Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Super User

Super User

Wednesday, 21 February 2018 10:41

Kediri (radiomadufm.com) -- Dalam rangka pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang, KPU Kabupaten Kediri membentuk badan ad hoc. Ada 156 PPK dan PPS pada Pilgub Jatim 2018 yang ikut dalam rekrutmen ini. Ratusan peserta dari 26 Kecamatan di Kabupaten Kediri itu mengikuti seleksi evaluasi dalam Pembentukan Badan Ad Hoc Pemilu 2019.

 

 

"Pembentukan badan ad hoc untuk Pemilu 2019 ini menggunakan system evaluasi. Penilaian akan dilakukan bagi PPS dan PPK terhadap rekan kerja masing-masing, serta oleh panitia penyelenggara setingkat di atasnya, termasuk penilaian oleh jajaran KPU Kabupaten Kediri," kata Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Syamsuri di Hotel Bukit Daun, Kabupaten Kediri, Rabu (21/2/18).

 

 

Penilaian ini akan direkapitulasi oleh KPU, sehingga dapat ditentukan personil yang dilibatkan kembali dalam Pemilu 2019. Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Kediri ini menegaskan, dari jumlah PPK sebanyak lima orang, akan diambil tiga orang. 

 

"Jumlah peserta yang ikut dalam evaluasi kinerja ini diambilkan lima orang PPK kecamatan, tambah satu orang sekretaris. Sehingga 26 kecamatan X 5 orang menjadi 156 peserta. Sedangkan untuk satu sekretaris secara otomatis akan ditetapkan," beber Syamsuri.

 

Penyaringan berbasis evaluasi kinerja ini, kata Syamsuri, tujuannya untuk memilih yang terbaik dari PPK dan PPS. Dirinya menyadari bahwa kinerja PPK dan PPS dalam Pilpres 2019 mendatang tentunya lebih berat dan personil badan ad hoc nya justru lebih sedikit. Tetapi hal ini telah diamanatkan dalam pasal 52 Undang-undang No 7 Tahun 2017 tentang pemilu bahwa PPK dalam Pileg dan Pilpres berjumlah tiga orang.

 

 

Komisioner KPU Kabupaten Kediri dua pereode ini menyampaikan tentang ketentuan dalam perekrutan PPK dan PPS. Bagi PPK dan PPS yang telah bekerja selama dua periode, secara otomati nanti tidak bisa diangkat menjadi PPK dalam dalam pemilihan di 2019 namun bisa melakukan penilaian terhadap kinerja rekannya untuk bisa dirangking masuk ke PPK kembali. Periode yang dimaksud yaitu keikutsertaan pada pemilihan atau pemilu untuk periode tahun 2004-2008, periode 2009-2013, dan periode 2014-2018. 

 

Karena itu, sesuai kesadaran masing-masing, anggota PPK dan PPS yang telah bekerja selama dua periode untuk tidak mengikuti perekrutan pada Pemilu 2019. (em/ga) 

Wednesday, 21 February 2018 07:56

Kediri ( radiomadufm.com) - - - - Polisi menghinbau pondok pesantren untuk melakukan pengawasan dan pengamanan pondok. Langkah itu untuk menghindari orang asing berkeliaran di lingkungan pondok. Sejauh ini pihak Polresta Kediri khususnya telah melakukan upaya itu sebelum maupun usai adanya insiden yang terjadi di Ponpes di Mojo. 

 

Hal tersebut diutarakan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi di Mapolresta Kediri, Jalan KDP Slamet Kota Kediri, Rabu (21/2/18).

 

Dijelaskan Kapolresta,  bila waspadaan dan sistem keamanan pondok melalui Babinkamtibmas saat ini sudah terjaga. Namun kedepannya akan semakin diintensifkan, terutama saat ada orang asing yang berkunjung ke lingkungan pondok.

 

"Kedepannya akan semakin diintensifkan lagi komunikasinya, karena gangguan kamtibmas bakal semakin meningkat," ujar Anthon.

 

Untuk wilayah hukum Polresta Kediri tegas Anthon, selama ini kondisinya kondusif dan tetap terjaga. Tak hanya meningkatkan komunikasi antara anggota keamanan dan polisi saja, namun anggota Sat Sabhara Polresta Kediri juga sering melakukan patroli dialogis kepada pihak keamanan pondok.

