Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Super User

Super User

Monday, 12 March 2018 15:18

Kediri ( radiomadufm.com) - - Puluhan nasabah Bank BRI di Kediri selatan kehilangan saldo tabungannya. Pembobolan saldo milik nasabah itu ditengarai ulah hacking yang melakukan sceming ATM milik nasabah Bank BRI di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri , Kras dan Ringinrejo.

 

Pimpinan Bank BRI Cabang Kediri Dadi Kusnadi membenarkan adanya pembobolan uang nasabah di dalam ATM. Pihaknya masih melakukan proses pendataan seluruh nasabah yang melakukan komplin dan menyelidiki kasus kejahatan ini. 

 

"Karena ini teknis, kami tidak tahu tiba-tiba uang nasabah hilang begitu saja. Maka kami lapor ke pusat. Kami duga ini adalah skimming, yaitu, ada penyadapan data nasbaah. Sehingga pada waktu transaksi PIN-nya bocor," ujar Dadi Kusnadi di Kantor BRI Cabang Kediri, Senin (12/3/2018).

 

Ditambahkan Dadi, melihat nominal uang nasabah yang diambil secara misterius itu tidak bulat, maka ditengarai bahwa pengambilan uang ini dilakukan dari Luar Negeri. 

 

Diakui olehnya, pembobolan ATM nasabah ini, sebenarnya sudah berlangsung beberapa waktu terakhir. Hampir setiap hari, customer service (CS) BRI Cabang Kediri menerima komplin dari masyarakat. Jumlah saldo mereka yang berkurang antara Rp 2-3 juta.

 

"Setelah keajdian itu, satu bulan lalu, tim melakukan penertiban dan pembersihan barang kali ada hal-hal yang mencurigakan apa itu. Sejak tanggal 19 Februari kami melakukan penertiban tiap hari, petugas kami memastikan bahwa sudah clean dari alat skimmer di mesin ATM," jelasnya.

 

Bank BRI Cabang Kediri berjanji akan mengembalikan uang nasabah yang hilang akibat kejahatan ini secara utuh. Mekanismenya, nasabah melakukan pengaduan ke CS Bank BRI kemudian menyampaikan nomor rekening, jumlah nominal uang yang hilang.

 

"Data nasabah yang komoplin tadi, kemudian kita beri kode truble tiket. Kita sampaikan ke kantor Pusat untuk diproses, beberapa hari kemudian uangnya kembali," janjinya.

 

Dadi menyarankan, nasbah yang datang ke BRI untuk mengganti PIN ATM-nya. Tetapi, apabila masih kurang nyaman, dipersilahkan pergi ke CS BRI untuk dipandu petugas. Kemudian kepada nasabah lain yang belum mengetahui, diharapkan untuk segera melakukan pengecekan uangnya untuk memastikan aman dan tidaknya. (em/ga) 

Saturday, 03 March 2018 11:47

Kediri ( radiomadufm.com) - - - -- Kepergok satroni Masjid dan mengambil uang di Kotak Amal  Moch. Yusron (25) babak belur digebuki massa. Yusron nekat satroni  Masjid Baitul Ma'mur Kelurahan Bandalor Gang II B No. 40 Kecamatam Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu (3/3/18) pagi. 

 

Moch. Yusron yang asli asal Jalan Ciwulan RT 003 / RW 003 Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar ini sempat dilarikan ke rumah sakit karena luka yang dialaminya. 

 

Kapolsek Mojoroto, Kompol Didit Prihantoro mengungkapkan, Moh. Yusron sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini dia masih menjalani serangkaian pemeriksaan oleh penyidik.

 

"Tersangka kita jerat dengan pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Kita amankan barang bukti uang tunai infak sebesar Rp. 502.850, satu buah pemotong kuku, satu buah kotak amal," kata Kompol Didit.

 

Mantan Kasat Reskrim Polres Kediri ini menjelaskan kronologis pencurian kotak amal yang dilakukan tersangka. Awalnya, sekira pukul 06.30 WIB, salah seorang warga Rahmad Sigit Setoardi melihat pelaku berjalan ke arah masjid.

