Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Super User

Super User

Monday, 05 February 2018 11:05

Kediri  ( radiomadufm.com ) --- Pembuang bayi akhirnya dapat diamankan Polsek Pare.Bayi laki-laki tersebut ditemukan di bawah pohon mangga, Rabu (29/11/17) pagi lalu. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 03.45 WIB.Saat ini T (24) ibu muda pembuang bayi kandungnya. Perempuan asal Dusun Mulyorejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri ini baru saja diamankan polisi dari rumahnya.

 

Tersangka T mengaku, buah hatinya lahir di tangan dirinya sendiri. Dia melakukan persalinan di kamar mandi. Diakui T, apabila dia hamil di luar nikah, karena melakukan hubungan gelap (hugel).

 

"Motif pelaku membuang bayinya karena merasa malu. Dia hamil diluar nikah. Untuk menutupi rasa malunya, kemudian pelaku melakukan persalinan sendiri di kamar mandi, kemudian membuang buah hatinya tak jauh dari rumahnya," terang Kapolsek Pare AKP Mustakim.

 

 

Sebelumnya bayi ditemukan oleh Ramidi (45) warga setempat hendak menuju masjid di dekat rumahnya. Dia mendengar suara tangisan bayi. Karena penasaran, dia mencari sumber suara tersebut.

 

Suara tangisan bayi tersebut berasal dari pekarangan kosong. Ternyata benar, bayi tergeletak di dekat pohon mangga pekaran milik Sony. 

 

Saksi mengetahui kondisi bayi tersebut masih terdapat ari-ari. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke perangkat desa. Untuk merawat kondisi bayi tersebut pihak pamong langsung membawa ke bidan setempat. 

 

 

Petugas Unit Reskrim Polsek Pare berusaha mengungkap kasus pembuangan bayi ini. Setelah menelurusi dan mengambil keterangan para saksi selama kurang lebih dua bulan, akhirnya polisi berhasil mengungkapnya.(pr/ga)

Tuesday, 06 February 2018 10:03

Kediri ( radiomadufm.com)  - - - Peran tempat ibadah saat ini bukan hanya sebagai sarana ibadah saja, namun juga sebagai sarana untuk revolusi mental. Hal ini disampaikan oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat meresmikan mushola Nurul Iman di lingkungan SMPN 6 Kota Kediri, Selasa (6/2) pagi. Peresmian mushola tersebut ditandai dengan penandatanganan batu prasasti dan pemotongan rangkaian bunga melati yang dilakukan oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar. 

 

Mas Abu menginginkan agar pembinaan mental dan spiritual generasi muda senantiasa dilakukan dimanapun mereka berada. Baik di lingkungan keluarga, sekolah ataupun tempat ibadah sebagai salah satu sarana tempat belajar bagi generasi muda.

 

 

“Dengan adanya mushola yang sudah dibangun ini, saya betul-betul titip kepada bapak/ibu guru, tolong murid-murid yang agamanya islam diajarkan untuk sholat dhuha. Karena bapak presiden menganjurkan untuk revolusi mental, dan revolusi mental yang terbaik adalah di dalam masjid atau mushola. Adakan kajian-kajian supaya murid-murid itu tahu, karena sekarang dampak dari globalisasi sangat luar biasa. Kita bisa mengantisipasi itu dengan kearifan lokal dan agama,” terangnya.

 

Mas Abu menjelaskan, arah pembangunan Kota Kediri adalah sumber daya manusia. Untuk itu, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen menaikkan indeks pembangunan manusia. Menurutnya, sekolah bukan hanya milik pemerintah daerah saja, melainkan milik bersama. Untuk itu diperlukan adanya partisipasi dari semua pihak demi kemajuan dan kelancaran proses belajar mengajar.

 

 

“Terimakasih atas segala partisipasi untuk sekolahan ini. “Sekolah ini adalah milik kita semua. Mari kita lebih perhatian dengan keberadaan sekolah ini. Mari buat sekolahan ini menjadi lebih maju lagi, lebih produktif lagi. Saya titip juga kepada bapak/Ibu guru, adik-adik ini adalah kids jaman now yang beda jauh dengan jaman kita dulu. Mereka harus bisa komunikasi dua arah. Ajarkan mereka komunikasi dengan guru yang baik. Saling menghormati, bisa menjadi teman, bisa menjadi guru, bisa menjadi orang tua di dalam sekolahan ini,” ujarnya.