 

Patroli dialogis dilakukan guna memberikan pemahaman pada masyarakat, sekaligus warga ponpes agar tidak mudah percaya dengan adanya kabar berita soal penyerangan kiai maupun teror pada ponpes.

 

"Jka menerima berita atau kabar adanya teror maupun penyerangan pada ponpes agar selalu dikomunikasikan dengan polisi," imbuh Anthon.

 

Ketua GP Ansor, Kabupaten Kediri, Munasir Huda pun tergerak untuk memberikan pemahaman kepada seluruh anggota GP Ansor dan Banser, untuk ikut menjaga kondusifitas pondok pesantren serta tidak mudah percaya dengan kabar yang belum tentu kebenarannya.

 

"GP Ansor bersama Banser, juga ikut aktif menjaga kondusifitas ponpes meningkatkan kewaspadaan. Menghimbau santri agar tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya melalui sosmed," tegas Huda.

Sementara itu,  Artheria Dahlan Ketua Komisi Tiga DPR RI bidang Hukum memberikan apresiasi atas penanganan yang baik akan munculnya kabar adanya tindakan yang mengancam kyai di salah satu Pondok di Kediri. 

 

"Dalam paparan yang kami dengar secara langsung bila penanganan yang dilakukan sudah sangat komperhensif. Dan sejauh ini tadi kami dari komisi tiga juga melihat kesiap siagaan Polresta dalam penagamanan Pilkada di Kota Kediri dan Jawatimur. Sejumlah kendaraan dinas maupun piranti pengamanan Pilkada di kepolisian tadi juga sudah terlihat siap,"Ungkapnya saat berkunjung. (em/ga) 

Tuesday, 20 February 2018 00:54

Kediri ( radiomadufm.com) - - - Proses penyelidikan dan pengalian informasi adanya kabar penyerangan pengasuh pondok AL FALAH Ploso Mojo,  Kepolisian Resor Kediri Kota mendatangkan Dit Intelkam Polda Jatim hingga kordinasi sampek Selasa (20/2/18) pagi. Dalam rangkaian kordinasi dan pengumpulan bahan keterangan,  Cucu Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri KH Zainuddin Djazuli, Gus Abid Umar menjelaskan soal kabar teror dan ancaman penyerangan terhadap kiai dan masayyih di pondok.

"Yang beredar di whatsapp grup itu, kita perlu klarifikasi bahwasanya itu tidak benar. Apalagi saya tadi sempet baca juga ada yang masalah PKI (Partai Komunis Indonesia) dan yang lain sebagainya itu semua saya nyatakan tidak benar," kata Gus Abid Umar yang juga menjabat sebagai Sekretaris PW GP Ansor Jatim ketika ditemui di Markas Polresta Kediri, Selasa (20/2/18) dini hari.

Dia mengakui, menerima broadcas di grup whatsapp terkait pengancaman dan teror tersebut. Dimana dalam pesan grup itu ada beberapa santri dibantu anggota Polsek Mojo mengamankan seorang pria mencurigakan.

"Memang sempat ada teror ke salah satu keluarga di Pondok Pesantren Ploso, tapi sampai sekarang kita masih mendalami. Bahkan yang dibilang ada tiga tersangka dan satu tersangka sudah ketemu itu juga tidak bisa dipastikan," papar Gus Abid.

Gus Abid menambahkan, pihak pondok bersama kepolisian memang mengamankan seorang yang mencurigakan. Namun orang tersebut bukanlah yang disangkakan. Dengan kata lain, tiga orang yang disangkakan belum ada.

"Jadi tiga orang yang disangkakan memang belum ada. Ada satu orang diamankan, kini masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Kami menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian," ucapnya.

Gus Abid mengimbau semuanya untuk tetap waspada. Namun untuk meredam kepanikan, pihaknya menyampaikan apabila berita peneroran dan sebagainya tidaklah benar.

 

"Saya harapkan bijaklah dalam mensharing berita yang belum jelas kebenarannya," pintanya.

Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi mengaku masih menyelidiki. "Saya minta semua pihak tenang. Kita masih lakukan penyelidikan dan pendalaman. Jadi tolong jangan mudah terpengaruh dengan berita-berita yang sudah tersebar. Insyaallah Kota Kediri masih kondusif," ujar AKBP Anthon.