 

Karena curiga dengan gerak-geriknya, Rahmad mengawasi pelaku dari kejauhan. Ternyata pelaku menghampiri kotak amal di masjid. Dengan memakai pemotong kuku, pelaku membuka kunci kotak amal tersebut.

 

Melihat aksi pelaku, Rahmad kemudian menangkapnya. Dia kemudian memberitahu Saiful Rohman, takmir masjid. Sementara warga sekitar yang merasa geram, karena kotak amal kerap dibobol akhirnya menggebuki pelaku.

 

Beruntung, anggota Polsek Mojoroto segera tiba di lokasi. Akhirnya pelaku mengamankan pelaku dari amuk massa. Namun karena mengalami luka di wajah, tangan dan kakinya, pelaku dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

 

Menurut Saiful Rohman, pelaku mengakui perbuatannya. Bahkan, pelaku tidak sekali ini beraksi, melainkan sudah mencuri sebanyak 17 kali di Masjid Baitul Ma'mur ini. 

 

Sementara itu, Kompol Didit menambahkan, berdasarkan hasil interogasi terhadap pelaku, Yusron adalah seorang residivis. Dia pernah menjalani hukuman perkara perampasan serta penggelapan di Pengadilan Negeri Kota Blita. (em/ga) 

Thursday, 01 March 2018 05:14

Kediri ( radiomadufm.com)  - - -Program pemerintah yaitu Swasembada Pajale (Padi, Jagung, Kedele) di tahun 2019 akan mendapatkan dukungan dari Perkebunan Nusantara (PTPN) X  dengan melakukan optimalisasi lahan dengan menanam kedelai di HGU Djengkol, Kediri (1/3/18). Penanaman kedelai ini sebagai pengganti (tanaman rabuk hijau yang selama ini ditanam dengan tujuan mengembalikan unsur hara tanah sehingga kesuburan tanah tetap terjaga. 

 

Di tengah menurunnya luasan panen kedelai nasional pada tahun 2016 yaitu hanya 576.987 hektar (ha), pada tahap awal ini PTPN X berupaya melakukan optimalisasi lahan dengan menanam kedelai di lahan HGU miliknya seluas 30 Ha. Penanaman kedelai dengan varietas Aniasmom ini memiliki potensi produktivitas minimal 2 Ton/Ha. 

 

Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X melalui Direktur Operasional PTPN X, Mustakhim menjelaskan, pengelolaan on farm kedelai akan dilakukan oleh tim HGU Diengkol dan dibantu oleh Pusat Penelitian (Puslit) Jengkol. 

 

Pengelolaan on farm ini akan menerapkan Standard Operating Premium (SOP) yang benar, mulai dari pembajakan hingga panen. Nantinya pengelolaan on farm akan memakan waktu kurang lebih 120 hari. Sedangkan panen kedelaj akan dilakukan 90hari setelah masa tanam. 

 

"Tahun 2018-2019 ini diprediksi permintaan kedelai akan meningkat. Dengan adanya penanaman kedelai dan dihmiang dengan pengelolaan dari sisi on farm, PTPN X dapat berkontribusi sebagai produsen benih kedelai yang berkualitas. lni merupakan bentuk tanggung iawab PTPN X terhadap program pemerintah yang berujung pada terwuiudnya Swasembada Pajale," ungkapnya. 

 

Ke depannya, lahan bero di HGU Djengkol seluas 900 Ha juga akan dimanfaatkan sebagai areal tanam kedelai. Tak hanya itu, sebagai bentuk optimalisasi aset, PTPN X kini mengelola Wahana Edukasi Kampung Tebu Penataran Djengkol.

 

Kampung tebu ini sebagai tempat edukasi jujugan baru di Kediri dengan berbagai wahana permainan, yaitu Flying Fox, Perahu, Adventure ATV dan trail. Dengan harga tikel mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000. 

