Friday, Apr 03 2015

 

 

 

Oleh Ibnu Zahid Abdo el-Moeid

--Secara global di tahun 2015 M. ini Insya Alloh akan terjadi 4 kali gerhana. Dua kali gerhana bulan total, satu kali gerhana matahari total dan satu kali gerhana matahari sebagian / parsial. Namun sayangnya dari empat kali gerhana tersebut tidak bisa disaksikan dari Indonesia, kecuali gerhana kedua di tahun ini.

Gerhana kedua di tahun ini adalah Gerhana Bulan Total yang terjadi pada tanggal 4 April 2015. Gerhana bulan ini terjadi 15 hari setelah gerhana matahari total yang terjadi pada hari Jum’at Pon, 29 Jumadil Ula 1436 H./20 Maret 2015 M. Pukul 07:41 UT sampai 11:50 UT. di wilayah Norwegia dengan durasi total 2 menit 27 detik. Gerhana matahari tersebut juga melintasi Rusia, Asia bagian utara, Afrika bagian utara serta seluruh benua Eropa, namun hanya terlihat sebagai gerhana matahari sebagian. Wilayah Australia, Asia Tenggara, Asia bagian selatan, Afrika bagian selatan serta Amerika tidak mengalami gerhana sama sekali.  Termasuk juga wilayah Indonesia tidak terlintasi gerhana matahari ini.

Gerhana bulan total yang bisa disaksikan dari Indonesia tepatnya terjadi pada hari Sabtu Pon, 15 Jumadil Akhiroh 1436 H./ 4 April 2015 M. mulai jam  17:15 WIB sampai 20:44 WIB. Gerhana meliputi Asia, Australia dan Amerika. Dari wilayah Asia dan Australia, gerhana bisa dilihat pada sore hari sementara dari Amerika Utara dan Selatan, gerhana bisa diamati pada dini hari, sedangkan  Timur Tengah, Afrika dan Eropa tidak bisa menyaksikan peristiwa gerhana ini  karena pada saat gerhana terjadi, wilayah tersebut masih siang hari dan bulan masih dibawah ufuk.

Menurut sebagian metode hisab/astronomi, gerhana bulan 4 April 2015 ini tidak termasuk gerhana bulan total (total lunar eclipses) tetapi hanya gerhana bulan parsial (partial lunar eclipses), karena magnitude gerhana tidak sampai 1, akan tetapi menurut metode yang lainnya, seperti metode hisab Ad-Durrul Anieq, gerhana ini termasuk gerhana total karena magnitude gerhananya mencapai 1.0008 dengan durasi total 4 menit 48 detik.

Berikut ini hasil perhitungan gerhana bulan dari beberapa metode hisab dan software astronomy

Dari situs Fred Espenak Nasa, durasi gerhana umbra 3 jam, 29 menit, 1 detik, durasi totalnya 4 menit 43 detik dengan magnitude umbranya 1,00080. Pada release sebelumnya yang dikeluarkan Fred Espenak Nasa pada  Juli 2004, durasi gerhana umbra 3 jam 29 menit 40 detik, durasi totalnya 11 menit 56 detik, dengan magnitude umbra 1.0052.

Diantara metode dan software memprediksi gerhana ini sebagai gerhana parsial (tidak total) karena mgnitude gerhana tidak sampa 1, diantaranya :  Program MoonCalc 6.0 oleh Monzur Ahmed, magnitude 0,996, Program ALW dengan magnitude 0,99, Alghoritma Jean Meeus dengan magnitude 0,996, dan Redshift 3 dengan magnitude 0,994, Starry Night Pro 6.3.9 dan Stellarium 0.7.1. 

Ternyata ilmu hisab yang tidak lain adalah ilmu pasti, dalam menghitung gerhana bulan 4 April 2015 ini terjadi perbedaan yang signifikan antara satu metode dengan metode yang lainnya. perbedaan hasil perhitungan ahli hisab/astronomi ini menjadi tantangan bagi ahli hisab untuk membuktikan keakurasian hisabnya. Mengingat bahwa ilmu hisab bukanlah dogma agama yang cukup hanya dipercayai dan tidak bisa diutak-atik, namun ilmu hisab adalah ilmu eksak, dimana perhitungannya berdasarkan data-data empirik hasil rukyat/observasi estafet para ahli hisab ratusan tahun yang lalu sampai sekarang. Ahli hisab sejati akan selalu mencari kebenaran dari perhitungan hisabnya sehingga hisab yang dipakai benar-benar hisab qoth'I yang realistis sesuai dengan di lapangan.

