Breaking News
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12
Puluhan Massa Datangi Kantor Dewan - Friday, 02 February 2018 07:06

Tuesday, 10 April 2018 07:09

Ratusan Sopir Dan Kenek Demo Ke Pemda Kediri

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Berkumpul dikawasan Simpang Lima Gumul Kediri Para sopir MPU di Kabupaten Kediri mengruduk Kantor Pemkab Kediri. Para Sopir MPU merasa dikecewakan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam aksi pertamanya. 

 

 

Lebih dari 100 orang sopir MPU jurusan Kediri-Pare bersama kendaraan mengepung Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Mereka mendesak Kepala Daerah turun tangan menyelesaikan konflik MPU dengan angkutan online.

 

 

 

"Dinas Perhubungan tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Mereka hanya mengaku, melarang angkutan online, tetapi tidak bisa melakukan tindakan penertiban. Oleh karena itu, hari ini kami minta Kepala Daerah mengakomodir tuntutan kami untuk membubarkan aplikasi angkutan online dan menertiban," kata Joko Santoso, salah satu sopir MPU Kediri-Pare,  Selasa (10/4/18).

 

 

 

Para sopir resah dengan kehadiran mobil angkutan berbasis aplikasi internet. Mereka merasa lahannya kini diserobot. Sejak kehadiran angkutan online, pendapatan mereka turun drastis. Selain lebih murah, sopir angkutan online dapat menaikkan penumpang di sembarang tempat.

 

"Sebelum ada taxi online, grab dan lain sebagainya kami bisa membawa uang pendapatan Rp 75 ribu dalam sehari. Tetapi saat ini, untuk mendapatkan uang Rp 20 ribu saja sulit. Padahal kami setor ke majikan, karena bukan kendaraan pribadi," keluh Joko.

 

 

Joko membandingkan tarif MPU dengan angkutan online. Untuk tarif MPU Kediri-Pare senilai Rp 10 ribu per penumpang. Sedangkan tarif angkutan online Kediri-Pare Rp 60 ribu bisa rombongan. Sehingga penumpang lebih memilih angkutan online.

 

 

 

 

 

Imbuh Joko, selain penghasilannya turun drastis, para sopir MPU masih diwajibkan melakukan uji KIR dan izin trayek. Sementara angkutan online tidak. Padahal, setiap angkutan umum wajib memenuhi seluruh kewajiban tersebut.

 

 

 

"Sekarang ini kami ingin beli ban saja kesulitan, dan bayar  Sekolah  saja kesulitan, " keluhnya

 

 

Sejak Senin (9/4/18) sore hingga pagi ini, para sopir MPU Kediri-Pare melakukan aksi mogok beroperasi. Mereka mengancam melakukan aksi mogoknya hingga tuntutannya dipenuhi. Jika tidak ada keputusan para kawan kawan akan melakukan aksi dan mungkin akan melakukan sweping. 

 

"kalau memang ngak ada keputusan, kami juga akan beraksi kembali dan dimungkinkan kami juga akan melakukan aksi sweping terhadap operasional kendaraan berbasis online, "tegas Joko mengakhiri keluhannya. (em/ga) 

Read 211 times Last modified on Tuesday, 10 April 2018 07:15

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live Madu TV

Live Radio Madu FM


Get connected with Us