 

Waktu operasionalnya di hanya Jumat dan Sabtu pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sedangkan hari Minggu pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

 

Hadir dalam kegiatan tanam perdana dan soft opening Kampung Tebu, General Manager Pabrik Gula (PG) di wilayah PTPN X, serta para karyawan PTPN X. (em/ga) 

Thursday, 01 March 2018 05:14

Kediri ( radiomadufm.com)  - - -Program pemerintah yaitu Swasembada Pajale (Padi, Jagung, Kedele) di tahun 2019 akan mendapatkan dukungan dari Perkebunan Nusantara (PTPN) X  dengan melakukan optimalisasi lahan dengan menanam kedelai di HGU Djengkol, Kediri (1/3/18). Penanaman kedelai ini sebagai pengganti (tanaman rabuk hijau yang selama ini ditanam dengan tujuan mengembalikan unsur hara tanah sehingga kesuburan tanah tetap terjaga. 

 

Di tengah menurunnya luasan panen kedelai nasional pada tahun 2016 yaitu hanya 576.987 hektar (ha), pada tahap awal ini PTPN X berupaya melakukan optimalisasi lahan dengan menanam kedelai di lahan HGU miliknya seluas 30 Ha. Penanaman kedelai dengan varietas Aniasmom ini memiliki potensi produktivitas minimal 2 Ton/Ha. 

 

Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X melalui Direktur Operasional PTPN X, Mustakhim menjelaskan, pengelolaan on farm kedelai akan dilakukan oleh tim HGU Diengkol dan dibantu oleh Pusat Penelitian (Puslit) Jengkol. 

 

Pengelolaan on farm ini akan menerapkan Standard Operating Premium (SOP) yang benar, mulai dari pembajakan hingga panen. Nantinya pengelolaan on farm akan memakan waktu kurang lebih 120 hari. Sedangkan panen kedelaj akan dilakukan 90hari setelah masa tanam. 

 

"Tahun 2018-2019 ini diprediksi permintaan kedelai akan meningkat. Dengan adanya penanaman kedelai dan dihmiang dengan pengelolaan dari sisi on farm, PTPN X dapat berkontribusi sebagai produsen benih kedelai yang berkualitas. lni merupakan bentuk tanggung iawab PTPN X terhadap program pemerintah yang berujung pada terwuiudnya Swasembada Pajale," ungkapnya. 

 

Ke depannya, lahan bero di HGU Djengkol seluas 900 Ha juga akan dimanfaatkan sebagai areal tanam kedelai. Tak hanya itu, sebagai bentuk optimalisasi aset, PTPN X kini mengelola Wahana Edukasi Kampung Tebu Penataran Djengkol.

 

Kampung tebu ini sebagai tempat edukasi jujugan baru di Kediri dengan berbagai wahana permainan, yaitu Flying Fox, Perahu, Adventure ATV dan trail. Dengan harga tikel mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000. 

 

Waktu operasionalnya di hanya Jumat dan Sabtu pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sedangkan hari Minggu pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

 

Hadir dalam kegiatan tanam perdana dan soft opening Kampung Tebu, General Manager Pabrik Gula (PG) di wilayah PTPN X, serta para karyawan PTPN X. (em/ga) 

Wednesday, 28 February 2018 08:05

Kediri  ( radiomadufm.com) - - - - Menyikapi adanya peryataan Khilaf yang diungkapkan Riyantono asal Ngawi atas tindakan spontan penyebaran teror dan ancaman terhadap ulama. Kapolresta Kediri AKBP Anthon Hariyadi memastikan jika teror yang terjadi di Ponpes Ploso Kediri adalah hoax, ini berdasarkan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Polresta Kediri pada beberapa saksi terkait adanya informasi ancaman atau teror di Ponpes tersebut.

 

 

Diungkapkan Kapolresta dari hasil pemeriksaan laporan oleh Riyantono terkait adanya ancaman yang dilakukan tiga orang di Ponpes Ploso Kediri, tidak memiliki cukup bukti yang cukup, dan tidak ada kesesuaian antara BAP dan CCTV yang ada.

