Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Super User

Super User

Thursday, 01 February 2018 06:01

Kediri (radiomadufm.com) -- Menekan harga sejumlah bahan pokok khususnya beras,  Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat mengadakan operasi pasar komoditi beras. 

 

Operasi pasar murah dilakukan pada  Kamis (1/2/18) pagi, di  Taman Sekartaji dan depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri. Operasi dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Kediri, Lilik Muhibbah.

 

 

"Operasi pasar ini kami laksanakan untuk menstabilkan harga beras di pasaran. Mengingat belakangan harga beras cenderung meningkat," kata Ning Lik, sapaan akrab Wakil Walikota Kediri.

 

 

Dalam operasi pasar, petugas menjual beras dengan harga murah. Beras kemasan 5 kilogram (kg) dijual Rp 51 ribu. Padahal di pasaran tembus Rp 58-60 ribu per 5 kg.

 

 

Kepala Disperindag Kota Kediri, Yetti Sisworini mengaku, operasi pasar murah komoditi beras bakal digelar selama tujuh hari ke depan. Tetapi, apabila kondisi harga beras di pasaran masih melambung tinggi, tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang..Sejauh ini Operasi Pasar 

 

"Animo masyarakat yang membeli cukup banyak. Karena harganya memang dibawah harga pasaran," kata Yetti.

 

 

Dijelaskan olehnya, tingginya harga beras di pasaran disebabkan oleh faktor panen dari petani yang menurun. Tetapi, pihaknya optimis harga bakal kembali normal, seiring dengan segera datangnya musim panen raya.

 

 

Sementara itu, setiap harinya operasi pasar komoditi beras ini digelar dua titik. Satu titik lokasi tersedia 150 kantong beras atau 7,5 kwintal. Sehingga jumlah beras yang digelontorkan untuk operasi pasar setiap harinya mencapai 15 kwintal. (hm/ga) 

Thursday, 01 February 2018 04:06

Kediri (radiomadufm.com) -- Pasar Raya Sri Ratu (SR) di Jalan Hayam Wuruk, Kota Kediri tutup total. Pusat perbelanjaan terbesar pertama kali di Kota Kediri ini mengalami gulung tikar alias colapse.

 

Penutupan total SR dipastikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Kediri. Akibat penutupan ini seluruh karyawan terpaksa dirumahkan atau di-PHK.

 

"Penutupan SR tidak dilakukan melalui acara resmi. Tetapi bertahap. Mereka, saat ini sedang ada program cuci gudang," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri, Kristianto, Kamis (1/2/18).

 

 

Dari penutupan ini, sejumlah karyawan SR mengaku sudah ikhlas di-PHK. Ada sekitar 90 karyawan yang terpaksa dirumahkan oleh manajemen SR.

 

"Sebanyak 90 karyawan sudah di-PHK. Managemen sudah memenuhi kewajibannya. Diantaranya pesangon bagi setiap karyawan," jelasnya.

 

Sejumlah pengunjung yang sempat menikmati kemegahan pusat perbelanjaan pertama di Kota Kediri sangat menyayangkan atas kondisi itu namun hal itu akan menjadi kenangan tersendiri bila pusat perbelanjaan yang pernah jaya diera 2013 itu harus tutup. 

 

"Sri Ratu menjadi pusat perbelanjaan pertama di Kota Kediri dan sudah menjadi icon mall yang bersejarah di Kota Kediri," ungkap Siti salah satu pengunjung setia.  (em/ga) 

Wednesday, 31 January 2018 14:38

Kediri (radiomadufm.com)---Akuntabilitas Kinerja Naik Jadi B, Walikota Kediri raih penghargaan dari MenPAN RB,  Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar meraih penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Pembangunan (MenPAN RB), Asman Abnur di Nusa Dua, Bali, Rabu (31/01/2018). Penghargaan itu berdasarkan evaluasi SAKIP Tahun 2017.