Polresta Kediri selalu berjaga. Pihak keamanan ponpes juga berjaga. Antara ponpes dan kepolisian terus berkomunikasi. Pihaknya berpesan supaya tidak terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

"Yang pasti memang ada yang kita amankan sekarang satu orang, tapi masih kita dalami. Masih kita bidik latar belakangnya dan sebagainya. Untuk identitas satu orang yang kita amankan, belum bisa saya sampaikan. Itu masih proses penyelidikan dan pendalaman," tutupnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya,  Ponpes Al falah Ploso Mojo Kabupaten Kediri kedatangan tamu yang mencurigakan, sempat ada satu orang yang diamankan pihak Polsek Mojo bersama santri yang melakukan pencarian. (em/ga) 

 

Monday, 19 February 2018 16:32

Kediri ( radiomadufm.com) - - -Adanya kabar tentang penyerangan terhadap pengasuh  salah satu pondok diwilayah Ploso Kecamatan Mojo oleh orang yang mencurigakan akhirnya menjadi viral disejumlah kalangan. Dan Sejumlah orang tak dikenal yang mencurigakan berhasil diamankan oleh keamanan Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri dan anggota Polsek Mojo Kabupaten Kediri.

 

Saat  berusaha mengkonfirmasi kebenaran kejadian ini, Kapolresta Kediri AKBP. Anthon Haryadi, tidak bisa memberikan  komentar akan kejadian ini..

 

Berdasar pantauan dan sumber dilingkungan ponpes, kejadian terjadi pada Senin, (19/2/18)  pukul 19. 00 Wib. Saat itu ada salah seorang tak dikenal mengenakan kemeja biru muda dengan celana katun gelap, dengan perawak tinggi, kurus dan berkumis, mencari salah seorang pengasuh Ponpes Al Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

 

Curiga dengan gerak gerik pria tak dikenal tersebut, sejumlah santri dibantu dengan pihak Polresta Kediri mengamankan pria yang diperkirakan berumur 45 Tahun tersebut  dan dibawa ke Polresta Kediri.

 

"Yang jelas kami dalam penyelidikan," Tegas pria yang pernah menjabat Wakapolres Kediri. ( em/ga) 

Saturday, 17 February 2018 12:42

Bali ( radiomadufm.com)   - - - Sebagai bentuk  menyikapi krisis air yang terjadi disaat musim kemarau tiba, serta menurunnya kwalitas air bawah tanah, para Jurnalis se-Kediri Raya dan managemen PT Gudang Garam,TBK melakukan studi banding di Propinsi Bali.

 

Acara yang digelar 15-18 Februari 2018 tersebut, diikuti 45 Jurnalis dari berbagai media.Menariknya, ilmu yang diserap dalam momen itu kedepannya bisa diterapkan diwilayah Kediri.

 

Iwhan Tri Cahyono, Kabid Humas PT Gudang Garam,TBK,mengatakan, bahwa acara study banding yang dikemas ‘ Media Gatering-PT GG, sudah digagas sejak lama melalui alokasi dana atau Corporate Social Responsibility (CSR).

 

” Kami menggandeng IDEP Foundation yang berjalan melalui programnya Bali Water Protection Program. Dan, lembaga peduli lingkungan ini mampu menerapkan sumur resapan yang sudah berjalan 2 tahun ini ” ungkap Iwhan, Sabtu (17/2/18).

 

Menurutnya, dari program ini harapannya bisa diterapkan wilayah Kediri dalam menyikapi krisis air.Karena, IDEP Foundation terbilang berhasil dan mumpuni dalam menjalankanya.

 

” Secara positif, harapan dari ‘Media Gathering bersama IDEP Foundation akan penyikapan krisis air bisa berjalan” tutupnya.

 

Sementara, Komang Arya, pendiri IDEP Foundation, mengatakan, bahwa program pembangunan sumur difokuskan didua wilayah,yakni, Denpasar dan Kuta.Sejauh ini, berdirinya industri-industri yang ada di Bali dan munculnya bangunan masyarakat yang dibuat usaha menjadikan kebutuhan akan air semakin tinggi. Dengan kondisi itu kebutuhan air yang melimpah dengan kwalitas yang mulai menurun. 

