Breaking News
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Puluhan Massa Datangi Kantor Dewan - Friday, 02 February 2018 07:06

Stasiun Luar Angkasa Terinfeksi Virus

Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) telah terinfeksi program jahat atau virus Stuxnet dari media penyimpanan data stik USB yang dibawa ke luar angkasa oleh astronot Rusia.

Hal ini diungkapkan oleh ahli keamanan siber Eugene Kaspersky. Ia berpendapat, astronot Rusia yang mengunjungi ISS menancapkan USB flashdrive ke laptop di ISS dan virus itu dengan cepat menyebar ke laptop lainnya.

Program Stuxnet berpotensi mencuri data dan melakukan mata-mata. Namun, ia tidak mengungkapkan secara rinci dampak infeksi Stuxnet terhadap operasional dan sistem kontrol di ISS.

Ini bukanlah kali pertama stasiun luar angkasa terinfeksi program jahat. Kaspersky mengatakan, dari waktu ke waktu, selalu ada "epidemi virus" di stasiun luar angkasa.

Sebelumnya, puluhan laptop di ISS menjalankan sistem operasi Windows XP yang lebih rentan terhadap serangan program jahat. Pada Mei 2013, United Space Alliance mengganti sistem tersebut dengan Linux agar lebih stabil dan dapat diandalkan.

Kaspersky menegaskan, contoh kasus di atas menunjukkan bahwa sistem komputer yang tidak terhubung dengan internet juga dapat terinfeksi program jahat. Kaspersky memberi contoh lain, di mana fasilitas nuklir Rusia yang tidak disebut namanya, juga terinfeksi program Stuxnet meskipun sistem tersebut tidak terhubung ke internet.

"Semua data itu dicuri secara global, setidaknya dua kali," kata Kaspersky dalam sebuah jumpa pers, seperti dikutip dari International Business Times, Senin (11/11/2013).

Stuxnet merupakan salah satu program jahat yang paling terkenal. Selama ini, para ahli meyakini, Stuxnet diciptakan bersama oleh Pemerintah AS dan Israel untuk menonaktifkan fasilitas pengembangan nuklir milik Iran di kota Natanz. Salah satu tujuan Stuxnet adalah mengganggu pembangunan senjata nuklir negara lain.

Meski fasilitas nuklir Iran di Natanz tidak terhubung dengan internet, Stuxnet berhasil menjangkiti sistem komputer di sana. Dalam kasus ini, Stuxnet diprediksi tersebar melalui perangkat USB flashdrive.

Kaspersky mengatakan, untuk menciptakan program jahat seperti Stuxnet, Gauss, Flame, dan Red October, dibutuhkan proses yang sangat kompleks dan menelan biaya hingga 10 juta dollar AS untuk pengembangan.

Read 1274 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Tip & Iptek

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us