 

Kota Kediri merupakan salah satu kota di wilayah II yang berhasil menaikkan akuntabilitas kinerjanya  menjadi B. Saat ini di wilayah II yang meliputi pemprov dan kabupaten/kota di Bali, Kalimantan, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur  masih ada 54,05% kabupaten/kota  atau sebesar 81 kabupaten/kota yang mendapat nilai CC atau C.

 

Menurut Abnan Abnur ada dua hal yang perlu dipahami setiap instansi pemerintah dalam mewujudkannya SAKIP yang baik.  Pertama, memastikan anggaran hanya digunakan untuk membiayai program/kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan. Kedua, memastikan penghematan anggaran yang dilakukan hanya dialokasikan ke kegiatan-kegiatan yang tidak penting (tidak mendukung kinerja instansi).

 

“Presiden terus-menerus menyerukan instansi pemerintah untuk menerapkan e-government dalam membantu pelaksanaan tugas, menerapkan money follow program sebagai dasar penggunaan anggaran, menghentikan segala bentuk pemborosan, serta memfokuskan pelaksanaan tugas pada pencapaian kinerja. Bukan penyusunan laporan pertanggungjawaban semata,” tegasnya.

 

Terkait capaian ini Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bersyukur dan berharap prestasi ini tidak membuat berpuas diri, namun menjadi pemacu untuk lebih meningkatkan kinerja pemerintah daerah yang lebih efektif dan efisien untuk masyarakat Kota Kediri.(ga/hm) 

Tuesday, 30 January 2018 16:33

Nganjuk ( radiomadufm.com ) ----- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kabupaten Nganjuk Jawatimur. Kedatangan Tim Lembaga Anti Rasuah tersebut diduga dalam rangka memburu aset Taufiqurrahman  Bupati Nganjuk Non-aktif.Sebelumnya beberapa waktu lalu KPK sudah menetapkan Taufiqurrahman sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang ( TPPU ) bahkan pada awal Bulan Desember Tahun 2017 lalu, KPKsudah menyita tanah seluas 10 hektar lebih milik Taufiqurrahman terkait kasus tersebut.

 

 

Setidaknya ada enam orang penyidik komisi pemberantasan korupsi ( KPK ) yang sebelumnya didalam Kantor BPN terlihat saat keluar dari kantor para penyidik membawa sebuah koper warna biru setelah berada di dalam kantor bpn nganjuk selama sekitar lima jam

 

 

 

Maryono salah satu petugas keamanan Kantor BPN Nganjuk mengungkapkan, Para penyidik ini mengendarai dua mobil jenis innova, masing-masing nopol AE-1175- EQ dan AD-9090- PK proses di dalam kantor bpn nganjuk berlangsung sejak sekitar pukul 11.00 hingga pukul 18.00.

 

 

Seperti diketahui Taufiqurrahman bupati nganjuk non aktif terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK  pada 25 oktober 2017 lalu, dalam pengembangan lembaga anti rasuah kembali menetapkan taufiqurrahman sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU), sebab, Taufiqurrahman Diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugasnya.(ian)

Tuesday, 30 January 2018 16:28

Kediri (radiomadufm.com) --- Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Kota Kediri Jawatimur akhirnya memberikan sejumlah penjelasan dan gambaran beserta bantuan air bersih terhadap warga atas persoalan pencemaran sumur milik sejumlah warga di Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. 

 

Unit usaha PT Perusahaan Nasional X (PTPN X)  ini membeberakan bila sejauh ini tidak ada proses giling di Pabriknya,tingginya curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir membuat rembesan limbah produksi berupa tetes ke tanah. 