 

” Fokus dibangunnya sumur resapan didua kota ini ( Denpasar dan Kuta), lantaran krisis air sudah mulai terjadi.Dimana, air laut sudah mulai masuk daratan berkisar 1-2 kilometer, hingga air yang dikonsumsi penduduk terasa payau” ucapnya

 

Komang menguraikan, fungsi sumur resapan dengan kedalaman 40-60 meter menampung air hujan, fungsinya sebagai Bank air agar air laut tidak terserap kedaratan.Didalamnya, terdapat filter, seperti batu,koral dan ijuk sebagai penatralisir air

 

” Sampai saat ini, sudah 16 titik sumur resapan yang dibangun , dengan asumsi bugdet Rp 100 juta, tiap titiknya yang sudah berdiri di Kota Denpasar dan Kuta, Kabupaten Badung ” pungkasnya.(em/ga) 

Friday, 16 February 2018 05:56

 

Kediri ( radiomadufm.com) -- Tebing Sungai Ngobo di wilayah Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri longsor. Akibatnya, lima orang pencari pasir tertimbun, Jumat (16/2/18).Truk pencari pasir juga ikut "terkubur". 

 

 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Randy Agatha mengatakan, dari kelima korban longsor, tiga diantaranya telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara dua lainnya saat ini dalam proses pencarian.

 

 

"Tiga korban meninggal dunia sudah berhasil kita evakuasi. Jenazah sudah kita bawa ke rumah sakit. Kini kami masih melakukan pencarian terhadap korban lainnya di lokasi," kata Randy.

 

 

Korban longsor adalah para pencarian pasir manual di aliran lahar Sungai Ngobo. Peristiwa ini berlangsung, sekitar pukul 04.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

 

 

Material longsor menimpa para korban dan tiga unit kendaraan truk pengangkutan. Hingga berita ini ditulis, BPBD bersama kepolisian, TNI dan masyarakat masih berupaya melakukan pencarian.Dan sejauh ini para korban yang ditemukan telah dimakamkan.  (pd/ga) 

Wednesday, 14 February 2018 07:59

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Puluhan Warga Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri kembali mempersoalkan lahirnya perpanjangan izin sewa lahan kas desa setempat kepada perusahaan bahan baku cor PT Merak Jaya Beton yang dianggap sepihak.

 

Warga yang sebelumnya ramai ramai berkumpul didekat pabrik PT. Merak Jaya Beton  dan mau mendatangi Polsek Gampengrejo akhirnya hanya diijinkan sebagian untuk datang ke Polsek Setempat. 

 

Sejumlah warga datang bersama sama untuk menindaklanjuti kesepakatan bersama antara kelompok warga terdampak kebocoran tangki semen perusahaan yang mengatasnamakan Insan Cendikia dengan PT Merak Jaya Beton yang pernah dibuat, pada Oktober 2017 lalu. 

 

 

Dalam perjanjian tersebut, kedua belah pihak sepakat mengakhiri konflik dan mempersilahkan pabrik beropeasi hingga batas akhir kontrak 1 Februari 2018. 

 

 

Dari puluhan orang warga, hanya tujuh orang perwakilan yang diizinkan masuk ke ruang Kapolsek Gampengrejo, AKP Musklason. "Kami datang kesini untuk menindak lanjuti surat perjanjin sewa menyewa. Kemarin ada sosialisasi perpanjangan izin dan akan dibuka, maka kita mendahului agar tidak terjadi konflik," kata Samsul Munir, koordinator warga, Rabu (14/2/18). 

 

 

Dijelaskan Munir, dalam kesepakatan 12 Oktober 2017 lalu, di poin ketiga menyebutkan bahwa dalam memperpanjang izin sewa harus melibatkan warga. Tetapi, Pemerintah Desa Ngebrak justru mengambil kebijakan sepihak.

 

 

"Kemarin ada undangan rapat perpanjangan kontrak sewa menyewa antara Pemerintah Desa Ngebrak dengan PT Merak Jaya Beton. Karena bunyi undangan tersebut adalah rapat, warga datang untuk menghadiri. Harapan kami, didalam perpanjangan kontrak tersebut hanya berupa draf saja, tetapi saat kami datang disitu sudah diteken perpanjangan kontrak sampai 2020 oleh Kepala Desa Ngebrak Saeroji," beber Munir.