 

Dihadapan Wali murid, Mas Abu menyampaikan pesannya agar mengawasi dan mendidik putra-putrinya

agar menjadi generasi yang tangguh dan memiliki kesalehan sosial di tengah tantangan dan arus globalisasi saat ini.

 

“Untuk bapak/ibu wali murid, tolong putra-putrinya di rumah diperhatikan baik-baik sehingga ke depan putra-putri panjenengan menjadi anak yang sholeh, daya saingnya bagus, agamanya juga bagus. Jadi tidak hanya pelajaran, tapi agamanya juga harus sempurna menjadi anak yang sholeh dan sholihah. Kita juga harus didik anak-anak kita memiliki mental baja supaya daya saing mereka meningkat, sehingga ke depan mereka  bisa bersaing dengan orang lain yang ada di seluruh dunia karena persaingan sekarang global. Kalau ada sumbangsih saran, silahkan berbicara dengan bapak/ibu guru atau kepala sekolah sehingga tidak ada gap/jarak sedikitpun semua masukan bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

 

Untuk diketahui, Mushola Nurul Iman di lingkungan SMPN 6 Kota Kediri yang sebelumnya seluas 9m2 dan hanya berlantai satu, setelah dilakukan renovasi selama kurang lebih tiga tahun, kini luasnya menjadi 14m2 dan memiliki dua lantai. Sumber anggarannya berasal dari infak siswa, guru, wali murid dan bantuan APBD dari Pemerintah Kota Kediri.(sj/ga) 

Tuesday, 06 February 2018 07:52

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno menghadiri pertemuan para Kiai Khos atau Kiai Sepuh bersama puluhan ribu ulama, santri dan masyarakat di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (6/2/18). Selain menghadiri pertemuan bakal pasangam calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim juga melakukam ikrar dan kontrak politik untuk pencalonan dan pendukungannya untuk Pilkada serentak pada Juni 2018. Pertemuan kali ini dilakukan untuk memantapkan sikap dan formula strategis pemenangan di Pilkada bersama Kiai Sepuh. Gus Ipul sendiri tiba di Kediri langsung menuju ke kediaman KH Anwar Manshur, Pengasuh Pesantren Lirboyo untuk transit sejenak dan berkumpul bersama puluhan Kiai Sepuh yang juga sudah hadir. (pd/ga)

 

Sejumlah Kiai Sepuh yang hadir di forum ini diantaranya adalah :

 

 

1. KH. Zainuddin Jazuli (Ponpes Ploso Kediri),

 

2. KH. Anwar Manshur (Ponpes Lirboyo)

 

3. KH. Huda Jazuli (Ponpes Ploso, Kediri)

 

4. KH. Miftahul Ahyar (Ponpes Miftahussunah Surabaya)

 

5. KH. Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri, Pasuruan)

 

6. KH. Agus Ali Mansuri (Bumi Sholawat Lebo, Sidoarjo)

 

7. KH. Anwar Iskandar (Ponpes Al Amin, Kediri)

 

8. KH. Mutawakil Allallah (Ponpes Zainal Hasan Genggong, Probolinggo)

 

9. KH. Fuad Nur Hasan (Ponpes Sidogiri, Pasuruan)

 

10. KH. Fuad Jazuli (Ponpes Ploso, Kediri), 

 

11. KH. Idris Hamid (Ponpes Salfiyah, Kota Pasuruan)

 

12. KH. Abdullah Kafabihi (Ponpes Lirboyo)

 

13. KH. Kholil As'ad Samsul Arifin (Ponpes Wali Songo, Situbondo)

 

14. Ponpes Fakhri Aschal (Ponpes Syaichona Cholil, Bangkalan)

 

15. KH. Ubaidilah Faqih (Ponpes Langitan Tuban).

Tuesday, 06 February 2018 06:47

Kediri ( radiomadufm.com) -  Munculnya  kejadian penganiayaan terhadap anak dibawah umur, Dinas Pendidikan Kota Kediri berupaya mewujudkan sekolah ramah anak. Pada Selasa (6/2/18) sosialisasikan Sekolah Ramah Anak dengan mengandeng  seluruh kepala sekolah di aula Dinas Pendidikan Kota Kediri dengan kepolisian Polresta Kediri.