 

 

" Dari hasil penyelidikan tidak ada dua bukti permulaan yang cukup, artinya tidak bisa meningkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap selanjutnya dan dari saudara RY juga sudah mencabut laporannya" kata Kapolresta AKBP Anthon Hariadi .

 

 

Lebih lanjut Kapolres mengatakan jika kepada pelaku pelaporan palsu pihaknya akan tetap menindak lanjuti meskipun pihak pondok telah memaafkan perbuatan pelaku " Karena sesuai aturan ini dapat dikategorikan laporan palsu, dan ini masih dilakukan pendalaman motif dari pelaku ini melakukan hal tersebut" tegasnya.

 

 

 

Sebelumnya penyebar informasi teror Riyantono Gempol (50) warga asal Ngawi, Jawa Timur telah mengaku jika apa yang dilakukan adalah hanya sebuah kekhilafan.Dari pengakuan Riyantono dihadapan para pemangku Ponpes Ploso dan wartawan jika tindakan yang dilakukan dengan menyebarkan informasi teror yang membuat gempar tersebut semata-mata karena kekhilafan nya.

 

 

," Saya tidak bermaksud melakukan hal hal diluar batas dan terus terang saya khilaf " kata Riyantono sambil sesekali mengusap air mata. 

 

 

" Semua keterangan yang saya berikan ke polisi pada awal laporan saya tidak benar dan itu tidak terjadi pada saya Saya mohon maaf terhadap semua, Romo Yai, dan semua Gus Ponpes Ploso, dan semua Masyarakat Indonesia atas hal ini " ungkapnya.

 

Sementara itu, menanggapi persoalan tersebut pihak Ponpes mengaku jika tidak akan memperpanjang persoalan tersebut, namun pihak mendukung penuh upaya kepolisian dalam merespon secara persoalan tersebut." Kita sudah dengar bersama apa yang dikatakan pak Riyantono atas informasi yang merisaukan tersebut adalah tidak benar, dan kami tidak memperpanjang persoalan tersebut" kata Gus Toif.

 

"sejauh ini kami telah menyerahkan Riyantono kepihak keluarganya dan sejauh ini untuk pendalaman lebih lanjut pihaknya menyerahkan ke Polda Jatim, "ungkap Kapolresta AKBP. Anthon Hariadi saat dikonfirmasi usai Sholat Dhuhur di Masjid Polresta Kediri.(em/ga) 

Tuesday, 27 February 2018 11:54

Kediri ( radiomadufm.com) – Dikirimi kata-kata jorok pada media kertas berukuran besar,  Seorang pria yang sudah menyandang Haji di Kota Kediri melapor ke aparat kepolisian. Dia merasa telah dihina dan dicemarkan namanya.

 

Kondisi itu dialami oleh H. Samsul, warga Kelurahan Mojoroto, Gang IV, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Pada Selasa (27/2/18) siang, dia melapor ke Markas Polsek Mojoroto ihwal tudingan buruk terhadapnya.

 

Saat melapor,  Samsul membawa dua bukti kertas berisi tulisan tak pantas untuk dibaca ke kantor polisi. Diantaranya, pelaku menyebut Haji Kampungan dan masih banyak lagi. Bahkan, menyinggung tentang istri korban dan juga istri pelaku. 

 

Setibanya di Mapolsek Mojoroto, korban langsung melapor ke SPKT. Setelah laporannya diterima, kemudian korban dimintai keterangan di Unit Reskrim. Namun, Kapolsek Mojoroto, Kompol Didit Prihantoro belum memberikan keterangan, karena masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

 

“Masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Sekilas, persoalan ini hanya personal atau pribadi,” kata Kompol Didit Prihantoro. Mendengarkan sedikit keterangan korban, dia telah mengetahui pelaku yang telah mengirimkan kata-kata jorok tersebut. Identitas terduga pelaku langsung disampaikan kepada penyidik. Dan pihaknya akan melalukan mediasi atas persoalan itu karena hal tersebut persoalan pribadi. (em/ga) 

Monday, 26 February 2018 13:53

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Teror penyerangan kiai di Ponpes Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin (19/2/18) lalu ternyata  palsu alias hoax. Pihak Pondok akhirnya menerima permintaan maaf dari dalang penyebar isu penyerangan ulama. 