 

 

Warga sangat kecewa terhadap Saeroji. Menurutnya tindakan tersebut telah mencederai. Itu sebabnya, warga bersepakat untuk menempuh jalur hukum. Mereka akan melapor secara pindana maupun gugatan perdata. Sebelum langkah hukum ini ditempuh, warga sengaja datang ke Mapolsek Gampengrejo agar situasi tetap kondusif dan kepolisian dapat mencegah beroperasinya PT Merak Jaya Beton. 

 

 

Kapolsek Gampengrejo, AKP Muskhlason mengatakan, menampung aspirasi masyarakat Desa Ngebrak terkait dengan perpanjangan izin sewa lahan desa kepada PT Merak Jaya Beton. Dalam menindaklanjuti aspirasi warga ini, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan-pemanggilan untuk mendapatkan informasi. 

 

 

"Langkah kami yaitu, melakukan pemanggilan untuk mencari informasi dari pihak pihak manapun. Akan kami seleksi. Batas kita untuk mengamankan hal ini,'Bebernya usai pertemuan. 

 

Terpisah, Kepala Desa Ngebrak, Saeroji mengakui, telah memperpanjang izin sewa lahan kepada PT Merak Jaya Beton selama dua tahun hingga 2020 mendatang. Menurutnya, perpanjang izin tersebut tidak perlu melibatkan warga karena menjadi wewenang dari Kepala Desa. Pihaknya mengaku, juga tidak pernah membuat pernyataan yang mengharuskan pelibatan warga dalam perpanjang izin. 

 

 

"Kepala desa tidak pernah membuat pernyataan dengan warga. Termasuk di Polsek Gampengrejo. Silahkan dilihat lagi. Kemarin itu kita jelaskan, kalau memang dianggap salah, silahkan gugat ke pengadilan, nanti akan diuji," tantang SaerojI

 

 

Untuk diketahui, Surat Perjanjian Sewa Menyewa Tanah Kas Desa Ngebrak dengan PT Merak Jaya Beton (Hengky Kurniawan Halim) dilakukan pada 8 Februari 2018. Tanah kas Desa Ngebrak yang disewakan kepada PT Merak Jaya Beton seluas 6.000 meter persegi.Proses penyewaan tanah kas ini berlangsung selama dua tahun terhitung sejak 8 Februari 2018 hingga 8 Februari 2020. Untuk besar sewa menyewanya sebesar Rp 17.500.000 per tahun. (pd/ga) 

Sunday, 11 February 2018 10:31

Kediri ( radiomadufm.com) - - - Terwujudnya kampung layak anak merupakan komitmen bersama antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga tumbuh kembang anak. 

 

Setelah diresmikan di beberapa Kelurahan di Kota Kediri, kali ini giliran Kelurahan Mojoroto yang mengukuhkan kelurahannya sebagai Kampung Layak Anak, Minggu (11/2/18) pagi. 

 

Acara yang bertempat di pendopo RW 9 Kelurahan Mojoroto tersebut berlangsung meriah. Masyarakat dari berbagai kelompok usia berbaur menjadi satu sebagai bentuk dukungan terhadap terbentuknya Kampung Layak anak di kelurahannya.

 

Mas Abu yang hadir secara langsung untuk melaunching Kampung Layak Anak di Kelurahan Mojoroto, disambut dengan atraksi jaranan godong yang dimainkan oleh anak-anak. Atraksi yang dimainkan begitu unik dan kreatif karena menggunakan daun pisang sebagai propertinya.

 

Mas Abu, sapaan akrab Walikota Kediri dihadapan masyarakat yang hadir di pendopo mengatakan, Kelurahan Mojoroto memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak sehingga merupakan langkah yang tepat jika Kelurahan Mojoroto membentuk Kampung Layak Anak. "Ini adalah kegiatan yang sangat positif. Mencanangkan kampung yang ramah anak di Kelurahan Mojoroto, karena di wilayah Mojoroto itu penduduknya  sangat luar biasa banyaknya ada 16 ribu, sedangkan jumlah anaknya ada 9 ribu. Saya rasa pembentukan Kampung Ramah Anak ini dampaknya akan jauh lebih baik, karena anak-anak tidak hanya butuh buku atau sepatu tetapi mereka juga butuh cinta," ujarnya.