 

Titik Susilowati, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri mengatakan, sosialisasi ini untuk mewujudkan suasana sekolah ramah anak. Menurutnya, sekolah ramah anak akan terwujud jika dilakukan secara sinergi bersama pihak kepolisian. 

 

"Peran pihak Kepolisian memang penting guna memberikan sosialisasi tentang permasalahan hukum dikalangan pelajar. Tujuanya, supaya anak-anak dapat memahami resiko jika terlibat dalam kenakalan remaja," kata Titik.

 

Menurutnya, sinergi yang dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi dimasing-masing sekolah dan akan dilakukan secara bersama. Karena, dengan hal ini, anak-anak akan mengetahui resiko dan diharaokan tidak terpengaruh dengan hal negatif.

 

Hal senada juga disampaikan Kasat Binmas Polresta Kediri, AKP Kus Sumardi yang menjadi narasumber. Menurutnya, sosialisasi tentang resiko hukum dan larangan-larangan kenakalan remaja harus terus diberikan ke semua siswa.

 

"Hal yang paling membahayakan adalah pengaruh gadget atau seperti game online. Sebab hal ini dapat memicu tindakan kriminal. Selain itu, pergaulan bebas akan penyalahgunaan internet. Inilah, yang akan terus kami sosialisasikan," kata perwira Polresta Kediri.

 

Dia juga menguraikan, sebenarnya sudah terbentuk keberadaan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sejak 2015 lalu. Namun, hal ini akan lebih solid kalau ditopang dengan pihak kepolisian yang lebih menonjolkan akan permasalahan hukum.(pd/ga) 

 

Sunday, 04 February 2018 11:04

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menghadiri acara Seminar Kewirausahaan Kediri Young And Investment 2.0 yang bertemakan One Step To Be Creative-Preneur In The New Economic Era, Minggu (4/2/18) berlangsung di Hotel Lotus Garden Kota Kediri. 

 

Saat ini teknologi informasi tumbuh begitu pesatnya. Aktivitas manusia juga banyak yang dilakukan di dunia maya seperti contohnya anak-anak muda yang berjualan dan memasarkan produknya secara online melalui media sosial dan juga market place. 

 

Menurut Mas Abu Walikota Kediri, anak-anak muda yang memanfaatkan teknologi dengan tepat seperti berjualan online dapat mengurangi tingkat pengangguran Kota Kediri. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, angka pengangguran Kota Kediri yang awalnya 8,1% turun menjadi 4,6%. 

 

“Tingkat pengangguran di Kota Kediri turun karena adanya potensi-potensi baru yang muncul seperti online shop dan lainnya, anak-anak muda jaman sekarang berpikirnya sangat kreatif dan menjadi out of the box. Pebisnis besar mungkin tidak berpikir sampai kesitu namun anak muda sekarang berpikirnya sampai kesitu,” ujar Walikota Kediri. 

 

Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Kediri ini juga memberikan motivasi kepada peserta seminar bahwa kalau sudah memiliki impian untuk membuat suatu usaha atau jadi pengusaha tidak perlu banyak berpikir, cepat melangkah walaupun pada awal melangkah pasti susah dan yang terpenting jangan pernah menyerah. 

 

Terakhir Mas Abu berpesan agar jangan hanya bisa memasarkan produk saja tapi juga bisa memproduksi barang yang dijual tersebut sendiri. Sehingga rantai produksinya tetap berjalan terus dan jauh lebih besar serta dampak ekonomi bisa meningkat lebih baik. 

 

“Kita juga berterimaksih kepada kementrian, Bekraf yang sudah menyempatkan hadir disini dan kedepan kita ingin banyak pelaku-pelaku usaha yang ada di pusat dapat memberikan wawasan tambahan kepada UMKM yang ada di Kota Kediri khususnya yang entrepreneur anak muda. Karena anak muda memiliki potensi yang sangat besar dan mereka punya produk yang unik dan beragam,” kata Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. 