 

 

 

Riyantono Gempol warga Ngawi kelahiran 7 Oktober 1970 silam ini adalah tamu pondok yang  mengakui jika dirinya mengakui bila telah mengarang cerita fiktif tentang pengancaman terhadapnya yang dilakukan oleh tiga orang sosok pria berbadan kekar yang ingin membunuh salah seorang kiai.

 

 

 

Keterangan palsu ini terbongkar setelah pihak pondok memanggilnya  usai dipastikan gambarnya saat terekam cctv pondok dan adanya sejumlah pengakuan keterangan dari laporannya yang dikonfrontir dengan sejumlah saksi. Riyantono yang bertempat tinggal di rumahnya Desa Katikan RT 01 / RW 02 Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi dijemput paska membuat onar. 

 

 

 

Riyantono Gempol mengaku, khilaf telah mengarang cerita fiktif yang membuat gempar di negeri ini. Dia meminta maaf kepada seluruh keluarga besar Ponpes Al Falah Ploso, khususnya para kiai dan masyayyih serta masyarakat Indonesia.

 

 

 

"Kami memohon maaf atas kekeliruan yang sifatnya disengaja atau tidak disengaja. Kepada seluruh keluarga pondok pesantren, kepada masyarakat Indonesia dan kepolisiaj, dalam hal ini Polresta Kediri. Kesalahan ini mudah-mudahan menjadi pengalaman umat muslim yang saat ini sedang ramai dengan isu-isu yang sangat menegangkan," aku Riyantono Gempol sambil berurai air mata, di Ponpes Al Falah, Senin (26/2/18).

 

 

 

Riyantono tidak memiliki motivasi apapun dalam menyebarkan informasi yang tidak benar, melainkan hanya sekedar khilaf dan spontanitas. Sore itu, Minggu (19/2/18) dia sedang berkunjung sebagai tamu ke Ponpes Al Falah Ploso untuk menemui salah seorang kiai.

 

 

 

Dia mengarang cerita bohong kepada pihak keamanan pondok, bahwa baru saja didatangi tiga orang pria berbadan kekar. Dua diantara pelaku melumpuhkannya dengan cara menodongkan pisau dan menarik tangannya ke belakang. Sedangkan satu pelaku mengawasi.

 

 

 

Para pelaku mencari salah satu kiai untuk dibunuh. Tetapi, tiba-tiba pelaku mengibaskan sapu tangan ke arah Riyantono, sekejap mereka menghilang. Keterangan palsu ini juga disampaikan Riyantono saat di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh pihak kepolisian. 

 

 

 

Akibat keterangan palsu Riyantono Gempol ini, pihak keamanan ponpes akhirnya mengamankan salah seorang pria yang kebetulan ingin bertemu dengan kiai. Pria tersebut adalah Abdul Azis, asal Situbondo. Penangkapan Azis ini menjadi viral karena foto - fotonya dikirimkan ke berbagai media sosial.

 

 

 

Keluarga Ponpes Al Falah menghargai sikap terus terangnya Riyantono Gempol. Pihak ponpes menerima permintaan maaf tersebut dan tidak akan melakukan penuntutan.

 

 

 

"Pernyataan dari Bapak Riyantono mengenai kejadian yang telah membuat keresahan seluruh nusantara dan teman alumni dan santri. Itu tidak benar dan Bapak Riyantono sudah mengakuinya. Itu spontanitas dan kekhilafan. Kami mewakili ponpes, menyampaikan banyak terima kasih kepada jajaran kepolisian, Polresta Kediri yang sudah baik, cepat, dan luar biasa," ungkap Gus Thoif.

