Pesantren Futuhiyyah Didatangi Tim Pencari Bakat

 

 

 

Demak (radiomadufm.com) Selain sebagai suguhan hiburan masyarakat media televisi juga menjadi salah satu media dakwah yang sangat efektif. Ahad (27/4) kemarin, Pondok Pesatren Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak kedatangan tim pencari bakat dari salah satu stasiun televisi swasta untuk calon dai muda.


Tema program pencarian bakat adalah Aksi atau Akademi Sahur Indonesia. Kedatangan tim dari tersebut guna melakukan audisi bagi para calon da'i atau da'iyah muda yang berasal dari pondok pesantren

“Pesantren adalah gudang para da’i yang selalu concern terhadap dakwah,” kata salah satu tim Aksi saat berdialog dengan panitia.

Audisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian tour nusantara yang diprogramkan stasiun televisi swasta itu. Pesatren Futuhiyyah Mranggen menjadi destinasi selanjutnya setelah sebelumnya telah diadakan audisi di berbagai kota.

Audisi diperuntukkan bagi para santri yang berusia maksimal 30 tahun untuk senior dan 12 tahun untuk junior. Antusiasme dari para santri pun luar biasa mengingat acara ini mempunyai skala nasional.

Kriteria yang dicari dalam audisi Aksi ini adalah santri yang mempunyai pengetahuan  di bidang agama yang mumpuni juga dilengkapi pengetahuan umum, selain itu diharapkan memiliki kemampuan khusus seperti bernyanyi, pantun atau puisi, hafiz, qori/qoriah/sari tilawah, story telling (dalang, didong, monolog, dan stand up comedy), kaligrafi, menyanyi (nembang, qasidah, macapat, dan hadroh).

Proses penilaian dilakukan oleh tim khusus dengan cara merekam aktifitas cara menyampaikan materi dakwah, kemudian akan dilakukan seleksi oleh tim khusus dimana nantinya akan diambil 40 peserta terbaik secara keseluruhan audisi dibebagai daerah untuk melakukan audisi lagi di Jakarta.

“Setidaknya dari audisi ini dapat memberikan pengalaman bagi saya sebagai santri, bagaimana rasanya menjadi dai dan menyampaikan materi dakwah didepan kamera,” tutur Muhammmad Saerozi yang cukup bersemangat saat audisi.

“Harapannya nanti ada wakil-wakil dari kita, para santri, untuk bisa lolos seleksi ke tingkat nasional. Sehingga bisa menyampaikan dakwah dengan penuh akhlaqul karimah, santun, tidak arogan dalam prinsip saling menghormati antar umat beragama,” harap Gus Faizurrahman Hanif, Lc selaku wakil pengasuh. (NU Online)

 

 

 

Read 9899 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Pendidikan

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us