 

Perlu diketahui, ada 3 orang yang menjadi narasumber seminar ini yaitu Deputi Bidang Pembiayaan Ir. Yuana Setyowati Barnas, MM, Dr. Mohammad Amin, S.Sn., M.Sn., MA, dari Bekraf, dan Betania Jezamin Setiawan dari gandengtangan.org. Hadir juga dalam seminar ini Ketua Kadin Kota Kediri, Sekdin DPM PTSP, dan peserta seminar sebanyak 150 orang yang terdiri dari rektor, hipmi, komunitas, industri kreatif dan UMKM.(sj/ga)

Saturday, 03 February 2018 10:11

Kediri ( radiomadufm.com ) ---Puluhan warga Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri melakukan penutupan paksa terhadap perusahaan bahan baku cor PT Merak Jaya Beton (MJB), Sabtu (3/2/18). 

 

Menurut Jesicha Yenny Susanty, selaku kuasa hukum warga, perjanjian sewa lahan selama enam tahun antara perusahaan dengan PT MJB di luar pengetahuan warga. Meskipun perusahaan ngeyel tetap beroperasi dengan berpedoman pada perjanjian kontrak tersebut, warga tetap menolak.

 

"Kesepakatan antara Pemerintah Desa Ngebrak dengan PT MJB baru terungkap begitu ketika kita berdialog di balai desa, hari ini. Karena semuanya memang telah bersepakat untuk menandatangni memorandum of understanding (MoU) perusahaan hanya diberikan waktu beroperasi hingga 1 Februari 2018, dengan pertimbangan masa berakhir kontrak dengan desa, maka harus dilaksanakan. Dan warga sudah tidak bisa bernegosiasi lagi, karena bukan persoalan kompensasi, melainkan dampaknya," tegasnya.

 

Untuk diingat kembali, dalam isi nota kesepakatan antara PT JB dengan warga, 12 Oktober 2017, perusahaan wajib mempertimbangan empat hal. Pertama menanggulangi dan mengantisipasi dampak polusi udara berupa debu, mengatasi kebisingan akibat produksi malam hari, tidak memperpanjang kontrak sewa tanpa persetujuan dan izin warga. Dan poin terakhir adalah, apabila kesepakatan tidak dilaksanakan perusahaan, maka masyarakat akan melakukan aksi kembali (demonstrasi dan penuntutan supaya ditutup).

 

 

Pihak MJB dan perwakilan warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Peduli Lingkungan Insah Cendika telah sepakat mengakhiri konflik, pada 12 Oktober 2017. Perdamaian berlangsung di Polsek Gampengrejo dengan disaksikan oleh aparat Polri dan TNI.

 

Ada enam poin tanggapan dari PT MJB yang disepakati warga waktu itu. Meskipun dirasa pahit oleh masyarakat, tetapi mereka harus tetap menuruti. Perusahaan diperbolehkan beroperasi hingga 1 Februari 2018, dengan pertimbangan berakhirnya masa kontrak sewa lahan perusahaan dengan Pemerintah Desa Ngebrak.

 

"Pada Oktober 2017, sudah ada kesepakatan antara warga dengan PT MJB bahwa per 31 Januari 2018 harus tutup. Tetapi kenyataanya hingga awal Februari ini mereka masih beroperasi. Akhirnya warga melakukan melakukan aksi kembali," kata Samsul Munir, koordinator warga.

 

 

Melihat ada gelagat kurang baik dari perusahaan, kata Munir, pada 1 Febuari 2018, warga berikirim surat kepada MJB dan instansi terkait mulai dari Pemerintah Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Polsek Gampengrejo dan Koramil Gampengrejo. Isi surat tersebut adalah meminta perusahaan menghentikan aktivitas produksinya dan angkat kaki dari Desa Ngebrak sebagaimana kesepakatan yang sudah dibuat.

 

"Dari dua hari kemarin kami melihat MJB masih beroperasi. Paguyuban kemudian memberikan surat. Namun karena tidak diindahkan, akhirnya hari ini kami melakukan aksi. Kami meminta supaya MJB menghentikan aktivitasnya," tegas Munir.