 

 

 

Gus Thoif menerangkan, Riyantono adalah  tamu pengunjung di pondok, bukan santri maupun alumni. "Beliau kebetulan berkunjung dan mengadakan hal-hal di luar kendali beliau sendiri," bebernya.

 

 

 

Keluarga besar Ponpes Al Falah mendukung penuh upaya kepolisian dalam menyelesaikan masalah ini sesuai Undang-undang.

 

 

 

"Sikap pondok sudah sepakat seluruh keluarga, yang namanya kekhilafan kami tidak akan menuntut dan tidak memperpanjang masalah ini. Karena beliau sudah minta maaf, kami yakin beliau tidak memiliki niat jahat atau niat yang kurang baik. Tidak ada melakukan penuntutan apa - apa," tutupnya.

 

 

 

Dalam konferensi pers ini dihadiri para gus Ponpes Al Falah. Diantaranya, Gus Reisy (putra Gus Tajud), Gus Makmun (Ketua PCNU Kabupaten Kediri,  Gus Thoif, Gus Kautsar, dan Gus Fahim. (em/ga)

Saturday, 24 February 2018 03:52

Kediri (radiomadufm.com) ----Komunitas Trail Kediri (KTK) menggelar event Trail Adventure 2018. 500 rider  dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti. Bahkan, ada peserta dari manca negara yang hadir meramaikan.

 

Menariknya, selain ngetrail di lintasan jalan yang memacu adrenalin, peserta juga mengumpulkan uang secara patungan. Hasil donasi ini kemudian digunakan untuk bakti sosial. Yaitu, pengaspalan jalan rusak, pembuatan mushola sebagai tempat ibadah dan pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu.

 

Ketua KTK, Slamet Budiono mengatakan, event Trail Adventure dibarengi baksos ini lahir dari aspirasi masyarakat tentang banyaknya jalan berlubang yang telah menelan korban. Di jalan raya Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, tercatat 11 kali kecelakaan lalu lintas dan empat korban meninggal dunia akibat jalan bolong.

 

"Aspirasi dari warga kita tangkap. Kita shoundingkan ke temen- temen rider. Ternyata mereka mempunya keinginan yang sama untuk bakti sosial. Akhirnya dikemas dalam event hari ini," ujar Slamet Budiono, yang juga Wakil Direktur Bidang SDM PT Gudang Garam Tbk Kediri, Sabtu (24/2/18).

 

Trail Adventure kali ini mengambil start dan finish di Lapangan Sidomulyo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Event digelar selama dua hari yaitu, Sabtu 24 Februari 2018 dan Minggu 25 Februari 2018. Pada hari pertama, peserta berasal dari luar kota, sedangkan hari kedua dari dalam kota.

 

"Alhamdulillah banyak tokoh-tokoh trail yang hadir. Seperti, Wakasdam, Babe Halim dan mas Arif yang rencananya pada Juli mendatang ke Romania, mewakili Indonesia," ucap Mbah Mett, panggilan akrab Slamet Budiono ini.

 

Terpisah, Ketua Panitia Trail Adventure 2018 H. Ali mengaku bersyukur event berjalan lancar. Menurutnya yang terpenting adalah keinginan masyarakat Desa Watu Gede, Kecamatan Puncu yang telah lama mendambakan jalan mulus telah terpenuhi.

 

"Alhamdulillah jalan sudah alus, tidak berlobang lagi. Insya Allah, apabila ada rejeki lagi, nanti akan kita bangun mushola di Desa watugede. Untuk jalan berlobang yang sudah kita tutup melalui bakti sosial ini sepanjang kurang lebih 4 kilometer. Acara ini sukses berkat Suryanation," kata H. Ali.

 

Kakung Budi, rider asal Malang mengaku, sangat tertarik mengikuti Trail Adventure 2018 di Kediri karena sekaligus berolahraga juga bermanfaat untuk orang lain melalui bakti sosial. Baginya event seperti ini baru ditemui di Kediri.

