Dodol Tangerang Yang Tak Lekang Zaman

Tangerang (radiomadufm.com), Mengunjungi suatu kota akan lebih lengkap jika membawa pulang oleh - oleh cinderamata ataupun makanan khas kota tersebut. Dan bagi anda yang berkunjung ke Kota Tangerang dan bertanya apakah yang khas dari kota ini?  Jawaban serta rekomendasinya adalah dodol Tangerang.

 

Mungkin belum banyak yang tahu, selain Garut, Tangerang juga memiliki dodol khas. Salah satu yang melestarikan sekaligus menjadikan dodol tangerang sebagai usaha utama, adalah Umar Sanjaya. Industri rumahannya yang sukses ini  berlokasi di Neglasari, Kota Tangerang Banten. ia meneruskan usaha orang tua yang telah berjalan selama lebih dari 40 tahun.

bahan baku yang dipakai, adalah tepung ketan, gula aren, dan kelapa. Mula mula kelapa digiling dan diambil santannya, kemudian santan dimasak selama 1 setengah jam dalam kuali besar. Setelahnya, dalam takaran tertentu tepung ketan turut dicampurkan dengan dilakukan pengadukan tanpa henti selama 1 setengah jam. Setelah bahan kalis, gula aren yang telah dicairkan secara perlahan dimasukan. Pengadukan terus dilakukan hingga ketiga bahan ini kalis kembali. Dodol Tangerang dianggap matang, jika adonannya tak putus ketika dicek menggunakan alat terbuat dari bambu. Semua proses ini akan selesai dalam waktu lebih kurang 8 jam.

Di musim imlek tahun ini, ia mempekerjakan 64 pekerja. Mereka terbagi dalam 2 shift. Karena omzet yang berlipat saat jelang imlek, peralatan yang disediakan pun semakin banyak. Sebanyak 16 kuali besar dipakai untuk memproduksi 1 ton dodol, dalam sehari. Harga dodol tangerang ini dipatok 60 ribu, untuk setiap kilogramnya.

 

Untuk menjaga kualitas, dodol tangerang buatannya, Umar selalu menggunakan resep rahasia khusus, serta menggunakan kayu bakar, agar cita rasa selalu sama seperti puluhan tahun lalu. Hasilnya, varian rasa dodol  seperti rasa asli, rasa nangka, wijen, hingga durian, dapat menjadi salah satu alternatif buah tangan khas, ketika anda berkunjung ke Kota Benteng yang berlokasi di samping ibukota ini.(antara/ardi)

Read 1387 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Umum

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us