 

Ada sekitar 25 orang terdampak yang meluruk MJB. Aksi mereka mendapatkan pengawalan dari aparat TNI dan Polri. Akhirnya masyarakat dan perusahaan diajak duduk bersama di Balai Desa Ngebrak, untuk berdialog. Hadir dari pertemuan tersebut, owner MJB, warga yang didampingi kuasa hukumnya dan Kepala Desa Ngebrak Saeroji.

 

"Dari pertemuan kami hari ini, ternyata ada pengakuan dari perusahaan dan Kepala Desa Ngebrak bahwa kontrak sewa lahan yang dibuat bukan dua tahun, melainkan enam tahun. Kontrak itu dibuat sebelum investor masuk. Kami sungguh terkejut, karena selama ini, yang kami tahu kontrak tersebut dua tahun sebagaimana diatur dalam Peraturan Desa (Perdes)," kata Munir.

 

Pihak MJB, imbuh Munir, mengasumsikan bahwa aturan perdes memperbolehkan mereka menyewa lahan bengkok Desa Ngebrak selama enam tahun dengan mekanisme dua tahunan dan diperpanjang sebanyak tiga kali. Tetapi warga tidak lagi mau kompromi. Mereka meminta supaya MJB mengakhiri kegiatan produksinya di Desa Ngebrak. Warga juga mendesak Kepala Desa Saeroji untuk mendukung keputusan warga.

 

"Warga mengacu pada Perdes yang sudah ada. Mau tidak mau akhirnya kepala desa harus menghentikan  kegiatan operasi MJB. Kemudian dari kepala desa sudah menyatakan tentang perpanjang kontrak sewa itu harus mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya hasil evaluasi perkembangan situasi. Sementara, dari MJB nampaknya kecewa dan masih berusaha melakukan lobi-lobi supaya jalan terus," imbuhnya.

 

 

Sementara itu, perusahaan pembuatan bahan baku cor asal Surabaya ini dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada warga, siap memberikan bantuan operasional paguyuban sebesar Rp 6 juta setiap bulannya sampai berakhir masa kontrak. Dana tersebut bukanlah kompensasi, namun kesepakatan berupa bantuan operasional untuk kegiatan lingkungan seperti, pemantauan kebersihan dan dampak aktivitas produksi perusahaan, yang digunakan oleh paguyuban.

 

Menurut Munir, selama ini MJB berkomitmen terhadap pemberian dana tersebut. Terhitung mulai Oktober hingga Desember 2017 perusahaan menyerahkan dana itu kepada bendahara paguyuban. Tetapi, mulai Januari 2018, warga sudah tidak berharap, karena menganggap perusahaan bakal melakukan negosiasi ulang.

 

"Yang januari sudah tidak berharap. Sehinga kami juga tidak menanyakan dana itu. Biasanya dana diberikan akhir bulan, tanggal 29 atau 30 ke bendahara paguyuban. Ternyata benar, perusahaan memang memiliki gelagat kurang baik untuk mengabaikan perjanjian. Mereka tetap beroperasi, sehingga kami sepakat untuk menuntut penutupan," kata Munir yang juga sebagai penggagas dan penasihat Paguyuban Masyarakat Peduli Lingkungan Insan Cendika. (js/ga)

 

Sunday, 04 February 2018 09:45
Kediri (radiomadufm.com) ----Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa yang juga mantan Menteri Sosial melepas ribuan peserta jalan sehat di lapangan Kawasan Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri, Minggu (4/2/18).Ribuan peserta jalan sehat yang didominasi para ibu-ibu muslimat tersebut sangat antusias mengikuti gelaran itu. Kemasan acara tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir 72 Muslimat NU.
 
Sebelum dilepas, Khofifah yang saat itu ditemani oleh Arumi Bachsin, istri Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek yang juga bakal mendampingi Khofifah sebagai calon wakil gubernur Jatim 2018.
 
Sebelum diberangkatkan mengikuti Jalan Santai, para Peserta dan juga pengunjung CFD Simpang Lima Gumul tidak meninggalkan kesempatan untuk mengabadikan moment untuk berfoto maupun selfi dengan Ketua Umum PP Muslimat dan Arumi Bachsin istri Emil Elestianto Dardak yang juga Artis.
 