 

"Ini istimewa sekali. Kalau bangun jalan, seperti ini memang belum pernah. Alhamdulillah juga selain jajan, juga tempat ibadah. Semoga bermanfaat untuk masyarakat," ucap Kakung Budi.

 

Menurut Kakung Budi, track yang disediakan panitia juga sangat menantang. Banyak jebakan-jebakan yang membuat para rider kelabakan. Panitia menyediakan seekor kambing bagi peserta yang mampu menaklukkan tanjakan setinggi 200 meter dengan kemiringan hingga 90 derajat. 

 

"Jalur luar biasa dan jebakanya sadis-sadis. Alhamdulillah selamat. Tanjakannya indah sekali," katanya. Bahkan, dia telah mencoba sebanyak 25 kali menaklukkan, tetapi selalu gagal.(em/ga)

Wednesday, 21 February 2018 12:42

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Rombongan Komisi III DPR RI berkunjung ke Markas Polresta Kediri. Ada tiga agenda besar yang dibahas dalam kunjungan ketiga kalinya ini, antara lain, pengamanan Pilkada serentak 2018, dugaan penyerangan ulama dan penegakan hukum, khususnya terhadap pengedar narkoba.

 

Rombongan Komisi III DPR RI yang berkunjung ke Polresta Kediri dengan 5 Mobil ini antara lain, Dr. H. Dossy Iskandar Prasetyo, pimpinan rombongan dan Rombongan Anggota Komisi III DPR RI, Staf Komisi III DPR RI. Hadir pula dalam pertemuan ini, Komisioner KPU Kota Kediri, Dra. Pusporini Endah Palupi, BNN Kota kediri yang diwakili Triwulandari serta Pejabatan Utama (PJU) Polresta Kediri dan Kapolsek jajaran.

 

Anggota Komisi III DPR RI itu juga melihat secara langsung alat transportasi di Kepolisian Resor Kediri Kota dari seluruh kesatuan yang ada.Mulai Satuan Lalu Lintas, Satuan Sabhara, Intelejen, Satreskrim, Satreskoba, Tim Anti Bandit maupun Babinkamtibmas. 

 

 

 

"Ini agenda kunjungan ketiga. Kali ini, semua anggota Komisi III DPR RI ikut. Dari Fraksi Golkar, Hanura, Gerindra dan PDIP. Pertama, kami apresiasi kerja hebat oleh Kapolresta Kediri dalam rangka antisipasi terkait pelaksanaan Pilkada. Polresta Kediri menghadapi dua hajatan besar, Pilwali Kediri dan Pilgub Jatim 2018," kata Artheria Dahlan, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rabu (21/2/18).

 

 

 

 

Artheria mengaku, mendapatkan pemaparan dari Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi terkait pelaksanaan pengamanan Pilwali Kediri dan Pilgub Jatim. Dimana, kepolisian telah siap. 

 

 

 

"Dengan anggaran yang sangat minim, saranan prasarana terbatas, Polresta Kediri sangat siap dalam melaksanakan tugasnya. Harapannya, Plpesta demokrasi dapat berlangsung dengan baik," tegasnya.

 

 

Agenda kedua yaitu mengenai kabar penyerangan ulama. Yang dimaksud dugaan teror terhadap kiai Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin malam kemarin.

 

 

"Kami antisipasi indikasi penyerangan ulama di Ploso. Semua paparan sudah dijelaskan. Mengenai hal itu, sudah diselesaikan teman-teman dari Polresta Kediri. Bagaimana cara membangun hubungan dengan rakyat yang baik," bebernya.

 

 

Menurutnya, Komisi III melihat isu teror itu hal biasa. "Semua masalah sudah diselesaikan. Percayakan kepada Polresta Kediri. Ulama, kiai, percayakan penuh, penanganan ini sudah cermat dan tepat.

 

 

Agenda lain adalah mengenai peredaran narkoba. "Kita melihat pemberantasan narkoba, bagaimana kita haramkan Pil dobel L. Di Polresta Kediri ini sudah ada upaya antisipatif, preventif mengenai peredaran narkoba " katanya.

