garut, Jawa Barat, tersebut.  

Umi Azizah (15), peserta dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, mengatakan, bahwa motivasinya mengikuti lomba ini adalah mencari pengalaman di dunia dakwah. 

Untuk lomba-lomba selanjutnya, ia mengusulkan supaya kategori juara lomba putra dan putri dijadikan terpisah. Ia berkaca pada juara lomba pidato tahun lalu yang didominasi pria. “Kalau kayak gitu bisa tidak seimbang, ya harusnya bedain aja!” pintanya. 

Kudaireng didirikan pada tahun 2008 oleh Ust. Asep. Perkumpulan tersebut bertujuan mengatasi krisis kompetensi da’i di Indonesia. (NU Online)

Read 1522 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Pendidikan

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM



Get connected with Us