 

"Pabrik Gula Pesantren Baru sudah selesai giling sejak bulan Oktober 2017 lalu. Sehingga bukan limbah yang keluar, tetapi air hujan pada posisi hujan lebat dan di dalam pabrik keadaannya banyak sehingga membuat jebolnya saluran air di bawah itu. Dan keluar ke warga. Akan tetapi kami sudah koordinasi dengan warga, melalui RT dan RW, semua bisa memahami. Kami juga memenuhi harapan warga dari seluruh warga Majekan," kata General Manager (GM) PG Pesantren Baru Kota Kediri, Koes Darmawanto, Selasa (30/1/18).

 

"Volume tetes yang keluar relatif sangat kecil sekali. Karena hanya tetes sisa membersihkan dari tangki. Dan posisi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) kami terpaut jauh sekitar 300 meter di sebelah timur dari lokasi luapan air disaat hujan hingga gorong (sudetan) pada tembok tidak mampu menahan rembesan yang ada," jelasnya.

 

Terkait persoalan tersebut, PG Pesantren Baru membantu menyediakan air bersih dan akan memperbaiki gorong gorong yang berada dekat tembok pabrik. 

 

"Selama kondisinya belum normal, kami membantu menyediakan air bersih. Ke depan akan kita buatkan sumur. Atau buatkan tandon besar untuk masyarakat. Lalu di dalam pabrik sendiri, kita buatkan plesterisasi, supaya saat pengambilan tetes tidak ada rembesan," janjinya.

 

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) di RT 25, 26 dan 27 RW 5, Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri resah.  Warga mengalami krisis air bersih kurang lebih selama dua minggu ini air sumur mereka berubah warna menjadi kuning keruh dan berbau busuk dan terpaksa beli air mineral untuk dikonsumsi dan meminta air saluran PDAM dari para tetangga untuk mencuci dan mandi.(em/ga)

Tuesday, 30 January 2018 08:26

Kediri ( radiomadufm.com) ---- Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menandatangi perjanjian kinerja tahun 2018 bersama Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri, Selasa (30/1/18) bertempat di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri. Selain melakukan penandatanganan, Walikota Kediri juga menyerahkan DPA kepada Kepala OPD serta menyerahkan token internet banking.

 

Usai penandatanganan perjanjian kinerja, walikota yang populer disapa Mas Abu ini menghimbau agar perjanjian kinerja ini dilaksanakan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin.

"Alhamdulillah kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Kediri cukup tinggi. Ini karena adanya reformasi pelayanan kepada masyarakat. Saya harap kedepan kinerja dan pelayanan jauh lebih baik," himbaunya.

 

Mas Abu menambahkan, dalam mencapai target kinerja harus memperhatikan patokan-patokan yang tertuang dalam RPJMD serta dilakukan bersama-sama. "Terpenting tinggal bagaimana kita menjaga komitmen untuk mencapai target kinerja," ungkapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut Mas Abu juga menugaskan DPPKAD Kota Kediri untuk memastikan pelaksanaan transaksi non tunai dilingkungan Pemerintah Kota Kediri yang dimulai tahun ini berjalan dengan baik. Kegiatan ini juga dihadiri oleh, Wakil Walikota Kediri Likik Muhibbah, Sekda Kota Kediri Budwi Sunu dan seluruh Kepala OPD.(em/hm)

 
 
 
 
 
Tuesday, 30 January 2018 08:10

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menandatangi perjanjian kinerja tahun 2018 bersama Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri, Selasa (30/1/18) bertempat di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri. Selain melakukan penandatanganan, Walikota Kediri juga menyerahkan DPA kepada Kepala OPD serta menyerahkan token internet banking.

 

Usai penandatanganan perjanjian kinerja, walikota yang populer disapa Mas Abu ini menghimbau agar perjanjian kinerja ini dilaksanakan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin.

"Alhamdulillah kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Kediri cukup tinggi. Ini karena adanya reformasi pelayanan kepada masyarakat. Saya harap kedepan kinerja dan pelayanan jauh lebih baik," himbaunya.