 
Panitia menyediakan aneka hadiah menarik yang diundikan untuk peserta. Sementara itu, jalan sehat ini juga dihadiri pengurus dan Ketua DPD Hanura Jatim, H. Kelana Aprilianto.
 
 
 
Khofifah menyatakan kegembiraannya dapat bertatap muka secara langsung dengan anggota Muslimat NU di Kabupaten Kediri.Khofifah juga berharap para ibu-ibu untuk terus berkhidmah pada Muslimat sehingga nantinya Muslimat terus bisa berperan penting dalam kehidupan bersama umat dan nantinya Muslimat mampu memberikan sumbangsih pemikiran ataupun segala bentuk dukungan dalam kepetingan umat berbangsa dan bernegara.
 
 "Yang jelas, saya minta doa untuk bisa diberi kesempatan memimpin Jawa Timur,"kata Khofifah. 
 
Lebih lanjut Khofifah mengungkapkan, pihaknya berpesan para seluruh kader kader muslimat yang saat ini menjadi Guru RA,Madin Maupun yang lainnya untuk juga mengawasi putra putri didiknya maupun putra putrinya sendiri dalam bijak menggunakan kecanggihan teknologi.
 
"tolong yang punya anak untuk bisa mengawasi putra putrinya dalam memanfaatkan teknologi pada gadget yang diberikan. Dan para guru yang memiliki murid untuk selalu mengawasinya kepribadian anak didiknya agar bisa memanfaatkan teknologi yang baik.Kasus seorang murid menganiaya pendidiknya disampang madura setidaknya menjadi pelajaran besar, dimana saat ini teknologi gadget yang berisi konten game banyak berisi materi materi yang dapat berakibat buruk bila tidak bijak menggunakannya.
 
Sekedar diketahui, Khofifah seharian full di Kediri dalam rangka untuk mendatangi tiga lokasi agenda yang telah ditentukan, termasuk acara Harlah Muslimat yang dilakukan dengan jalan santai.(em/ga)
Sunday, 04 February 2018 06:13

Kediri (radiomadufm.com)  - - - - - Setiap tanggal 4 Februari, diperingati Hari Kanker Sedunia. Pada  (4/2/18) Pagi,  Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar memberi edukasi pencegahan kanker dalam rangka peringatan Hari Kanker Sedunia, Minggu (4/2) di area CFD Jalan Dhoho Kota Kediri.

 

Walikota yang populer disapa Mas Abu ini mengatakan bahwa kanker bisa dicegah dengan gaya hidup sehat. "Menjaga pola makan, istirahat cukup dan berolahraga harus dilakukan agar tubuh sehat," ujarnya.

 

Mas Abu juga menghimbau agar masyarakat tidak takut untuk memeriksakan diri sejak dini karena saat ini pelayanan di Kota Kediri sudah semakin baik.

 

"Bila panjenengan semua merasa ada yang janggal pada tubuh segera periksakan diri. Jangan takut karena bila kanker ditemukan sejak dini maka masih bisa disembuhkan," ungkapnya.

 

Walikota berlatar belakang pengusaha ini juga mengungkapkan bila dipilihnya CFD sebagai tempat untuk mengedukasi agar masyatakat luas dapat teredukasi secara langsung.

 

Dalam peringatan hari kanker sedunia ini, juga diisi dengan sharing dari Ibu Astuti yang dulu menderita tumor namun sekarang bisa disembuhkan. Ibu Astuti ini menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUD Gambiran Kota Kediri. Sebelumnya Ibu Astuti telah mengidap tumor selama 10 tahun.

 

Kegiatan ini diisi oleh senam massal dan pemeriksaan kesehatan gratis.

 

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr.Fauzan Adima, penguruh YKI Kota Kediri, dan insan kesehatan di Kota Kediri.(sj/ga) 

Saturday, 03 February 2018 02:32

 

Kediri (radiomadufm.com)----Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar membuka secara langsung Kediri Education Festival (KEF), Sabtu (3/4) bertempat di Hutan Joyoboyo Kota Kediri. Ini merupakan tahun kedua diselenggarakan KEF.

