Pelaksanaan Ujian Nasional Trenggalek Tanpa Pengawasan Polisi

 

 

 

 

Trenggalek (radiomadufm.com), Pelaksanaan ujian nasional hari pertama di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dipastikan berlangsung tertib dan lancar, meski tidak lagi melibatkan pengawasan aparat kepolisian maupun tim independen di masing-masing sekolah penyelenggara.


"Alhamdulillah, semua berjalan tertib. Kami tadi bersama unsur forpimda melakukan sidak (inspeksi mendadak) dan tidak temuan kendala berarti," kata Bupati Trenggalek, Mulyadi Wr dikonfirmasi disela acara sidak ujian nasional "paper based test" (UN PBT) di Trenggalek, Senin.

Ia secara khusus mengapresiasi persiapan dan efektivitas kinerja panitia penyelenggara UN di Trenggalek. 

Sebab, kata bupati, serangkaian proses distribusi soal dan lembar jawaban komputer dari Polres Trenggalek ke polsek-polsek, hingga akhirnya didistribusikan kembali ke sekolah-sekolah penyelenggara di tingkat subrayon, berlangsung efektif dan tepat waktu.

Pihaknya berharap pelaksanaan UN PBT di daerahnya, secara keseluruhan hingga penarikan/pendistribusian kembali naskah dan lembar jawaban komputer (LJK) yang telah diisi siswa peserta UN, berlangsung lancar seperti halnya hari pertama pelaksanaan ujian.

"Saya sudah instruksikan pada panitia penyelenggara UN, juga jajaran guru se-Kabupaten Trenggalek agar melaksanakan proses ujian secara jujur dan teratur. Supaya hasil yang didapat sesuai harapan," ujarnya.

Didampingi sejumlah pejabat SKPD, Sekda, dan empat unsur Forpimda Trenggalek, Mulyadi sempat memantau langsung jalannya UN di sejumlah sekolah favorit dan pinggiran di daerah tersebut.

Beberapa sekolah itu antara lain SMA Negeri 1 Trenggalek, SMA Negeri 2 Trenggalek, SMA Negeri 1 Karangan, dan SMKN 1 Ngetal.

Terkait tiadanya tim pengawas dari aparat keamanan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto berdalih aturan pelaksanaan UN kali ini memang tidak mengharuskan pelibatan langsung jajaran kepolisian dalam penyelenggaraan UN.

"Aparat kepolisian hanya dilibatkan saat proses distribusi dan penyimpanan untuk pengamanan naskah, hingga sesampainya di sekolah penyelenggara. Saat ujian, tanggung jawab sepenuhnya ada di tangan panitia UN," jelasnya.

Ujian nasional tingkat SMA/MA/SMK di Trenggaler diselenggarakan oleh 58 lembaga sekolah tingkat menengah atas.

Rinciannya, 16 SMA dengan peserta 2.428 siswa, 11 MA dengan peserta 875 siswa, 1 SMA-LB dengan peserta sebanyak 7 siswa, delapan kelompok Kejar Paket C dengan peserta UN 8 siswa, dan 22 SMK dengan jumlah peserta 3.313 siswa.

Seluruh naskah UN secara resmi diterima panitia UN-PBT Trenggalek sebanyak 119 boks. 

Rinciannya untuk SMA ada 63 boks, SMK 37 boks, Paket C ada 15 boks, SMALB 3 boks, dan berkas pendukung pelaksanaan ujian sebanyak tiga boks. (*)

 

 

 

 

Read 1023 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Pendidikan

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us