 

Mas Abu menambahkan, dalam mencapai target kinerja harus memperhatikan patokan-patokan yang tertuang dalam RPJMD serta dilakukan bersama-sama. "Terpenting tinggal bagaimana kita menjaga komitmen untuk mencapai target kinerja," ungkapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut Mas Abu juga menugaskan DPPKAD Kota Kediri untuk memastikan pelaksanaan transaksi non tunai dilingkungan Pemerintah Kota Kediri yang dimulai tahun ini berjalan dengan baik. Kegiatan ini juga dihadiri oleh, Wakil Walikota Kediri Likik Muhibbah, Sekda Kota Kediri Budwi Sunu dan seluruh Kepala OPD.(em/hm)

 
 
 
 
 
Monday, 29 January 2018 17:50

Kediri (radiomadufm.com) ---Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah menyalurkan secara langsung zakat kepada 2050 mustahiq, Senin (29/1) bertempat di GOR Jayabaya Kota Kediri. Zakat ini dihimpun oleh Baznas, yang diperoleh dari zakat para Aparatur Sipil Negara dilingkungan Pemerintah Kota Kediri.

 

 

Dalam sambutannya, Walikota Kediri yang akrab disapa Mas Abu menghaturkan terima kasihnya kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) atas terkumpulnya zakat ini. "Ini semua adalah pejuang zakat. Semoga tahun depan lebih lancar dan lebih banyak lagi sasarannya," ujarnya.

 

Mas Abu juga mengapresiasi program yang dimiliki Baznas untuk membantu mengentaskan masyarakat Kota Kediri dari kemiskinan. Basnaz juga dihimbau untuk selalu berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Kediri mengenai data agar semuanya sinkron. "Baznas harus bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kediri by data. Ini semua dilakukan agar sinkron data orang yang berhak menerima zakat," ungkapnya.

 

Kedepan Mas Abu menginginkan agar dibuat aplikasi agar sistem keuangan Baznas  lebih keren lagi. "Sebelum instruksi ini saya keluarkan sistem tentu akan dibuat dulu. Semoga kedepan semakin banyak lagi zakat maupun infaq yang terkumpul," harapnya.

 

 

Dihadapan para mustahiq, walikota muda berusia 37 tahun ini memaparkan beberapa program Pemerintah Kota Kediri yang diperuntukkan untuk membantu anak-anak Kota Kediri yang berasal dari keluarga kurang mampu. Seperti, bantuan seragam gratis beserta ongkos jahitnya, beasiswa bagi mmahasiswa serta bantuan subsidi SPP sebesar 75 ribu bagi SMA/SMK. "Pendidikan ini sangat penting. Pemerintah harus turun tangan untuk membantu pendidikan. Tidak boleh ada lagi anak Kota Kediri yang berasal dari keluarga kurang mampu yang tidak bersekolah," ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Baznas Kota Kediri Dawud Samsuri mengungkapkan selama 2017 zakat yang telah terkumpul adalah 686 juta jumlah ini meningkat 27%. Serta selama tahun 2017 Baznas telah melakukan beberapa program seperti bedah rumah dan santunan peduli dhuafa.(em/hm)

 

Tuesday, 30 January 2018 07:39

Kediri (radiomadufm.cm)-- Polresta Kediri menerjunkan Unit Tindak Pidana Khusus (Pidsus) untuk menyelidiki kasus pencemaran air sumur warga RT 25, 26, dan 27 RW 5, Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren, Kota Kediri Jawatimur. Sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang mengaku terdampak adanya pencemaran.

 

Unit Pidsus Polresta Kediri memeriksa air dari sumur warga yang tercemar, juga mengambil sampel air untuk di uji laboratoriumkan. Selain air sumur, petugas juga mengambil air limbah sisa hasil produksi yang merembes ke sungai, setelah dilakukan penutupan oleh warga.