 

Menurut walikota yang populer dengan sapaan Mas Abu ini, KEF ini merupakan kegiatan yang positif. Anak-anak muda Kota Kediri bisa mengedukasi masyarakat dan anak-anak SMA/SMK di Kota Kediri melalui kegiatan ini. "Ini kegiatan positif yang bisa disajikan pada masyarakat. Melalui kegiatan ini akan membantu menyemangati anak-anak muda di Kota Kediri," ujarnya.

 

Mas Abu melihat, anak muda memiliki potensi yang besar dalam segala bidang. Untuk itu, selain memiliki kewajiban untuk terus belajar anak muda harus membuat karya. "Anak muda harus produktif jangan lebay. Anak muda harus memiliki mental baja untuk bersaing," tekannya.

 

Walikota muda berusia 37 tahun ini juga mengungkapkan agar anak-anak muda memberi masukan untuk Pemerintah Kota Kediri agar Kota Kediri semakin baik lagi. "Saya buka selebar-lebarnya pintu Pemerintah Kota Kediri untuk masyarakat dan pemuda. Beri masukan pada kami agar pemerintah dapat membuat program kerja yang berdasar pada kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

 

Melalui kegiatan ini, Mas Abu juga berharap agar anak-anak SMA/SMK di Kota Kediri yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dapat segera menentukan pilihan. "Disini ada expo kampus yang bisa membantu anak-anak untuk memberikan info tentang perguruan tinggi. Jadi mereka tidak hanya lihat di website nya saja," ujarnya.

 

Untuk diketahui, KEF ini diselenggarakan selama dua hari yakni 3-4 Februari di Hutan Joyoboyo. KEF diisi dengan Seminar Pendidikan yang diselenggarakan di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri, Seminar Young Invesment di Hotel Lotus, Expo Kampus, Lomba mewarnai dan bazar UMKM Kota Kediri.

 

Hadir dalam kegiatan ini Ketua KADIN Solikhin, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar, Kepala Dinkop UMTK Kristanto, Camat Kota dan perwakilan dari Sanyuri.(ab/ga) 

Saturday, 03 February 2018 05:53

Kediri (radiomadufm.com)  - - - - Malam ini (2/2/18), Kopi Tahu kembali digelar, kali ini Kelurahan Bujel berkesempatan disambangi Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. Bertempat di RW 4 Kelurahan Bujel Kota Kediri.

 

Dalam Kopi Tahu kali ini warga Kelurahan Bujel dapat secara langsung mendapatkan pelayanan kependudukan, pelayanan kesehatan dan pelayanan perijinan. Tercatat 5 pemohon perizinan selesai diurus malam ini, dengan jenis perizinan SIUP dan TDP. Untuk 4 perizinan sudah diserahkan kepada yang bersangkutan dan secara langsung diserahkan oleh Walikota Kediri dalam acara Kopi Tahu ini.  Selain itu, ada 1 perizinan yang dikirim melalui pos. 

 

Dalam acara tersebut Mas Abu juga mereview kembali beberapa usulan warga Kelurahan Bujel yang diusulkan pada Kopi Tahu sebelumnya. Seperti usulan Bapak Aziz Mashudi RT 02 RW 04, agar dilakukan pengaspalan jalan di Bujel karena banyak yang rusak. Terkait usulan tersebut sudah direalisasikan pada tahun 2017 yaitu di jalan nasional yang berlubang, sebagian sudah ditambal oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi dan Dinas PUPR Kota Kediri. Tahun 2017 Perum Persada Sayang, tahun 2018 bujel gang 1,2,3.

 

Usulan selanjutnya dari Bapak Mujiono RT 01 RW 05 yang memohon untuk dilakukan pengamanan di Sekartaji karena apabila hujan kolam air mancur sering digunakan anak-anak untuk berenang. Untuk usulan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan adanya security dan di Taman Sekartaji juga sudah ada CCTV yang terpasang.

 

Selanjutnya, Mas Abu mereview, usulan dari Bapak Deni Sujono RT 05 RW 03 yang memohon penjelasan apakah diperbolehkan pemakaian dana Prodamas digunakan untuk koperasi warga. Sesuai pasal 26, 27 dan 28 Perwali Nomor 40 tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat, bantuan Prodamas, baik dalam bidang infrastruktur, ekonomi maupun sosial, bukanlah bantuan yang bersifat tunai, melainkan non tunai (berupa barang atau kegiatan), sehingga tidak diperbolehkan apabila dana Prodamas diberikan secara cash / tunai, termasuk disini sebagai modal koperasi RT.