 

Mas Abu juga menambahkan saat ini lahan pekarangan di Kota Kediri semakin sempit sehingga dengan adanya taman di Kota Kediri diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai area bermain anak. "Bapak/ibu jangan heran kalau di gang-gang kecil anak-anak bemain bola, karena tempat mereka untuk bermain sangat berkurang. Sehingga Pemerintah Kota Kediri membangun taman-taman. Seperti taman sekartaji yang ada di wilayah mojoroto, Taman Makam Pahlawan dan sebentar lagi juga ada taman di bawah jembatan yang saya harapkan dapat menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kita dan kita semua," ungkapnya.

 

Dengan adanya kampung ramah anak, tidak lupa Mas Abu juga menghimbau agar semua elemen masyarakat ikut berpikir supaya anak-anak yang ada di kota kediri bisa belajar dengan aman, nyaman dan dapat tumbuh kembang sesuai usianya.  

 

Untuk para orang tua, mas Abu menyampaikan pesan agar selalu mendampingi anak-anaknya di rumah dan membekali mereka dengan ilmu agama. "Bapak/Ibu harus mendampingi anak-anak di rumah, masukkan anak-anak ke madrasah, Anak-anak juga harus diajarkan etika, sopan santun dan adat-adat kita.

Anak-anak di kota Kediri adalah anak-anak kita semua. Mari kita jaga bersama, buat anak-anak nyaman, aman dan tenang di kampungnya masing-masing agar mereka menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak," pungkasnya. 

 

Launching Kampung Layak Anak di Kelurahan Mojoroto ditandai dengan pemukulan gong dan penandatangan prasasti.

 

Hadir dalam acara tersebut Walikota Kediri, Kepala BPPKA Kota Kediri, Camat Mojoroto, Lurah Mojoroto, Lurah Ngampel, Ketua LPA, Karang taruna, Ketua RT dan RW Kelurahan Mojoroto.(sj/ga) 

Sunday, 11 February 2018 13:30

Kediri ( radiomadufm.com) - - - Menilik kondisi alam yang potensi bencananya tidak dapat di prediksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menggelar sosialisasi dan simulasi tanggap bencana. Mengambil tempat di bantaran sungai brantas sebelah barat, 85 peserta dari Karang Taruna, Gerakan Pemuda (GP) Anshor dan Banser Kota Kediri dengan antusias menerima materi penolongan pertama dan penyelamatan air (Water Rescue), Minggu (11/2/18).

 

Saat menghadiri dalam acara tersebut, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan aspirasi positif terhadap langkah baik yang dilakukan BPBD Kota Kediri.

 

"Saya sampaikan terimakasih, kegiatan yang sangat penting ini bisa terselenggara dengan baik. Sekilas memang kelihatannya tidak penting, tapi di waktu-waktu tertentu yang sifatnya darurat, ilmu dari sini bisa sangat berguna. Tidak hanya saat ada bencana saja, saat ada kecelakaan atau insiden lain yang memerlukan pertolongan pertama pun ilmu yang panjenengan terima bisa digunakan," ujar Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini kepada para peserta.

 

Dengan sosialisasi dan simulasi ini, lanjut Mas Abu, para pemuda khususnya Karang Taruna, GP Anshor dan Banser yang mengikuti sosialisasi menjadi paham terkait langkah yang harus diambil saat ada bencana atau insiden lainnya.

 

"Saya minta, materi yang disampaikan ini panjenengan perhatikan dengan sungguh-sungguh agar nantinya panjenengan benar-benar siap saat ada bencana datang, setidaknya langkah penyelamatan dan pertolongan pertama," ujarnya.

 

Disampaikannya pula, letak geografis Kota Kediri berada diantara 2 gunung yang biasanya menyebabkan debit air dapat meningkat sewaktu-waktu dan warga diharapkan untuk berhati-hati, terutama penjagaan terhadap anak-anak di area dekat sungai. 

 

Mas Abu berharap saluran air di lingkungan masing-masing warga bisa dijaga dan dibersihkan secara rutin agar aliran air bisa berjalan dengan lancar dan mengurangi potensi terjadinya banjir.