Pengamatan gerhana bulan berbeda dengan pengamatan gerhana matahari, masuknya bayangan umbra (bayangan inti) kedalam piringan bulan tidak mudah diidentifikasi karena tepi bayangan umbra sifatnya agak blur (Jawa : mbelabur) yakni tidak jelas betul seperti tepi bayangan pada momen gerhana matahari. Hal ini dikarenakan pada saat momen gerhana matahari, piringan matahari dilihat dari bumi terhalang langsung oleh obyek bulan. Sedangkan pada saat gerhana bulan, piringan bulan dilihat dari bumi tidak terhalang oleh obyek apapun, namun cahaya matahari yang menuju permukaan bulan terhalang oleh bumi yang kita tempati, sehingga bulan tidak memancarkan cahaya yang notabene berasal dari matahari. Jika kita menggunakan teleskop dengan zoom yang memadai maka pada saat gerhana bulan total sekalipun, permukaan bulan masih bisa dilihat dari bumi walaupun dengan kondisi sangat redup sekali, hal ini berbeda ketika pengamatan gerhana matahari, walaupun dengan teleskop canggih, permukaan matahari tidak akan bisa dilihat ketika obyek bulan sudah memasuki piringan matahari.

Karena kondisi bayangan umbra yang blur inilah sehingga menyulitkan bagi pengamat untuk mengidentifikasi kapan saat detik-detik awal gerhana umbra (awal irisan bayangan umbra menyentuh permukaan bulan), pun juga kapan saat detik-detik akhir gerhana umbra (akhir irisan umbra terlepas dari piringan bulan). Identifikasi tahapan-tahapan gerhana bulan akan lebih mudah jika didokumentasikan dalam bentuk video maupun foto sehingga bisa dianalisa lebih lanjut kapan sejatinya saat awal gerhana dan akhir gerhana, lama proses gerhana, serta jenis gerhana, total ataukah parsial?.

Dilihat dari kota Surabaya, saat bulan terbit dari ufuk timur sudah dalam keadaan gerhana. Berikut gambar tahapan gerhana bulan secara perhitungan dan penampakan gerhana dengan Stellarium 0.7.1 dari Surabaya

Ibnu Zahid Abdo el‐Moeid, Dewan Pakar Lajnah Falakiyah NU Gresik

 

 

 

Monday, Mar 23 2015

Lumajang (radiomadufm.com), Aparat Kepolisian Resor Lumajang, Jawa Timur, masih mengembangkan penemuan sekitar 100 batang pohon ganja yang tumbuh subur di pekarangan rumah warga di Jalan Pisang Agung Nomor 32 Kecamatan Kota Lumajang.



"Mohon maaf, semuanya agar bersabar karena kami masih melakukan pengembangan dan belum ada release resmi," kata Kapolres Lumajang AKBP Aries Syahbudin melalui pesan singkat yang diterima Antara di Lumajang, Minggu malam.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sebanyak lima orang yang sering berada di lokasi penemuan ganja dan diduga mengetahui asal usul penanaman ganja itu diperiksa secara intensif oleh petugas Narkoba Polres Lumajang dan status mereka masih terperiksa.

Petugas kepolisian juga melakukan tes urine terhadap kelima orang terperiksa untuk membuktikan apakah mereka terlibat dan menggunakan barang haram tersebut. 

Polisi, TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN) Lumajang mencabut tanaman ganja yang tingginya bervariasi berkisar 30 cm hingga 2,5 meter untuk diamankan sebagai barang bukti dan dibawa ke Mapolres Lumajang.

Sekitar 100 batang pohon ganja itu tumbuh subur di pekarangan belakang rumah Ufidah Istifarini Munif yang yang sudah kosong belasan tahun karena pemilik rumah itu berdomisili di Gayungsari Surabaya.

"Rumah itu kosong sudah belasan tahun dan saya datang ke Lumajang untuk mengikuti acara reuni SMA, sehingga saya kaget dengan tanaman yang didua ganja tumbuh subur di belakang rumah," kata Ufidah saat dihubungi per telepon di Lumajang.

Perempuan yang biasa dipanggil Upit Munif itu akhirnya melaporkan penemuan itu ke Polres Lumajang, setelah mendapat kepastian dari temannya yang menjadi polisi membenarkan kalau tanaman tersebut merupakan ganja.

"Setelah meminta kepastian dari teman saya yang menjadi polisi, saya segera melaporkan hal itu ke Polres Lumajang karena saya tidak tahu menahu siapa yang menanam tanaman ganja sebanyak itu," paparnya.

Menurut dia, rumahnya memang kosong dan tidak dihuni, namun ada beberapa anak pecinta alam yang menghuni di sebelah rumah induk dan dulu juga pernah dijadikan kafe.

"Pekarangan saya luasnya sekitar 15 x 10 meter persegi dan diperkirakan batang pohon ganja berjumlah lebih dari 100 pohon baik yang ditanam di polibag maupun tanah," ungkapnya.

Hingga Minggu malam, belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak Polres Lumajang terkait dengan temuan ratusan pohon ganja yang tumbuh subur di pekarangan rumah kosong tersebut.(antara)

Sunday, Mar 22 2015

Kediri (radiomadufm.com), Ketua Tanfidhiyah PCNU Kabupaten Kediri yang juga mantan Wakil Bupati Kediri Sulaiman Lubis, wafat setelah mendapatkan perawatan akibat sakit yang dideritanya, Sabtu sore.


