Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Wednesday, 14 March 2018 01:30

Pembobolan Dana Di ATM Membuat "Panik" Nasabah BRI

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Pembobolan uang di ATM milik puluhan nasabah BRI di Kediri secara massif membuat ketar - ketir alias khawatir. Sejumlah nasabah kini mulai melakukan pengosongan saldo di dalam ATM.Sejauh ini menurut Pengamat Hukum, Sejumlah nasabah juga bisa melakukan gugatan Perdata atas hilangnya saldo tabungan dengan dasar harus dapat dibuktikan kerugiannya.

 

Mariatun (40) warga Dusun Brenjuk, Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Dia adalah nasabah Bank BRI Unit Kras. Dia menjadi panik setelah mendengar kabar banyaknya nasabah BRI yang menjadi korban pembobolan.

 

Mariatun terburu-buru datang ke Bank BRI Kras. Dia langsung masuk ke ruang mesin ATM. Mariatun sempat melakukan pengecekan terhadap saldo ATM-nya. Meskipun dalam kondisi aman, uang saldo tidak berkurang, tetapi dia memilih untuk menguras seluruh isi ATM.

 

"Saya tahu dari Facebook dan group WhatsApp. Dimana, banyak nasabah komplain saldo tabungan tiba-tiba berkurang. Saya khawatir ikut menjadi korban. Daripada pikiran was-was, akhirnya saya ambil seluruh uang di saldo ATM," ujarnya.

 

 

Sementara itu, Eko Budiono Pengamat Hukum yang juga Pengacara saat dimintai komentarnya atas maraknya dana nasabah di BRI yang berkurang misterius, Eko mengatakan , Di bank dana kita harus aman, jika benar itu terjadi, pihak bank harus mengembalikan dana nasabah yang berkurang atau hilang tersebut, jika saja nasabah yang kehilangan uang btersebut mau menerima gantinnya. Bagai mana jika para nasabah tersebut mengalami kerugian dan meminta uang ganti rugi ??? Maka seharusnya pihak bank juga harus memberikan ganti rugi tersebut , selama pihak nasabah dapat membuktikan kerugiannya.

 

" jika pihak bank tidak memberikan ganti rugi,maka nasabah dapat mengajukan gugatan PMH terhadap bank untuk mencari keadilan, namun demikan bank ada lembaga pengawasnya yaitu OJK sehingga OJK dapat melakukan  pemeriksaan atas peristiwa yg terjadi dan jika hal tersebut benar benar terjadi oleh karena adanya sistim bank yang di bobol, itu adalah 100% tanggung jawab bank untuk mengembalikan dana yg hilang, kalau benar itu terjadi,"ungkapnya,Rabu (14/3/18).

 

Lebih lanjut Eko saat ditanya,apakah nasabah bisa melakukan gugatan imateriil atas persoalan itu? Eko dengan tegas menjawab Bisa,atas dasar KUHPerdata 1365,namun demikian harus dibuktikan kerugiannya.

 

Terpisah, Sumarsono bagian humas BRI Cabang Kediri saat dikonfirmasi terkait jumlah nasabah yang mengadu atau melapor kepihak BRI Cabang Kediri dengan tegas pihaknya tidak bisa memberikan komentar yang banyak atas persoalan itu dan sejauh ini telah diserahkan ke BRI Pusat.(em/ga)

Read 1738 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Get connected with Us