 

"Informasi masyarakat air tercemar kita tindak lanjuti. Sungainya sangat keruh dan baunya menyengat. Apalagi yang dekat dengan obyek, airnya sangat kental. Warga sangat resah. Dan kita masih melakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Ridwan Sahara usai memeriksa air sumur warga, Selasa (30/1/18).

Penyelidikan dilakukan karena di sekitar sumur yang tercemar adalah Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Kota Kediri. Tetapi polisi belum bisa memastikan penyebab pencemaran dari limbah pabrik atau dari unsur di dalam tanah.

 

Sembari menunggu hasil uji laboratorium, untuk mengetahui kandungan di dalamnya. Puluhan kepala keluarga (KK) di Kota Kediri mengalami krisis air bersih. Menyusul, sumur mereka tercemar limbah yang diduga berasal dari Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru. Warga terdampak ini tinggal di Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

 

Warga tidak dapat memanfaatkan air yang ada dalam sumur akibat pencemaran.Bau busuk yang menyegat serta warna air keruh bisa menimbulkan gatal gatal jika dipakai mandi. Selain sumur warga, sumur pompa yang berada di tempat ibadah gereja juga tidak luput dari pencemaran ini. Warga terpaksa membeli air mineral dari toko untuk konsumsi sehari-hari serta meminta air dari PDAM untuk keperluan mandi dan mencuci dari para tetangga.(em/ga)

Monday, 29 January 2018 12:42

Kediri(radiomadufm.com)--- Limbah "Misterius" disekitar Pabrik Gula (PG) Pesantren Kota Kediri mencemari sejumlah sumur milik warga sekitar pabrik. Pencemaran tersebut membuat warga lingkungan Majekan RT 27 RW 5 Kelurahan Pesantren Kota Kediri kesulitan air bersih untuk konsumsi. Julius warga setempat mengatakan, pencemaran limbah PG Pesantren sudah berlangsung sejak dua minggu lalu. Saat ini warga kesulitan air untuk dikonsumsi. Sumur yang biasa dipakai airnya untuk masak,mencuci dan mandi kini tidak bisa lagi digunakan. "Pencemarannya bertahap. Awalnya satu rumah, tapi setelah beberapa hari kemudian baru merembet kerumah lain yang juga berdekatan dengan pabrik," ujarnya saat menunjukan air yang tercampur limbah, Senin (29/1/18). Bahkan tidak hanya kesulitan untuk dikonsumsi, sebelumnya warga juga merasakan gatal-gatal pada kulit akibat air yang tercampur limbah pabrik gula. "Kemarin sebelum keruh seperti ini, tangan dan kaki merasa gatal karena air yang disini masih digunakan untuk mencuci," imbuh Julius. Dari pencemaran tersebut sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK) kesulitan air bersih. Tidak hanya rumah milik warga, namun juga tempat ibadah juga ikut terkontaminasi limbah "Misterius" yang berada berdekatan dengan PG Pesantren. Air yang digunakan untuk bersuci tersebut berwarna keruh dan berbau menyengat. Sementara itu, Ahmad Suparli Ketua RT 27 RW 5 Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren Kota Kediri mengatakan, dengan kondisi ini warga meminta segera diberikan bantuan air bersih. Sebab, sudah sekitar dua minggu ini warga harus membeli air bersih untuk dikonsumsi. "Selama tiga minggu ini kita selalu beli air bersih untuk minum dan masak. Untuk mandi kita selalu numpang ke warga yang airnya tidak tercampur limbah dari PG Pesantren. Kita ingin segera mendapat bantuan air bersih," jelasnya. Ia menambahkan, dari kasus pencemaran limbah tersebut warga sudah sempat mengadu pada pihak PG Pesantren dan Pemerintah Kota Kediri. "Hari ini tadi sudah ada pengecekan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Kediri, tetapi belum ada hasil. Bahkan kita juga sudah mengadu ke pihak pabrik tapi juga belum ada respon," tandasnya.(em/pd)

Get connected with Us