"Beliau dirawat di rumah sakit dan baru siang tadi saya mendengar kabar jika kondisinya kritis dan sore ini mendapatkan kabar lagi sudah wafat," kata Rosa, salah satu mantan pengurus PC IPPNU Kabupaten Kediri, di Kediri, Sabtu.

Ia mengaku mendengar jika KH Sulaiman Lubis menderita sakit asam lambung. Terakhir, beliau dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Kabupaten Kediri, karena menderita asam lambung, dan wafat sekitar pukul 15.25 WIB. 

Ia juga pernah silaturahim ke rumahnya dan sempat bertanya tentang sakitnya, dan saat itu hanya dikatakan jika sakit karena usia.

Ia tidak menyangka jika KH Sulaiman Lubis akan wafat. Saat ini, ia dengan rekan-rekannya sedang persiapan untuk takziah ke rumah duka di Kecamatan Kepung.

Ia pun mengaku belum mengetahui dengan jelas terkait dengan kepengurusan di tubuh NU pascawafatnya KH Sulaiman Lubis. Saat ini, keluarga serta seluruh pengurus masih berduka dan belum membahas soal tersebut.

KH Sulaiman Lubis terpilih sebagai Ketua Tanfidh PCNU Kabupaten Kediri sebelumnya, KH Nadjib Zamzami.Ia terpilih setelah purna jabatannya menjadi Wakil Bupati Kediri. 

Dalam Pilkada 2009, KH Sulaiman Lubis kembali maju menggandeng Sunardi, namun gagal. Pilkada saat itu dimenangkan istri mantan Bupati Kediri Sutrisno yang saat ini kembali maju Pilkada 2015.(*)

Sunday, Mar 01 2015

 

 

 

 

Jakarta (radiomadufm.com),Menghabiskan waktu di acara car free day yang berlangsung setiap hari Minggu, di Jakarta, tidak hanya dengan berolahraga, sekelompok masyarakat justru aktif melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar area car free day. Tujuan aksi ini, ingin mengajak masyarakat untuk sadar kebersihan lingkungan. 

Friday, Feb 27 2015

 

 

 

 

Bogor (radiomadufm.com), Pelaksanaan hukuman mati bagi terpidana narkoba didukung oleh pengurus besar Nahdlatul Ulama. PBNU menilai keputusan Presiden Joko Widodo tepat, dan sesuai dengan hukum agama.

Thursday, Feb 19 2015

Tangerang (radiomadufm.com), Mengunjungi suatu kota akan lebih lengkap jika membawa pulang oleh - oleh cinderamata ataupun makanan khas kota tersebut. Dan bagi anda yang berkunjung ke Kota Tangerang dan bertanya apakah yang khas dari kota ini?  Jawaban serta rekomendasinya adalah dodol Tangerang.

Saturday, Feb 14 2015

Jakarta (radiomadufm.com), Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mendukung imbauan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar masyarakat tidak melakukan haji berkali-kali.

"Imbauan itu positif, apalagi jika dana yang sebelumnya dialokasikan untuk haji yang ke sekian kalinya itu bisa dimanfaatkan menyantuni anak yatim, menangani anak terlantar atau rehabilitasi anak yang menjadi korban perdagangan manusia dan kejahatan seksual," kata Susanto di Jakarta, Jumat.

Susanto mengatakan hal itu akan lebih bermanfaat bagi orang lain, terutama anak-anak Indonesia, apalagi ada sebagian orang yang membanggakan diri berhaji berkali-kali, padahal secara tidak sadar menyita kuota orang lain yang baru mau berhaji untuk pertama kali.

"Tentu akan lebih baik bila uangnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan perlindungan anak yang masih banyak membutuhkan," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan jangan membanggakan diri karena pernah berkali-kali menunaikan ibadah haji karena secara tidak sadar hal itu telah menyita kuota yang menjadi hak orang lain untuk pergi haji.

"Cara pandang umat muslim membanggakan berhaji berulang-ulang harus diubah," kata Lukman Hakim Saifuddin. (antara/mukafi niam)

Menag mengatakan akan ada beberapa kebijakan perhajian baru, antara lain melarang seseorang pergi haji lagi jika yang bersangkutan pernah menunaikan ibadah haji. (NU Online)

Saturday, Feb 14 2015

Riau (radiomadufm.com), Tiga orang pelaku mutilasi yang dengan keji menghilanghkan nyawa tujuh orang korban di Kabupaten Siak, Riau , divonis mati oleh majelis hakim di persidangan . Sekalipun keluarga korban menyatakan puas dengan vonis tersebut , tetapi para terdakwa mengajukan banding atas vonis mati tersebut .

Page 1 of 10

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us