 

 

Komisi III DPR RI menganggap bahwa sinergi antara Polresta Kediri dengan KPU dalam pelaksanaan Pilkada serentak sudah baik. Komisi III hanya berpesan agar lebih ditingkatkan, karena pelaksaan Pilkada ini menjadi bagian running dalam Pemilu 2019 mendatang.

 

 

Terpisah Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi menyambut baik kunjungan kerja Komisi III DPR RI. Pihaknya memaparkan tentang kesiapan dalam pengamanan Pilkada serentak dan minimnya saranan dan prasarana yang dimiliki.

 

 

"Komisi III DPR RI melihat kesiapan kita dalam pengamanan pilkada serentak. Kami paparkan bagaimana upaya kami dalam mengelola kamtibmas. Tadi juga ada masukan supaya berkoordinasi KPU dan Bawaslu. Terkait sarana dan prasarana Polri yang minim, agar membuat surat untuk peningkatan sarana terasbut dalam rangka mendukung tugas Polri," beber Kapolres.(em/ga)

Wednesday, 21 February 2018 12:40

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Seorang oknum Pegawai Negri Sipil (PNS) di Kota Kediri berinisial YH ditahan Polsek Semen, Kota Kediri.Polisi masih mendalami terhadap pelaku dan sejauh ini melalui kuasa hukumnya YH berencana mengajukan penangguhan penahanan.

 

YH yang bekerja di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri sebagai Kasi Pemerintahan itu harus berurusan dengan polisi lantaran diduga melakukan tindakan penipuan dan penggelapan.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, YH sebelumnya membawa sebuah kendaraan salah satu warga untuk dijualkan, kemudian dalam perjalanannya YH belum bisa menjualkan kendaraan yang kemudian mengembalikan Mobil warga itu bersama STNK nya dan tidak mengembalikan BPKB mobil yang sempat dibawanya.Disaat pemilik mobil menanyakan keberadaan BPKB surat kendaraan itu, YH tidak dapat memberikan sehingga pemilik mobil berusaha terus menanyakan kepada YH untuk segera mengembalikannya, namun pemilik kendaraan malah mendapatkan bila BPKB mobil miliknya telah berada disebuah Koperasi (digadaikan) diwilayah Mojoroto. 

 

Sehingga pemilik merasa di tipu dan BPKB mobilnya telah digadaikan alias digelapkan YH sehingga akhirnya melaporkan YH ke Mapolsek Semen.

 

Kapolsek Semen AKP Karyoko mengatakan, YH ditangkap lantaran adanya laporan warga. Dan sejauh ini YH masih dilakukan penahanan.Dan adanya kabar YH juga terlibat dugaan penipuan CPNS sejauh ini belum ada pelaporan dan masih menangani perkaranya atas laporan tindak penipuan dan penggelapan BPKB mobil.

 

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Dan saat ini belum ada laporan yang lain atas dugaan kabar keterlibatan dalam penipuan CPNS. Pihaknya menyarankan bila ada warga yang merasa dirugikan dan menjadi korban atas tindakan yang dilakukan YH diminta untuk melaporkan,” ujarnya melalui ponselnya, Rabu (21/2/18)

 

Lebih lanjut Karyoko saat ditanya apakah YH merupakan salah satu dari adik mantan anggota DPRD?Kapolsek Semen tersebut enggan membeberkannya lebih jauh.Pihaknya menegaskan hanya menanggani hanya satu kasus atas adanya pelaporan warga tersebut. 

 

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP.Anthon Hariadi mengaku,sejauh ini proses sidiknya masih berjalan dan tersangka dilakukan penahanan di Polsek.Adanya kabar dugaan YH juga terlibat jaringan penipuan CPNS belum ada yang lapor.

 

"tidak ada pengajuan penangguhan penahanan.Dan jika ada dugaan itu korban diminta melaporkannya,"tandasnya.( em/ga)

Get connected with Us