 

Usulan Bapak Joko Santosa RT 05 RW 01 juga di review oleh Walikota Kediri. Warga RT 05 RW 01 Kelurahan Bujel ini memohon diberikan lampu penerangan di jalan arah menuju Wonosari. Untuk usulan tersebut, sudah ditindaklanjuti dan direalisasi tahun 2017 dengan dilakukan pengadaan lampu penerangan jalan bisa dilakukan melalui dana Prodamas, dengan tetap melalui mekanisme rembug warga RT untuk pengusulannya.

 

Dalam kesempatan ini, walikota muda berusia 37 tahun ini juga menjelaskan kembali beberapa program Pemerintah Kota Kediri diantaranya, hibah bansos, taman kota, pembangunan gedung baru RSUD Gambiran dan Kampus 2 Politeknik Kediri. Adapula transportasi gratis bagi pelajar yakni angkot dan bus sekolah gratis, layanan halte bus dan angkutan umum, zona aman selamat sekolah, beasiswa mahasiswa bagi warga kurang mampu, seragam gratis bagi pelajar, English Massive, perpustakaan keliling, homecare, ambulan gratis, serta posyandu lansia dan balita.

 

Mas Abu juga menyampaikan beberapa pembangunan dari Kelurahan Bujel yang dirampungkan dengan dana Prodamas seperti maupun dari dana Musrenbang.

 

Kemudian Mas Abu memberikan kesempatan warga untuk bertanya atau kenyampaikan aspirasinya terkait pembangunan di Kota Kediri khususnya di Kelurahan Bujel.  Azis Mashudi warga RT 2 RW 4 Kelurahan Bujel yang menanyakan terkait tempat yang digunakan English Massive mohon bantuan untuk diberikan tunjangan operasional. Menanggapi hal tersebut, Walikota Kediri Mas Abu menjelaskan bahwa untuk tempat Emas, warga tinggal menyediakan tempat dan kebersihan yang menanggung anak-anak agar dibersihkan selesai belajar . "Sebenarnya untuk tempat yang digunakan belajar bahasa Inggris atau English Massive tersebut tidak harus dirumah bisa dilakukan dibawah pohon, taman untuk belajar anak-anak biar suasananya beda,," ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Ibu Umi RT 2 RW 4 menanyakan perihal mohon bantuan mesin cetakan opak gambir. Menanggapi hal tersebut, Mas Abu menyampaikan bahwa untuk bantuan mesin cetakan opak gambir tersebut bisa minta ke Dinas Sosial atau juga bisa melalui Prodamas. Apabila melalui Dinsos, pemohon tinggal mengajukan surat permohonan bantuan. 

 

Di acara itu juga, Sukirno warga RT 2 RW 5 mohon untuk dokumen administrasi kependudukan bisa diantar kerumah pemohon. “Saya mohon pak wali untuk KTP, akta kelahiran bisa diantar kerumah pemohon," ujar Sukirno.

 

Mas Abu yang mendengar permohonan warganya itu menjelaskan bahwa untuk KTP, warga harus ambil sendiri ke kantoe Dispendukcapil. Untuk akta kelahiran saat ini sudah bisa dikirim melalui pos dan gratis. “Ketika ditanya petugas yang di Dispendukcapil, apakah akta kelahirannya diambil sendiri atau di antar pak pos, kebanyakan warga  lebih suka mengambil sendiri di Kantor Dispendukcapil daripada dikirim via pos,” ujar Mas Abu.

 

Untuk diketahui, melalui acara Kopi Tahu ini, Pemerintah Kota Kediri tidak hanya menampung aspirasi masyarakat saja, namun juga direalisasikan. Dalam kesempatan ini selain dihadiri warga Kelurahan Bujel, hadir Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri. Dalam acara Kopi Tahu ini juga ada penyerahan mesin fogging oleh Walikota Kediri kepada Kepala Kelurahan Bujel.(sj/ga) 

Get connected with Us