 

Dalam kesempatan itu pula, Mas Abu sempat mengajukan beberapa pertanyaan kepada para peserta, salah satunya Yusuf, Ketua Ranting GP Anshor Pesantren yang menjawab pertanyaan terkait langkah-langkah dalam menangani orang pingsan.

 

"Pertama-tama kita cari tempat aman dulu dan tempatnya itu yang datar. Kalau sudah, kita posisikan orangnya yang pingsan dalam kondisi telentang. Dagunya diangkat sedikit agar saluran nafasnya bisa terbuka. Kalau masih belum terbuka baru kita kasih nafas buatan," ujarnya.

 

Dalam acara yang sama, Kepala BPBD Kota Kediri Samsul Bahri menerangkan beberapa titik potensi bencana yang ada di Kota Kediri, diantaranya : Kelurahan Pojok, Dandangan, Balowerti, Ngadirejo, Manisrenggo, Tempurejo dan Ketami yang berpotensi bencana banjir. Untuk potensi bencana tanah longsor ada di Kelurahan Pojok. Kemudian untuk bencana kebakaran, Samsul menyebut umumnya terjadi di wilayah padat penduduk dan sifatnya kebakaran domestik atau kelalaian dan salah penanganan.

 

"Sebenarnya penyebabnya sepele, biasanya ada gas yang bocor dan menyebabkan kebakaran kecil. Tapi karena kepanikan, biasanya disiram menggunakan air dan akhirnya oksigen dalam kandungan air menyebabkan ledakan api dan kebakaran besar terjadi. Titik potensi kebakaran ada di Kelurahan Dandangan, Balowerti, Ngadirejo, Pakelan dan Singonegaran," ujar Samsul.

 

Lebih lanjut, Samsul menjelaskan untuk menangani kebakaran domestik, warga hanya tinggal mencabut regulator pada tabung gas dan untuk memadamkannya bisa menggunakan karung atau kain yang dibasahi air terlebih dahulu.

 

Perlu untuk diketahui, sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana ini akan terus diselenggarakan oleh BPBD Kota Kediri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat serta mengurangi potensi terjadinya bencana. Tidak hanya mendapat materi saja, hari ini para peserta juga diberikan simulasi penanganan langsung terhadap pertolongan pertama dan penyelamatan air.

 

Turut hadir dalam acara tersebut, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Samsul Bahri beserta anggota, Camat Mojoroto M Ridwan, KH Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab) dan 85 peserta.(sj/ga)

Sunday, 11 February 2018 11:41

Kediri ( radiomadufm.com)  - - - Salah satu program  Kelurahan Kampungdalem sebagai Kampung Layak Anak dengan menyelenggarakan  pertandingan catur bagi anak-anak Kelurahan Kampungdalem, Minggu (11/2/18). Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar juga mengikuti pertandingan eksibisi dengan salah satu peserta lomba.

 

Walikota muda yang akrab disapa Mas Abu ini mengapresiasi lomba catur untuk mendukung Kelurahan Layak Anak ini. Dengan bermain catur, anak-anak dapat mengurangi bermain gadget maupun game online.

 

"Sekarang banyak dari anak-anak kita bermain gadget, padahal ini sangat bahaya. Untuk itu dengan bermain catur ini saya harap anak-anak tidak bermain gadget lagi. Selain itu fisik dan motorik anak juga berkembang," ujarnya.

 

Menurut Mas Abu, dengan kelurahan layak anak tumbuh kembang anak akan jauh lebih baik. Di Kampungdalem sendiri telah banyak kegiatan positif yang menunjang Kelurahan Layak Anak, seperti program Kampung Ramah Anak dan Kampung Kelir.

 

Mas Abu juga menghimbau kepada orang tua agar tidak memberikan gadget pada anak sebelum usianya 15 tahun. Selain itu Mas Abu juga meminta agar orang tua ikut mengkondisikan lingkungan agar layak bagi anak.

 

Dalam kesempatan ini, walikota muda berusia 37 tahun ini juga memberikan tiga alat permainan catur.

 

Hadir dalam acara ini Kepala DP3APPKB Kota Kediri Sumedi dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Kediri.(sj/ga) 

Get connected with Us