Breaking News
Telapak Kaki "Nyembul" Di Atas Makam - Wednesday, 16 May 2018 15:12
Walikota Serahkan Kunci Di Program Bedah Rumah - Saturday, 10 February 2018 07:20
IMB Bagi Masjid Di Kota Kediri - Friday, 09 February 2018 08:01
Transaksi Non Tunai Bagi Guru Madin TPA - Friday, 09 February 2018 08:01
ProDaMas 2018 Mulai Terealisasi - Wednesday, 07 February 2018 11:11
Dua Santri Hanyut Diterjang Air Bah - Tuesday, 06 February 2018 02:06
Polisi Tangkap Pembuang Bayi - Monday, 05 February 2018 11:05
Hari Kanker Sedunia Di CFD Jalan Dhoho - Sunday, 04 February 2018 06:13
Puluhan Warga Terpaksa Menutup Operasional MJB - Saturday, 03 February 2018 10:11
Puluhan Massa "Cari" Kepala Kantor BPMPD - Friday, 02 February 2018 23:45
ProDaMas 2018 Segera Direalisasikan - Friday, 02 February 2018 12:12

Wednesday, 14 March 2018 09:52

LSM IJS Akan Tuntut Dan Demo Bank BRI

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

Kediri ( radiomadufm.com ) -- Munculnya fenomena saldo nasabah BRI berkurang membuat LSM IJS ( Indonesia Justice Society ) membuka posko pengaduan dan berencana akan melakukan tuntutan ke pihak Bank BRI serta akan melakukan gerakan massal bila tidak segera memenuhi keinginan nasabah yang menjadi korban atas hilangnya saldo tabungan.

 

Ketua Umum IJS dan Praktisi Hukum Moh.Mahbuba mengaku, sejauh ini pihak IJS akan membuka posko pengaduan terhadap korban ( nasabah ) yang benar benar dirugikan atas fenomena berkurangnya saldo tabungannya di BRI.Berkantor di Ruko Brawijaya  A 5 Mahbuba panggilan akrab Ketum LSM IJS dan Praktisi hukum ini menegaskan,pihaknya akan melakukan tuntutan terhadap Bank BRI.

 

"Tuntutan kita adalah: Pertama: Meminta kepada pihak BRI untuk segera mengembalikan uang nasabah dalam waktu 3 kali 24 jam.Kedua:melaporkan BRI ke Pihak OJK atas kelalaian yang menyebabkan kerugian terhadap nasabah.Dan Ketiga: dari kedua hal tersebut tidak segera diselesaikan oleh BRI maka LSM IJS akan melakukan gerakan aksi di kantor BRI sekaligus melaporkannya.

 

 

Lebih lanjut Buba panggilan akrab praktisi keren yang berkantor di Ruko Brawijaya itu menegaskan, kalau memang berkurangnya dana nasabah akibat tindakan skiming  namun BRI harus tetap bertanggung jawab untuk mengembalikan dana. Apakah bisa nasabah melakukan gugatan? Dengan santun Mabuba mengaku bila pihak Bank telah mengembalikan penuh untuk celah hukum pidananya tipis.

 

"kalau pihak bank telah mengembalikan penuh tipis untuk celah hukumnya, kalau berkait kenyamanan bisa menuntut atas kridibilas bank yang dipertaruhkan.Kalau aturan hukum dikembalikan selesai sudah namun kalau kenyamanan itu imaterial ,kalau adanyanya kelalaian bukan hukum namun kalau ngak dikembalikan itu pidana muncul,"tandas Moh.Mahbuba Ketua umum LSM IJS dan Praktisi Hukum di Kediri, Rabu (14/3/18).

Diberitakan sebelumnya,Puluhan nasabah Bank BRI di Kediri selatan kehilangan saldo tabungannya. Pembobolan saldo milik nasabah itu ditengarai ulah hacking yang melakukan sceming ATM milik nasabah Bank BRI di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri , Kras dan Ringinrejo.

 

Pimpinan Bank BRI Cabang Kediri Dadi Kusnadi membenarkan adanya pembobolan uang nasabah di dalam ATM. Pihaknya masih melakukan proses pendataan seluruh nasabah yang melakukan komplin dan menyelidiki kasus kejahatan ini. 

 

"Karena ini teknis, kami tidak tahu tiba-tiba uang nasabah hilang begitu saja. Maka kami lapor ke pusat. Kami duga ini adalah skimming, yaitu, ada penyadapan data nasbaah. Sehingga pada waktu transaksi PIN-nya bocor," ujar Dadi Kusnadi di Kantor BRI Cabang Kediri, Senin (12/3/18).

 

Ditambahkan Dadi, melihat nominal uang nasabah yang diambil secara misterius itu tidak bulat, maka ditengarai bahwa pengambilan uang ini dilakukan dari Luar Negeri. 

 

Diakui olehnya, pembobolan ATM nasabah ini, sebenarnya sudah berlangsung beberapa waktu terakhir. Hampir setiap hari, customer service (CS) BRI Cabang Kediri menerima komplin dari masyarakat. Jumlah saldo mereka yang berkurang antara Rp 2-3 juta.

 

"Setelah keajdian itu, satu bulan lalu, tim melakukan penertiban dan pembersihan barang kali ada hal-hal yang mencurigakan apa itu. Sejak tanggal 19 Februari kami melakukan penertiban tiap hari, petugas kami memastikan bahwa sudah clean dari alat skimmer di mesin ATM," jelasnya.

 

Bank BRI Cabang Kediri berjanji akan mengembalikan uang nasabah yang hilang akibat kejahatan ini secara utuh. Mekanismenya, nasabah melakukan pengaduan ke CS Bank BRI kemudian menyampaikan nomor rekening, jumlah nominal uang yang hilang.

 

"Data nasabah yang komoplin tadi, kemudian kita beri kode truble tiket. Kita sampaikan ke kantor Pusat untuk diproses, beberapa hari kemudian uangnya kembali," janjinya.

 

Dadi menyarankan, nasbah yang datang ke BRI untuk mengganti PIN ATM-nya. Tetapi, apabila masih kurang nyaman, dipersilahkan pergi ke CS BRI untuk dipandu petugas. Kemudian kepada nasabah lain yang belum mengetahui, diharapkan untuk segera melakukan pengecekan uangnya untuk memastikan aman dan tidaknya.(em/ga)

Read 1779 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Get connected with Us